Abstrak Penelitian : Definisi, Cara Membuat, Contoh-Contoh

abstrak penelitian

Dalam membuat KTI, skripsi tentunya tidak lepas dengan pembahasan abstrak penelitian. Olehnya sangat penting untuk memahami topik ini.

Yuk, disimak #sobatpoltekkes!

Definisi Abstrak

Abstrak merupakan bagian yang penting dalam sebuah makalah, artikel, atau laporan penelitian. Melalui abstrak dapat diketahui isi dari seluruh dokumen secara cepat.

Bacaan Lainnya

Alessandrov and Henerrici (2007) mengungkapkan bahwa menulis abstrak berarti melakukan ekstraksi dan menyimpulkan sebuah tulisan, hasil karya, atau artikel, yang disajikan dalam sebuah tulisan pendek yang mutlak, tidak bertele-tele, dan aktual. Isi abstrak mencakup konsep dasar, permasalahan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan yang ditulis saling berkesinambungan serta memiliki makna utuh sehingga menggambarkan keseluruhan isi tulisan.

Nasution (2007) menyampaikan bahwa abstrak harus dibuat setelah penulis memahami keseluruhan alur tulisan, walaupun penempatannya selalu di awal. Dengan demikian abstrak merupakan representasi singkat dan akurat dari isi dokumen.

Abstrak yang berkualitas baik merupakan sebuah paragraf yang utuh, koheren, singkat dan dapat dipahami dalam satu unit tersendiri. Di dalamnya termuat struktur pendahuluan, isi dan kesimpulan serta rekomendasi secara berurutan. Abstrak tidak menambahkan sesuatu di luar isi dari tulisan, namun hanya menyimpulkan tulisan tersebut, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Bagian-bagian Abstrak

Abstrak terbagi menjadi struktur yang memuat beberapa hal yang mengikuti prinsip IMRAD (Introduction, Methods, Results and Discussion) (Alessandrov and Henerrici, 2007).

Beberapa hal penting yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan abstrak adalah :

1. Latar Belakang yang berisi tujuan dan permasalahan

Misalnya mengapa masalah ini penting untuk dikaji, dan apa peran penelitian kita dalam permasalahan tersebut.

2. Metode/Prosedur/Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini

Misalnya hasil apa yang benar-benar didapatkan oleh peneliti/penulis. Misalnya: menganalisis hasil uji saring IMLTD, atau melakukan wawancara kepada calon pendonor.

3. Hasil/Temuan/Produk

Setelah kita menyelesaikan prosedur yang telah dibahas sebelumnya, apakah yang berhasil kita pelajari/temukan/buat?

4. Kesimpulan/Implikasi

Apakah implikasi langsung dari temuan penulis/peneliti, khususnya kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang dinyatakan dalam tahap awal. Walaupun hal ini bergantung kepada berbagai komponen yang bisa sangat bervariasi untuk tiap-tiap disiplin ilmu (Anonim, 2019).

Cara Membuat Abstrak

Pembuatan abstrak yang baik, dimulai dengan membaca ulang artikel, paper, atau laporan yang akan dibuat abstraknya.

Kita sebaiknya memberikan perhatian pada bagian-bagian penting dari tulisan tersebut, seperti: tujuan, metode, ruang lingkup, hasil, pembahasan, dan rekomendasi. Bagian latar belakang/pengantar dan kesimpulan merupakan bagian yang signifikan untuk menggali bahan abstrak apabila hendak membuat untuk tulisan orang lain.

Kedua bagian ini biasanya telah mencakup keseluruhan berbagai hal penting dalam tulisan tersebut. Setelah selesai membaca ulang, maka kita sebaiknya mencoba membuat tulisan kasar tentang berbagai hal yang telah kita catat dalam pikiran, tanpa melihat naskah kembali.

Sebaiknya abstrak dibuat tidak hanya sekedar menyalin ulang isi artikel, namun membuat informasi mengalir dengan gaya yang baru.

Beberapa hal berikut, dapat digunakan pada saat pembuatan abstrak:

  1. Sebaiknya tidak menampilkan kata “artikel ini, atau karya ini, atau laporan ini”, lebih baik ditulis “penelitian ini”, atau segala sesuatu yang lebih merujuk kepada proses penelitiannya atau risetnya sendiri.
  2. Sebaiknya tidak merujuk kepada pernyataan yang ada dalam tulisan/artikel. Hindari kata-kata seperti telah dijelaskan atau telah dilaporkan dan sejenisnya.
  3. Sebaiknya tidak menggunakan kata-kata: disarankan, dipercaya bahwa, dirasakan bahwa, atau kata-kata sejenis. Kata-kata tersebut dapat dihilangkan tanpa mengubah makna maksud intinya.
  4. Sebaiknya tidak mengulang atau mengambil frasa yang berasal dari judul, dan tidak menampilkan data yang tidak berada dalam dokumen. Sebaiknya tidak pula menampilkan alias atau nama lain, singkatan, dan simbol.

Keyword/Kata Kunci

Kata kunci dapat diartikan sebagai daftar kata atau frasa pendek yang menggambarkan tulisan kita. Berdasarkan kata kunci, rekan peneliti atau pembaca dapat mengakses karya kita.

Kata kunci diletakkan pada bagian bawah dari abstrak, dan terpisah dari badan abstrak. Penulisan kata kunci diperlukan guna melacak secara komputerisasi judul dan abstrak naskah yang pernah ditulis sebelumnya. Umumnya kata kunci yang terdiri atas 3- 5 kata.

Kata kunci adalah kata yang menyatakan unsur pokok gagasan yang membentuk topik yang dinyatakan dalam judul yang mencirikan artikel tersebut. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci kita dapat menemukan judul- judul artikel beserta abstraknya (Sumardi, 2011; Mark, 2017).

Contoh

Hartley and Cabanac (2017), memberikan contoh beberapa macam penulisan abstrak yang digunakan dalam pembuatan artikel ilmiah.

1. Format Blok

Abstrak dalam format ini banyak ditemukan pada artikel ilmiah masa sekarang. Ditata dalam cara yang tradisional. Lihat contoh di bawah ini!

Abstract.

This paper focuses on the issue of whether or not academic writing changes over time. We examine a selection of book reviews written by five authors over a 20–25 years period. The data show little evidence of change for each of these authors as measured by readability scores and grammatical features. These findings are in line with earlier ones that suggest that academic writing styles are fixed fairly early on and do not alter much with time.

2. Format Berspasi

Dengan konsep yang sama dengan format blok, abstrak ini hanya memiliki perbedaan spasi antar kalimat pentingnya, sehingga pembaca akan lebih mudah membaca. Lihat contoh di bawah ini!

Abstract

This paper focuses on the issue of whether or not academic writing changes over time. We examine a selection of book reviews written by five authors over a 20–25 years period. The data show little evidence of change for each of these authors as measured by readability scores and grammatical features. These findings are in line with earlier ones that suggest that academic writing styles are fixed fairly early on and do not alter much with time. 

3. Format Terstruktur

Banyak digunakan dalam jurnal-jurnal kedokteran dan beberapa bidang sains sosial. Biasanya lebih detail, lebih jelas, dan lebih mudah dibaca, karena dipisahkan oleh spasi pada bagian pentingnya. Lihat contoh di bawah ini!

Abstract

Background. There has been little research examining how academic writing changes with time.

Aim. The aim of this study was to see whether or not an author’s style when writing an academic book review changes over time.

Method. We examined a selection of book reviews written by five authors over a 20–25 years period. For each author we recorded the number of words, the number of paragraphs, the average sentence lengths, the use of passive tenses, and reading difficulty, as measured by the Flesch Reading Ease scale and the grade scores.

Results. The data showed that whilst the individual authors varied in their styles, each was consistent across the 20–25 years period.

Conclusions. Academic writing styles are fixed fairly early on and do not alter much with time.

4. Format Terstruktur dengan Keywords

Banyak digunakan dalam jurnal-jurnal kedokteran dan beberapa bidang sains sosial. Biasanya lebih detail, dan lebih jelas dan lebih mudah dibaca, karena dipisahkan oleh spasi pada bagian pentingnya. Lihat contoh di bawah ini!

Abstract

Background. There has been little research examining how academic writing changes with time.

Aim. The aim of this study was to see whether or not an author’s style when writing an academic book review changes over time.

Method. We examined a selection of book reviews written by five authors over a 20–25 years period. For each author we recorded the number of words, the number of paragraphs, the average sentence lengths, the use of passive tenses, and reading difficulty, as measured by the Flesch Reading Ease scale and the grade scores.

Results. The data showed that whilst the individual authors varied in their styles, each was consistent across the 20–25 years period.

Conclusions. Academic writing styles are fixed fairly early on and do not alter much with time.

Key words: book reviews; readability; age.

Demikian penjelasang lengkap seputar abstrak beserta cara pembuatan dan contohnya. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya.

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.