Soal Ukom Ners 2022

soal ukom ners

Soal ukom ners atau soal uji kompetensi profesi Ners menjadi topik bahasan kita kali ini. Disini kami memberikan banyak sekali contoh soal ujian kompetensi yang dilengkapi dengan jawaban, pembahasan, serta kamu berkesempatan untuk melakukan latihan try out ukom Ners secara GRATIS di akhir postingan ini. Tentunya kami menginginkan semua terbantukan dan bisa meraih predikat Ners Kompeten.

INFORMASI PENTING!

  1. Ada 50 Soal ujian kompetensi Ners yang kami sajikan dibawah ini (Jawaban, Pembahasan, Tips Menjawab).
  2. Di AKHIR POSTINGAN, kami mensilahkan kamu untuk mencoba 5 Paket simulasi latihan tryout ukom Ners secara GRATIS!

Selamat mempelajarinya, jangan lupa diskusikan dengan rekan sejawat atau dosen agar lebih maksimal! Dan yang terpenting selalu cek webiste DINAS.ID dan lakukan latihan tryout ukom secara rutin!

Bacaan Lainnya

A. Kumpulan Soal Ukom Ners

Soal 1. Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun dirawat dengan sesak nafas disertai juga dengan batuk berdahak berwarna putih. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening pada supraklavikula kanan, perkusi terdengar redup di ICS 4-6 paru kanan, auskultasi terdengar adanya ronchi pada paru kanan, dan basal paru kiri. TD 120/90 mmHg, Nadi 88 x/menit, RR 32 x/menit, Suhu 380C. Hasil AGD pH < 7,36, PCO2 >45 mmHg, HCO3 >26 mmHg.

Apakah diagnosa keperawatan utama kasus diatas?

A. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan sianosis.

B. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi.

C. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan eksudat dalam alveoli.

D. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar-kapiler.

E. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan.

JAWABAN: D. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar-kapiler

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Data yang menonjol pada kasus baik minor maupun mayor mendefinisikan adanya masalah gangguan pertukaran gas. Klien mengeluh sesak nafas disertai juga dengan batuk berdahak, auskultasi terdengar adanya ronchi pada paru kanan, dan basal paru kiri dan didukung hasil laboratorium analisa gas darah.
  • Gangguan pertukaran gas adalah kelebihan dan kekurangan oksigen dan/atau eliminasi karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli, bisanya ditandai dengan gejala keletihan, sesak nafas dan didukung dengan hasil AGD.

TIPS MENJAWAB:

  • Fokus pada pertanyaan “diagnose keperawatan utama ”.
  • Baca kembali kasus, lihat gejala-gejala yang muncul dan hasil pemeriksaan penunjang, maka pilihan jawaban A dan E dapat dilewati.
  • Kembali baca kasus, terlihat keluhan pasien “sesak nafas disertai juga dengan batuk berdahak “hal ini dapat memungkinkan untuk pilihan B,C dan D, namun lihat kembali data kasus didukung dengan hasil pemeriksaan analisa gas darah, maka akan mudah menemukan jawaban yang tepat.

REFERENSI:

NANDA, 2018. Nursing Diagnoses : Definitions & Classification 2018-2020. Philadelphia: NANDA International.

Soal 2. Seorang perawat akan melakukan pemasangan kateter pada pasien laki-laki berusia 70 tahun dengan Kolik Ureter. Insersi kateter 13 cm, urin sudah keluar dan balon sudah diisi, setelah menarik balon tiba-tiba keluar darah.

Apakah tindakan yang dilakukan perawat selanjutnya?

A.Menekan ujung kateter hingga masuk

B.Menambahkan lidocain jelly

C.Menghentikan prosedur sementara

D.Menganjurkan pasien untuk menarik nafas dalam

E.Mengecek selang kateter

JAWABAN: C. Menghentikan prosedur sementara

PEMBAHASAN RASIONAL:

Prosedur pemasangan kateter yaitu diawali dengan memilih kateter sesuai dengan usia pasien, membersihkan area perineal dengan betadine, kemudian melumuri ujung kateter dengan jelly agar lebih mudah untuk dimasukkan. Setelah itu, masukkan selang kateter secara perlahan sambil meminta pasien untuk menarik nafas. Saat kateter sudah habis masuk, klem bagian tmpt keluarnya urine, kemudian lakukan pengembangan balon dengan memasukkan 10cc Nacl kedalam selang, setelah itu lakukan penarikan selang secara perlahan. Jika saat menarik selang kateter tiba-tiba keluar darah maka hentikan prosedur sementara prosedur tersebut sambal melihat kondisi pasien, selanjutnya jika sudah dirasa aman Kembali lakukan tindakan sampai terasa ada tahanan.

TIPS MENJAWAB:

  • Fokus pada pertanyaan “tindakan yang dilakukan perawat selanjutnya” pada kasus dimana tiba-tiba keluar darah saat menarik balon kateter.
  • Pilihan jawaban A, D dan E dirasa kurang efektif karena dapat memperburuk kondisi pasien.
  • Pilihan jawaban B juga tidak cocok untuk menjawab pertanyaan dilihat dari kasus.

REFERENSI:

Asmadi, 2008. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika.

Soal 3. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat diruang ICU sejak 6 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan kesadaran somnolen, nafas pasien tampak berat dan dangkal, RR 36 x/menit, dan terpasang O2 NRM 12l/menit.

Apa suara nafas yang ditemukan pada pasien diatas jika dilakukan auskultasi?

A.Sonor

B.Stridor

C.Snoring

D.Gurgling

E.Wheezing

JAWABAN: E. Wheezing

PEMBAHASAN RASIONAL:

Wheezing adalah suara yang dapat terdengar baik pada saat inspirasi maupun ekspirasi bila terjadi inflamasi. Wheezing merupakan suara nafas dengan frekuensi tinggi dan nyaring yang terjadi karena adanya penyempitan jalan udara atau tersumbat sebagian. Obstruksi seringkali terjadi sebagai akibat adanya sekret atau edema.

TIPS MENJAWAB:

  • Fokus pada pertanyaan “suara nafas jika dilakukan auskultasi“.
  • Lihat kondisi pasien dimana mengalami sesak tampak berat dan dangkal, dimana pilihan jawaban B, C dan D dapat dilewatkan.
  • Jawaban A dapat diketahui jika dilakukan pemeriksaan perkusi, maka akan mudah memilih jawaban yang tepat.

REFERENSI:

Somantri, I.2007. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.

Soal 4. Seorang wanita umur 20 tahun dirawat diruang bedah dengan diagnose medis Sinusitis. Saat pengkajian ditemukan: nyeri kepala, perdarahan hidung, suara bindeng dan secret kental berbau. TD 120/80 mmHg, Nadi 82 x/menit, suhu 380C, RR 30 x/menit.

Apa masalah utama yang muncul pada kasus diatas?

A.Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

B.Gangguan pertukaran gas

C.Pola nafas tidak efektif

D.Nyeri akut

E.Hipertemi

JAWABAN: A. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Data yang menonjol pada kasus baik minor maupun mayor mendefinisikan adanya masalah bersihan jalan nafas yang tidak efektif. Keluhan perdarahan hidung, suara bindeng dan secret kental berbau.
  • Ketidakefektifan bersihan jalan nafas didefinisikan sebagai ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran nafas untuk mempertahankan bersihan jalan nafas dengan faktor yang berhubungan adalah mukus yang berlebihan, sekresi yang tertahan.

TIPS MENJAWAB:

Fokuslah pada pertanyaan “masalah keperawatan utama”.

Baca kembali kasus, lihat gejala-gejala yang muncul, maka pilihan jawaban D dapat dilewati.

Pilihan jawaban E sebenarnya dapat dipilih, namun dalam hal ini harus dipertimbangkan ABC pasien agar bisa mengatasi masalah lainnya, sehingga pilihan E bisa dilewati.

Kembali baca kasus, terlihat keluhan pasien “perdarahan hidung, suara bindeng dan secret kental berbau” hal ini dapat memungkinkan untuk pilihan B, C dan D, namun lihat kembali data kasus maka akan didapatkan jawaban yang tepat.

REFERENSI:

NANDA, 2018. Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018-2020. Philadelphia: NANDA International.

Soal 5. Seorang perempuan usia 55 tahun dirawat dengan hemiparese dextra. Menurut keluarga awalnya pasien didapatkan jatuh lemas dan tampak pucat. Setelah itu pasien tidak dapat berbicara namun masih bisa kontak. GCS E3M6Vx, TD 130/70 mmHg, Nadi 83 x/menit, RR 18 x/menit.  Hasil pengkajian tonus dan kekuatan otot menurun pada sisi kanan. Hasil CT Scan didapatkan infark cerebri sinistra dan proses atrofi serebri. Hasil EKG: Atrial Fibrilasi.

Apakah maslaah keperawatan utama pada kasus diatas?

A.Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak

B.Hambatan komunikasi verbal

C.Penurunan curah jantung

D.Hambatan mobilitas fisik

E.Kerusakan mobilitas fisik

JAWABAN: A.Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Data yang menonjol pada kasus baik minor maupun mayor mendefinisikan adanya masalah pada perfusi jaringan otak. Pasien riwayat terjatuh, tonus dan kekuatan otot menurun pada sisi kanan. Hasil CT Scan didapatkan infark cerebri sinistra dan proses atrofi serebri.
  • Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak adalah keadaaan dimana beresiko untuk mengalami penurunan sirkulasi jaringan otak yang dapat menganggu kesehatan. Resiko ini dapat terjadi akibat adanya massa di jaringan otak, trauma kepala dan efek samping terkait terapi.

TIPS MENJAWAB:

  • Fokuslah pada pertanyaan “diagnose keperawatan utama”.
  • Baca kembali kasus, lihat gejala-gejala yang muncul, maka pilihan jawaban C dapat dilewati.
  • Pilihan jawaban B, D dan E sebenarnya dapat dipilih, namun dalam hal ini bukan masalah utama yang perlu ditangani.
  • Kembali baca kasus “riwayat terjatuh, tonus dan kekuatan otot menurun pada sisi kanan. Hasil CT Scan didapatkan infark cerebri sinistra dan proses atrofi serebri” maka akan didapatkan jawaban yang tepat.

REFERENSI:

NANDA, 2018. Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018-2020. Philadelphia: NANDA International.

Soal 6. Anak perempuan, usia 6 tahun dirawat di RS sejak 5 hari yang lalu dengan diagnosis DHF. Saat ini anak sedang bermain bersama pasien anak lainnya di ruang bermain dan tampak sangat senang. Anda melihat petugas laboratorium masuk ke ruang bermain untuk mengambil specimen darah. Petugas tersebut mengatakan kepada anak bahwa dia akan melakukan prosedur pengambilan darah saat anak sedang bermain.

Apa yang harus anda lakukan sebagai seorang perawat?

A.Membujuk anak untuk selesai bermain.

b.Membantu petugas mengerjakan prosedur agar cepat selesai.

c.Membiarkan petugas mengerjakan prosedur pengambilan darah.

d.Mengijinkan petugas mengerjakan prosedur saat anak selesai bermain.

e.Mengingatkan petugas bahwa di dalam ruang bermain tidak boleh ada prosedur apapun.

JAWABAN: e. Mengingatkan petugas bahwa di dalam ruang bermain tidak boleh ada prosedur apapun.

PEMBAHASAN RASIONAL:

Salah satu konsep keperawatan anak adalah atraumatic care yaitu memberikan perawatan dengan mengahpuskan atau meminimalkan distress psikologis dan fisik pada anak dan orangtua. Melakukan Tindakan di ruang bermain akan memberikan dampak trauma bagi pasien dan anak lain yang berada pada ruangan tersebut. Tindakan sebiaknya dilakukan di ruang khusus Tindakan.

TIPS MENJAWAB:

Atraumatic care saat anak menjalani hospitalisasi.

REFERENSI:

Wong, et al. Buku Ajar Keperawatan pediatrik Vol 2. (2016).

Soal 7. Seorang anak perempuan usia 10 tahun dirawat di RS sejak 1 hari yang lalu karena sesak nafas. Anak memiliki riwayat kelainan jantung sejak lahir. Anak tampak pucat, lemas, dan hanya berbaring di tempat tidur. Ibunya mengatakan anaknya menjadi sesak nafas jika turun dari tempat tidur dan menjadi susah makan sejak di RS. Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 37,80C, frekuensi nafas 28x/menit, frekuensi nadi 88x/menit.

Apakah diagnose keperawatan utama pada kasus tersebut?

A.Hipertermi

b.Intoleransi aktivitas

c.Ketidakefektifan pola nafas

d.Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

e.Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

JAWABAN: b. Intoleransi aktivitas

PEMBAHASAN RASIONAL:

Keluhan sesak nafas pada anak dapat terjadi salah satunya karena adanya kelainan jantung sejak lahir. Sesak nafas yang terjadi saat anak melakukan aktivitas menandakan tidak adekuatnya suplai oksigen ke jaringan. Diagnosis keperawatan utama pada kasus adalah intoleransi aktivitas yang didukung data sesak nafas, lemas, dan menjadi sesak jika turun dari tempat tidur.

TIPS MENJAWAB:

Sesak nafas saat turun dari tempat tidur.

REFERENSI:

NANDA 2017-2019.

Soal 8. Bayi usia 2 hari dirawat di ruang perinatology karena mengalami defek jantung. Perawat baru selesai memandikan bayi dan memakaikan pakaian. Bayi tiba-tiba mengalami sianosis dan berkeringat dingin saat perawat akan memakaikan popok setelah buang air besar.

Apakah penyebab munculya masalah pada kasus tersebut?

A.Memandikan bayi

B.Bayi buang air besar

C.Posisi saat memakaikan popok

D.Suhu air saat memandikan

E.Lama memandikan bayi

JAWABAN: B. Bayi buang air besar

PEMBAHASAN RASIONAL:

Saat bayi BAB akan terjadi manuver valsava yang menyebabkan serangan hipersianosis. Manuver valsava menyebabkan peningkatan tekanan intratorakal, menurunkan pengembalian darah ke jantung, dan melemahkan nadi.

TIPS MENJAWAB:

Sianosis pada bayi kelainan jantung.

REFERENSI:

Purwati M.H, Sulastri T. (2019). Tinjauan Elsevier: Keperawatan Anak.

Soal 9. Balita laki-laki usia 1 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit pada telinga. Balita tampak rewel dan menangis sambil memegang telinganya. Orang tua mengatakan anak mengalami demam sejak 1 minggu yang lalu dan anak tidak mau makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan Otitis Media Akut (OMA).

Apakah pengkajian yang dapat dilakukan untuk konfirmasi masalah pada kasus di atas?

a.Memeriksa tanda vital

b.Memeriksa skala nyeri

c.Memeriksa tanda kekurangan nutrisi

d.Memeriksa riwayat infeksi saluran nafas

e.Memeriksa tanda-tanda gangguan pendengaran

JAWABAN: e. Memeriksa tanda-tanda gangguan pendengaran

PEMBAHASAN RASIONAL:

Komplikasi yang dapat terjadi akibat otitis media akut adalah menurunnya fungsi pendengaran akibat infeksi. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengkaji hal tersebut adalah memeriksa tanda adanya gangguan pendengaran.

TIPS MENJAWAB:

Pengkajian pada pasien dengan otitis media akut.

REFERENSI:

Wong et al,. Buku Ajar Keperawatan pediatrik.

Soal 10. Seorang bayi usia 6 bulan, datang ke puskesmas dengan keluhan diare sejak 2 hari yang lalu. Ibu mengatakan anaknya masih mau minum dan tidak ada muntah. Anak tampak rewel, mata tidak cekung, cubitan di perut kembali lambat. Pemeriksaan fisik didapatkan data suhu 37,50C, frekuensi nafas 38x/menit.

Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada kasus di atas?

a.Memberikan obat antidiare

b.Segera merujuk ke rumah sakit

c.Segera memberikan cairan intravena

d.Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI lebih sering

e.Menganjurkan ibu segera memberikan oralit selama 3 jam pertama

JAWABAN: d. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI lebih sering

PEMBAHASAN RASIONAL:

Tanda dehidrasi berat pada anak: mata cekung, anak tidak bisa minum atau memuntahkan semuanya, letargi, cubitan di perut Kembali sangat lambay. Tanda dehidrasi ringan/sedang: mata cekung, anak minum dengan lahap, anak gelisah/rewel, cubitan di perut Kembali lambat. Pada kasus tidak cukup tanda dehidrasi sehingga anak tidak mengalami dehidrasi. Tindakan yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI/cairan lebih sering untuk menjaga asupan cairan bayi.

TIPS MENJAWAB:

Tanda dehidrasi pada bayi.

REFERENSI:

Manajamen Terpadu Balita Sakit, 2016.

Soal 11. Seorang anak usia 10 tahun dirawat di rumah sakit sejak 3 hari yang lalu. Semua aktivitas anak dibantu oleh orangtua. Anak mengatakan bahwa dirinya merasa sakit sehingga tidak mampu melakukan apapun. Menurut orangtua, anaknya di rumah sangat mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Apakah kondisi yang ditunjukkan dari pernyataan anak tersebut?

A.Nyeri

B.Protes

C.Kesepian

D.Kemunduran

E.Ketakutan

JAWABAN: D. Kemunduran

PEMBAHASAN RASIONAL:

Kemunduran merupakan kembalinya perilaku anak ke masa lalu sebagai respon untuk mengurangi stress. Menolak melakukan kegiatan secara mandiri dan meningkatnya ketergantungan merupakan salah satu bentuk kemunduran.

TIPS MENJAWAB:

Anak mengatakan merasa sakit sehingga tidak mampu melakukan aktivitas.

REFERENSI:

Gunarsa, Singgih. Dasar dan Teori Perkembangan Anak (2008).

Soal 12. Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan dirawat di rumah sakit dengan keluhan batuk dan nafas cepat. Ibu mengatakan bayinya juga sering mengalami diare yang lama. Berat badan saat lahir 3000 gr dan saat ini BB bayi 3500 gr. Bayi mendapatkan ASI namun sering menangis saat menyusu karena terdapat sariawan pada mulutnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi terinfeksi HIV. Orangtua bayi belum pernah melakukan tes HIV sebelumnya.

Apakah prioritas tindakan pada kasus diatas?

A.Memberikan nutrisi yang adekuat

B.Mencegah infeksi memberat pada bayi

C.Memberikan dukungan kepada orangtua

D.Menganjurkan orangyua melakukan tes HIV

E.Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan bayi

JAWABAN: B. Mencegah infeksi memberat pada bayi

PEMBAHASAN RASIONAL:

Anak dengan HIV/AIDS mengalami disfungsi system imun dan rentan terhadap infeksi. Infeksi yang berat dapat berdampak kematian pada bayi sehingga diperlukan tindakan untuk mencegah infeksi memberat.

TIPS MENJAWAB:

Bayi mengalami diare lama dan terdapat sariawan pada mulutnya.

REFERENSI:

Hokkenberry, Wilson (2011). Buku Ajar Keperawatan pediatrik.

Soal 13. Balita laki-laki usia 5 tahun datang ke Puskesmas diantar oleh ibunya dengan keluhan BAB 10 kali dengan konsistensi encer. Anak tampak gelisah, mata cekung, dan cubitan di perut kembali lambat. Saat diberi minum, anak tampak malas minum dan tidak mau minum. Suhu 37,70C, frekuensi nafas 34x/menit.

Apakah tindakan yang harus segera diberikan kepada balita pada kasus di atas?

a.Berikan cairan intravena secepatnya

b.Berikan oralit selama 3 jam pertama

c.Delegatif pemberian antipiretik untuk anak

d.Berikan cairan oralit melalui pipa nasogastrik

e.Kolaborasi pemberian tablet zinc selama 10 hari

JAWABAN: a. Berikan cairan intravena secepatnya

PEMBAHASAN RASIONAL:

Anak dengan diare harus selalu dinilai status hidrasinya. Jika anak tampak malas minum atau tidak bisa minum, mata cekung, cubitan di perut Kembali lambat menunjukkan adanya gejala dehidrasi berat. Tindakan yang dapat dilakukan adalah segera memberikan cairan intravena jika tersedia fasilitasnya atau jika tidak tersedia maka dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

TIPS MENJAWAB:

Dehirasi pada anak.

REFERENSI:

Manajemen Terpadu Balita sakit 2015.

Soal 14. Neonatus perempuan usia 1 hari, BBL 2600 gr, PBL 49 cm dirawat gabung dengan ibu. Ibu mengatakan belum bisa menyusui anaknya secara langsung dan ASI yang keluar sedikit. Hasil pengkajian diperoleh refleks hisap bayi positif, posisi menyusu bayi tidak lurus dengan badan ibu, dan dagu bayi tidak menyentuh payudara ibu. Ibu juga mengatakan ini merupakan anak pertama dan lahir pada usia kehamilan 37 minggu. Ibu merasa cemas karena bayinya belum mau menyusu.

Apakah tindakan keperawatan utama yang perlu dilakukan pada kasus di atas?

a.Memberikan neonatus susu formula

b.Mengajarkan ibu untuk memompa ASI

c.Mengajarkan ibu cara menyusui yang benar

d.Menganjurkan ibu memberikan ASI dengan sendok

e.Memberikan lingkungan yang nyaman bagi ibu untuk menyusui

JAWABAN: c. Mengajarkan ibu cara menyusui yang benar

PEMBAHASAN RASIONAL:

Masalah keperawatan utama pada kasus tersebut adalah ketidakefektifan menyusui didukung data posisi menyusu bayi tidak tepat dan tanda perlekatan kurang baik. Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan adalah edukasi cara menyusui yang benar agar pengeluaran ASI menjadi optimal.

TIPS MENJAWAB:

Cara menyusui yang benar.

REFERENSI:

Wong, Buku Ajar Keperawatan Pediatrik (2016) Nursing Intervention Classification (NIC) Sixth Edition.

Soal 15. Seorang anak usia 13 tahun akan dirawat di rumah sakit karena DHF. Anak mengalami sindrom down. Hasil pemeriksaan perkembangan kematangan social yang pernah dilakukan menunjukkan anak memiliki usia mental 4 tahun.

Manakah tingkat usia yang tepat digunakan terkait rencana edukasi pada anak tersebut?

A.Usia dewasa karena edukasi akan diberikan pada orangtua

B.usia remaja karena anak berada pada rentang usia ini

C.Usia preschool karena usia perkembangan anak saat ini

D.Usia sesuai dengan usia penanggung jawab pasien

E.Usia yang disepakati antara orangtua dan petugas kesehatan

JAWABAN: C. Usia preschool karena usia perkembangan anak saat ini

PEMBAHASAN RASIONAL:

Pemberian edukasi pada anak tentang kondisi kesehatan dan prosedur Tindakan yang akan dilakukan perlu diberikan dengan cara yang mudah dipahami dengan berpedoman pada usia perkembangan bukan usia kronogis.

TIPS MENJAWAB:

Komunikasi pada anak.

REFERENSI:

Wong, Buku Ajar Keperawatan Pediatrik (2016) Purwati M.H, Sulastri T. (2019). Tinjauan Elsevier: Keperawatan Anak.

Soal 16. Seorang anak dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis meningitis. Anak mendapat terapi antibiotikasefotaksim 25 mg/kgBB melalui intravena. Sediaan obat adalah vial berisi 1000 mg yang diencerkan dengan 5 ml. hasil pengkajian BB anak 10 kg, RR 25x/menit, suhu 37.5C.

Berapakah jumlah obat yang tepat diberikan kepada anak?

A.1,25 ml

B.1,5 ml

C.2 ml

D.2,25 ml

E.2,5 ml

JAWABAN: A. 1,25 ml

PEMBAHASAN RASIONAL:

Sediaan obat: 1000mg/5 ml= 200mg/1ml

Dosis obat: 25 X10= 250 mg

Rumus menghitung dosis obat:

= (Dosis pemberian: dosis sediaan) x volume sediaan

= (250:1000)x 5= 1,25 ml

TIPS MENJAWAB:

  • Dosis pemberian: 250 mg
  • Dosis sediaan: 1000 mg
  • Volume sediaan: 5 ml

REFERENSI:

Buku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit (2016).

Soal 17. Seorang anak perempuan usia 2,5 tahun dibawa ke poliklinik tumbuh kembang dengan keluhan terlambat bicara. Ibu mengatakan bahwa anaknya hanya menggunakan dua frase kata dan hanya bisa dipahami 25% oleh orang lain.

Bagaimanakah kesimpulan terhadap kondisi anak tersebut?

A.Sesuai dengan usia anak

B.Merupakan caution (peringatan)

C.Kemampuan anak diatas usianya

D.Terjadi keterlambatan perkembangan bahasa

E.Terjadi keterlambatan perkembangan secara umum

JAWABAN: D. Terjadi keterlambatan perkembangan bahasa

PEMBAHASAN RASIONAL:

Pada anak usia 2,5 tahun, perkembangan Bahasa biasanya sudah menggunakan frase 2-3 kata dan kata-katanya sudah dapat dipahami 65%.

TIPS MENJAWAB:

Intepretasi perkembangan anak.

REFERENSI:

Purwati M.H, Sulastri T. (2019). Tinjauan Elsevier: Keperawatan Anak.

Soal 18. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dirawat di rumah sakit karena akan mendapat transfuse darah. Anak didaignosis medis menderita thalassemia. Saat ini anak mengeluh merasa nyeri pada perut, cepat lelas, pusing, kulit menghitam, dan perut tampak membesar. Hasil pemeriksaan teraba keras pada area perut kiri atas. Anak sudah mendapatkan transfuse darah sejak usia 1 tahun dan mengkonsumsi obat kelasi besi.

Apakah komplikasi yang mungkin terjadi pada anak tersebut?

a.Sepsis

b.Ikterik

c.kardiomiopati

d.Splenomegali

e.Facies cooley

JAWABAN: d. Splenomegali

PEMBAHASAN RASIONAL:

Thalasemia merupakan salah satu kelainan darah yang ditandai dengan berkuangnya salah satu rantai globin yang merupakan komponen penyusun utama hemoglobil. Pemberian transfuse merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kondisi ini. Salah satu kompilkasi yang dapat terjadi adalah splenomegaly akibat penumpukan zat besi sebagai efek tranfusi. Gejala yang timbul berupa kulit menghitam, perut membesar, ada massa di perut kiri atas, dan nyeri perut

TIPS MENJAWAB:

Thalasemia pada anak.

REFERENSI:

Wong, Buku Ajar Keperawatan Pediatrik vol 1 (2016).

Soal 19. Seorang bayi usia 2 bulan data ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi. Sebelum mendapatkan imunisasi, petugas memeriksa riwayat imunisasi anak.\

Apa imunisasi yang harus sudah didapatkan oleh anak tersebut?

A.Hepatitis B dan Polio

B.BCG, Hib, Polio, DPT

C.BCG, Hepatitis B, dan Polio

D.DPT, Hib, Polio

E.DPT dan Polio

JAWABAN: C. BCG, Hepatitis B, dan Polio

TIPS MENJAWAB:

Imunisasi pada bayi.

REFERENSI:

Pedoman Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (2020).

Soal 20. Seorang bayi usia 3 bulan dibawa ke puskesmas untuk mendapatlkan imunisasi. Anak dijadwalkan mendaoatkan imunisasi DPT/Hib/Hep B II dan polio 3. sebelum memberikan imunisasi, perawat perlu melakukan pengkajian tentang pemberian imunisasi.

Apakah kontraindikasi dilakukan imunisasi pada anak tersebut?

a.Saat ini anak sedang pilek

b.Saat ini anak sedang diare

c.Anak sedang mengalami batuk sejak 3 hari yang lalu

d.Anak memiliki rrwayat demam sampai kejang setelah pemberian imunisasi sebelumnya

e.Anak mengalami penurunan nafsu makan dan lebih rewel setelah imunisasi

JAWABAN: d. Anak memiliki rrwayat demam sampai kejang setelah pemberian imunisasi sebelumnya.

PEMBAHASAN RASIONAL:

Anak yang mengalami demam sampai kejang setelah pemberian imunisasi DPT menandakan adanya reaksi anafilaksis terhadap pemberian vaksin. Hal ini merupakan kontraindikasi pemberian imunisasi.

TIPS MENJAWAB:

Kontraindikasi pemberian imunisasi.

REFERENSI:

Buku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit (2016).

Soal 21. Seorang anak usia 14 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis osteosarcoma. Anak mengeluh nyeri pada area kaki kanan, skala nyeri 7, nyeri dirasa hilang timbul, dan terasa memberat jika kaki digerakkan.

Apakah Tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?

a.Pemberian Teknik distraksi

b.Kolaborasi pemberian analgetic

c.Ajarkan anak Teknik relaksasi nafas dalam

d.Anjurkan anak untuk imobilasi terutama pada kaki kanan

e.Kolaborasi pemberian terapi komplementer pada anak

JAWABAN: b. Kolaborasi pemberian analgetic

PEMBAHASAN RASIONAL:

Nyeri merupakan salah satu keluhan pada pasien dengan osteosarcoma. Nyeri dengan kategori nyeri hebat perlu penanganan kolaboratif dengan pemberian analgetic.

TIPS MENJAWAB:

Tindakan keperawatan pada nyeri.

REFERENSI:

Nursing Intervention Classification (NIC) Sixth Edition.

Soal 22. Neonatus usia 3 hari dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis hiperbilirubin. Hasil pemeriksaan didapatlan seluruh tubuh bayi dari wajah sampai ujung kaki tampak kuning, urine berwana kuning pekat, dan kadar bilirubin total 18 mg/dl. Bayi direncanakan mendapat foroterapi namun orangtua merasa khawatir dengan tindakan tersebut.

Apakah komplikasi jangka pendek yang dapat terjadi pada kasus di atas?

a.Kern icterus

b.Kerusakan neurologis

c.Hiperaktivitas

d.Bilirubin ensefalopati

e.Gangguan perkembangan

JAWABAN: d. Bilirubin ensefalopati

PEMBAHASAN RASIONAL:

Hiperbilirubin adalah peningkatan kadar serum bilirubin dalam darah sehingga melebihi normal. Komplikasi yang dapat terjadi jika hiperbilirubin tidak segera ditangani adalah ensefalopati. Pada kondisi kronis dapat menyebabkan kern icterus yang nantinya dapat menimbulkan gejala sisa seperti hiperaktivitas, retardasi mental, dan keterlambatan bicara.

TIPS MENJAWAB:

Komplikasi hiperbilirubin.

REFERENSI:

Hockenberry & Wilson, Nursing care of infants and children (2015).

Soal 23. Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami fraktur pada kaki. Ayahnya mengatakan bahwa anaknya terjatuh dari tangga rumah. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan perawat didapatkan adanya luka memar dan lebam pada punggung dan lengan anak. Anak tampak ketakutan dan menangis. Perawat curiga terjadi kekerasan pada anak.

Manakah tindakan orang tua yang mendukung kecurigaan tersebut?

A.Selalu menemani anak saat pemeriksaan

B.Menanyakan tentang pengobatan yang akan dilakukan

C.Memberikan informasi yang tidak konsisten terkait kronologis kejadian

D.Berusaha menenangkan anak

E.Membiarkan petugas melakukan perawatan pada anak

JAWABAN: C. Memberikan informasi yang tidak konsisten terkait kronologis kejadian

PEMBAHASAN RASIONAL:

Orangtua yang melakukan kekerasan pada anak menunjukkan minta yang kecil terhadap perawatan anak. Orangtua biasanya menolak memberikan informasi namun jika dipaksa maka orangtua akan menjelaskan berbagai macam cerita sebagai upaya menutupi kejadian yang sebenarnya.

TIPS MENJAWAB:

Kekerasan pada anak.

REFERENSI:

Hockenberry & Wilson, Nursing care of infants and children (2015).

Purwati M.H, Sulastri T. (2019). Tinjauan Elsevier: Keperawatan Anak.

Soal 24. Seorang anak perempuan usia 10 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis medis ALL. Saat dirawat, anak menunjukkan sikap yang tidak kooperatif terhadap intervensi yang diberikan dan selalu marah kepada perawat. Hasil pengkajian didapatkan bahwa anak sempat dimarahi perawat saat hospitalisasi sebelumnya.

Apakah faktor yang melatarbelakangi reaksi anak tersebut?

A.Kemampuan koping

B.Usia perkembangan

C.Pengalaman masa lalu

D.Perkembangan penyakit

E.Dukungan dari orangtua

JAWABAN: C. Pengalaman masa lalu

PEMBAHASAN RASIONAL:

Hospitalisasi merupakan pengalaman traumatis bagi anak. Pengalaman sebelumnya akan merefleksikan tindakan anak di perawatan berikutnya.

TIPS MENJAWAB:

Hospitalisasi pada anak.

REFERENSI:

Hockenberry & Wilson, Nursing care of infants and children (2015).

Soal 25. Seorang anak usia 1 tahun dirawat di PICU dengan diagnosis medis meningitis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kesadaran pasien koma, terpasang ETT yang terhubung pada ventilator, terdengar suara nafas stridor, akumulasi sekret kental. SaO2: 88%, RR: 55x/menit, suhu: 37,6ºC.

Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus di atas?

a Kolaborasi pemberian antibiotic

b.Pemberian oksigen

c.Positioning

d.Suctioning

e.Nebulisasi

JAWABAN: d. Suctioning

PEMBAHASAN RASIONAL:

Pasine yang mengalami penurunan kesadaran dan terpasang ventilator rentan terjadi penumpukan secret. Suara nafas stridor, adanya akumulasi secret, dan penurunan saturasi menandakan adanya gangguan pada airway. Tindakan yang harus segera dilakukan adalah suction untuk membersihkan secret dari jalan nafas.

TIPS MENJAWAB:

Tindakan pembersihan jalan nafas.

REFERENSI:

Nursing Intervention Classification.

Soal 26. Seorang perempuan berusia 25 tahun G2P0A1 hamil 16 minggu datang ke poliklinik KIA untuk melakukan kontrol kehamilan. Hasil pengkajian pasien khawatir dengan kondisi janinnya karena pernah abortus dan sulit tidur. Observasi: TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit dan saat pengkajian pasien tampak tegang.

Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

A.Ansietas

B.Berduka

C.Defisit pengetahuan

D.Koping tidak efektif

E.Gangguan pola tidur

JAWABAN: A. Ansietas

TIPS MENJAWAB:

Hasil pengkajian pasien khawatir dengan kondisi janinnya karena pernah abortus dan sulit tidur. Observasi: TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit dan saat pengkajian pasien tampak tegang.

  • Masalah keperawatan: Ansietas.
  • Batasan Karakteristik: ada insomnia, kekhawatiran,tegang, takut, peningkatan status hemodinamik.

REFERENSI:

Herdman, T. Heather. (2018). Nanda International Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018-2020, Edisi 10. Jakarta: EGC.

Soal 27. Seorang perempuan hamil datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya. wanita tersebut berusia 24 tahun dengan G1P0A0. Hasil pengkajian didapatkan data HPHT tanggal 23 Juli 2020.

Kapankah taksiran persalinan pada kasus di atas?

A.30 Februari 2021

B.30 Maret 2021

C.01 Maret 2021

D.30 April 2021

E.01 April 2021

JAWABAN: D. 30 April 2021

TIPS MENJAWAB:

  • Berdasarkan Teori Naegele, perkiraan tanggal persalinan berdasarkan HPHT= tanggal +7, bulan -3, tahun +1.
  • HPHT = 23-07-2020.
  • TP= (tanggal 23+7)- (bulan 7-3)- (tahun 2020+1) = 30-04-2021.

REFERENSI:

Panduan Pratikum Keperawatan Maternitas. Anik Puji Rahayu. 2016.

Soal 28. Seorang perempuan usia 30 tahun, G3P2A0 usia kehamilan 40 minggu, datang ke Poli Kebidanan dengan keluhan merasa sakit pada perut dan pinggang semenjak 1 minggu dan gerakan janin kurang. Pasien dilakukan operasi seksio sesarea dengan indikasi presentasi bokong. Sekarang ibu dirawat diruang nifas dengan post SC hari pertama. Saat ini pasien mengeluh nyeri dengan skala 7 yang dirasakan setiap berubah posisi, berkeringat dingin, badan merasa lemas, dan keluaran ASI tidak lancar.

Apakah masalah keperawatan yang utama pada pasien tersebut?

A.Nyeri akut

B.Keletihan

C.Kurang pengetahuan

D.Kerusakan integritas kulit

E.Ketidakefektifan pemberian ASI

JAWABAN: A. Nyeri akut

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Sekarang ibu dirawat diruang nifas dengan post SC hari pertama. Saat ini klien mengeluh nyeri dengan skala 7 yang dirasakan setiap berubah posisi, berkeringat dingin, badan merasa lemas, dan keluaran ASI tidak lancar.
  • Masalah utama berdasarkan keluhan yang paling utama dan harus segera ditangani untuk menimbulkan rasa nyaman pada pasien.
  • Pasien mengalami nyeri post SC hari 1 dengan skala 7 (nyeri sedang) serta berkeringat dingin dan harus ditangani segera.

REFERENSI:

Herdman, T. Heather. (2018). Nanda International Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018-2020, Edisi 10. Jakarta: EGC.

Soal 29. Seorang perempuan berusia 25 tahun G2P0A1 hamil 16 minggu datang ke poliklinik KIA untuk melakukan kontrol kehamilan. Hasil pengkajian pasien khawatir dengan kondisi janinnya karena pernah abortus dan sulit tidur. Observasi: TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit dan saat pengkajian pasien tampak tegang.

Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas?

A.Ansietas

B.Berduka

C.Defisit pengetahuan

D.Koping tidak efektif

E.Gangguan pola tidur

JAWABAN: A. Ansietas

TIPS MENJAWAB:

  • Hasil pengkajian pasien khawatir dengan kondisi janinnya karena pernah abortus dan sulit tidur. Saat pengkajian pasien tampak tegang.
  • Ansietas: Perasaan tidak nyaman atau kekawatiran yang samar disertai respon autonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
  • Batasan karakteristik yang muncul dikasus : khawatir, tegang dan insomnia.

REFERENSI:

Herdman, T. Heather. (2018). Nanda International Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018-2020, Edisi 10. Jakarta: EGC.

Soal 30. Seorang perempuan berusia 30 tahun G1P0A0 dengan umur kehamilan 12 minggu datang ke RS dengan keluhan mulas-mulas pada daerah perut bagian bawah dan keluar darah pervaginam sejak tadi pagi. Pasien mengatakan tadi pagi terpeleset di kamar mandi. Selain keluhan diatas, pasien beberapa kali mengungkapkan khawatir tentang keselamatan janinnya akibat keluhan yang dirasakan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan data vital sign suhu 37 C, nadi 100 x/menit, tekanan darah 120/90 mmHg, RR 24 x/menit, pada pemeriksaan dalam tidak didapatkan pembukaan servik hanya ada bercak darah di pembalut.

Apakah masalah keperawatan yang paling tepat pada kasus diatas ?

A.Dukacita

B.Ansietas

C.Nyeri akut

D.Resiko Infeksi

E.Resiko Perdarahan

JAWABAN: E. Resiko Perdarahan

TIPS MENJAWAB:

  • Seorang perempuan berusia 30 tahun G1P0A0 dengan umur kehamilan 12 minggu datang ke RS dengan keluhan mulas-mulas pada daerah perut bagian bawah dan keluar darah pervaginam sejak tadi pagi.
  • Riwayat terpeleset.
  • Ada bercak darah di pembalut.
  • Resiko perdarahan diangkat karena memiliki Batasan karakteristik yang dominan muncul dikasus.

REFERENSI:

Herdman, T. Heather. (2018). Nanda International Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2018-2020, Edisi 10. Jakarta: EGC.

Soal 31. Seorang perempuan umur 26 tahun datang ke kinik untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, hasil TTV normal, didapatkan hasil pemeriksaan tes kehamilan positif.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda?

A.Tanda pasti hamil

B.Tanda tidak pasti hamil

C.Tanda kemungkinan hamil

D.Tanda kurang pasti hamil

E.Tanda sangat pasti hamil

JAWABAN: C. Tanda kemungkinan hamil

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Didapatkan hasil pemeriksaan tes kehamilan positif.
  • Tanda kemungkinan hamil merupakan bukti probabilitas yang menunjukkan tanda-tanda dan gejala objektif yang dilengkapi dengan informasi yang berarti termasuk pemeriksaan laboratorium.

REFERENSI:

Lowdermilk DL, Perry SE, Cashion MC. (2013). Keperawatan maternitas edisi bahasa indonesia 8.

Soal 32. Seorang perempuan umur 21 tahun datang ke Poli KIA untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, pada saat dilakukan pemeriksaan fisik palpasi abdomen terasa gerakan janin dalam rahim, terdengar denyut jantung janin.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda?

A.Tanda pasti hamil

B.Tanda tidak pasti hamil

C.Tanda kemungkinan hamil

D.Tanda kurang pasti hamil

E.Tanda sangat pasti hamil

JAWABAN: A. Tanda pasti hamil

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Pemeriksaan fisik palpasi abdomen terasa gerakan janin dalam rahim, terdengar denyut jantung janin.
  • Tanda pasti hamil merupakan tanda positif /bukti absolut adanya janin yang akan terlihat kemudian dalam kehamilan.

REFERENSI:

Lowdermilk DL, Perry SE, Cashion MC . (2013). Keperawatan maternitas edisi bahasa indonesia 8.

Soal 33. Seorang perawat datang berkunjung kerumah klien untuk melakukan home care klien yang menderita Kanker Serviks Stadium IV. Ketika pengkajian klien mengatakan ke perawat bahwa jika saya dapat hidup lebih lama ingin melihat anaknya menikah, maka saya siap untuk mati setelahnya.

Berdasarkan kasus diatas manakah fase koping yang paling tepat dialami oleh klien?

A.Anger

B.Denial

C.Bargaining

D.Depression

E.Acceptance

JAWABAN: C. Bargaining

PEMBAHASAN RASIONAL:

  • Klien mengatakan ke perawat bahwa jika saya dapat hidup lebih lama ingin melihat anaknya menikah, maka saya siap untuk mati setelahnya.
  • Bargaining termasuk dalam lima tahap berduka.
  • Setelah kemarahan mulai pudar, mulai timbul perasaan bersalah diiringi dengan pikiran “kalau saja…” “seandainya..””jika…”.
  • Pada fase ini seseorang diam-diam akan membuat kesepakatan dengan Tuhan sebagai upaya melindungi diri dari rasa sakit. Fase ini adalah fase pertahanan yang paling lemah dalam melindungi seseorang dari kenyataan yang menyakitkan. Pada fase ini, seseorang mulai percaya terhadap apa yang sudah menimpanya.

REFERENSI:

Bobak, L. J. (2014). Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.

Soal 34. Seorang perempuan usia 25 tahun datang ke poli KIA pada tanggal 7 Februari 2021 untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setelah dilakukan pengkajian, ibu mengatakan ini hamil pertama. HPHT 22 November 2020. Pemeriksaan TTV dalam keadaan normal.

Apakah diagnosa obstetri yang tepat berdasarkan kasus di atas?

A.G1P0A0 UK 11 Minggu

B.G1P0A0 UK 12 Minggu

C.G1P0A1 UK 11 Minggu

D.G1P0A1 UK 12 Minggu

E.G2P0A1 UK  12 Minggu

JAWABAN: A.G1P0A0 UK 11 Minggu

TIPS MENJAWAB:

  • Tanggal kunjungan 7 Februari 2021
  • Ibu mengatakan ini hamil pertama
  • HPHT 22 November 2020
  • Ibu hamil anak pertama=> G1P0A0

Bulan November sisa 8 hari = 1 minggu 1 hari

Bulan desember 31 hari = 4 minggu 3 hari

Bulan Januari 31 hari = 4 minggu 3 hari

Bulan Februari 7 hari = 1 minggu

= 10 minggu 7 hari

= 11 minggu

REFERENSI:

Meraih Kehamilan: Teknik Menunda, Menghindari dan Mendapatkan Kehamilan dengan Metode Sehat Alami. M.T. Indiarti. 2018.

Soal 35. Seorang perempuan G2P1A01 usia kehamilan 20-21 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan perdarahan tanpa rasa nyeri sejak dua hari yang lalu. Hasil pemeriksaan diketahui TD 110/100 mmHg, Nadi 70x./ menit, RR 20x/menit, Suhu 36oC. Pemeriksaan leopold I presentasi bokong, leopold 2 punggung kanan, Leopold 3 belum masuk PAP, DJJ. 140x/menit. Ketika di USG didapatkan plasenta terletak rendah pada rahim sehingga menutup leher rahim.

Apakah komplikasi yang terjadi pada pasien tersebut?

A.Preeklamsi

B.Diabetes gestasional

C.Molahidratidosa

D.Plasenta previa

E.Solusio plasenta

JAWABAN: D. Plasenta previa

TIPS MENJAWAB:

  • Perdarahan tanpa rasa nyeri.
  • Ketika di USG didapatkan plasenta terletak rendah pada rahim sehingga menutup leher rahim.
  • Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.

REFERENSI:

Bobak, L. J. (2014). Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.

Soal 36. Seorang perempuan G1P0A0 usia kehamilan 38-39 minggu dalam proses persalian (Inprtu) ternyata setelah kepala lahir ,bayi tidak mengalami putaran paksi luar namun bahunya menyangkut di jalur lahir. Kondisi ini membuat proses persalinan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Apakah komplikasi yang terjadi pada pasien tersebut?

A.Preeklamsi

B.Partus lama

C.Distosia bahu

D.Oligohidroamnion

E.Solusio plasenta

JAWABAN: C. Distosia bahu

TIPS MENJAWAB:

  • Proses persalian (Inprtu) ternyata setelah kepala lahir, bayi tidak mengalami putaran paksi luar namun bahunya menyangkut di jalur lahir.
  • Distosia bahu adalah suatu kondisi kegawatdaruratan obstetri pada persalinan pervaginam dimana bahu janin gagal lahir secara spontan setelah lahirnya kepala janin.Tingkat insidensi distosia bahu kurang lebih sebesar 0,6 hingga 1,4% dari seluruh persalinan pervaginam.

REFERENSI:

Bobak, L. J. (2014). Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.

Soal 37. Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke poli KIA untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Pasien mengatakan ini hamil pertama dan lupa hari pertama haid terakhirnya. Saat dilakukan pemeriksaan diperoleh TFU 28 cm, TTV dalam batas normal.

Berapakah perkiraan usia kehamilan (dalam bulan) berdasarkan aturan Mc Donald?

A.4 bulan

B.5 bulan

C.6 bulan

D.7 bulan

E.8 bulan

JAWABAN: E.8 bulan

TIPS MENJAWAB:

  • Bila HPHT tidak diketahui, maka usia kehamilan dapat diperkirakan dari TFU.
  • Untuk mengukur kehamilan menurut teori Mc. Donald adalah, TFU x 2/7 = umur kehamilan dalam bulan, TFU x 8/7 = umur kehamilan dalam minggu. Jadi berdasarkan kasus : 28 X 2/7 = 8 bulan.

REFERENSI:

Panduan Pratikum Keperawatan Maternitas. Anik Puji Rahayu. 2016.

Soal 38. Seorang perempuan usia 28 tahun dengan G1P0A0 datang ke poli KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu lupa hari pertama haid terakhirnya. Hasil pemeriksaan diperoleh TTV dalam batas normal, TFU pertengahan 1-2 jari diatas simfisis.

Apakah diagnosa obstetri yang tepat berdasarkan kasus di atas?

A.G1P0A0 UK 12 minggu

B.G1P0A0 UK 13 minggu

C.G1P0A0 UK 14 minggu

D.G1P0A0 UK 15 minggu

E.G1P0A0 UK 16 minggu

JAWABAN: A.G1P0A0 UK 12 minggu

PEMBAHASAN RASIONAL:

Pada pemeriksaan didapatkan: TFU 1-2 jari di atas simfisis.

Menurut usia kehamilan, antara lain:

  • Sebelum bulan 3 TFU belum dpt diraba dari luar.
  • 12 mng: 1-2 jari diatas symphisis
  • 16 mng: pertengahan symphisis
  • 20mng: 3 jari bawah pusat
  • 24mng: setinggi pusat
  • 28 mng: 3 jari atas pusat
  • 32mng: pertengan px-pusat
  • 36mng: 3 jari bawah px
  • 40mng: pertengahan px-pusat

REFERENSI:

Buku ajar asuhan kebidanan pada ibu nifas. Ari Sulistyawati. 2009.

Soal 39. Seorang perempuan usia 22 tahun datang ke poliklinik KIA dengan keluhan terlambat haid, diketahui hari pertama haid terakhir tanggal 10 Oktober 2020, hasil pemeriksaan USG tampak kantung kehamilan.

Kapankah taksiran partus pada kasus tersebut?

A.17 Juni 2021

B.17 Juli 2021

C.18 Agustus 2021

D.18 September 2021

E.19 November 2021

JAWABAN: B. 17 Juli 2021

TIPS MENJAWAB:

  • Berdasarkan Teori Naegele, perkiraan tanggal persalinan berdasarkan HPHT= tanggal +7, bulan -3, tahun +1.
  • HPHT = 10-10-2020
  • TP= (tanggal 10+7)- (bulan 10-3)- (tahun 2020+1) = 17-07-2021

REFERENSI:

Panduan Pratikum Keperawatan Maternitas. Anik Puji Rahayu. 2016.

Soal 40. Seorang perempuan berusia 20 tahun sedang dirawat di PONEK UK 37-38 minggu dan belum ada pembukaan sampai saat ini, perawat memberikan instruksi kepada klien yang akan dijadwalkan untuk dilakukan section cesarea.

Apakah instruksi yang seharusnya diberikan perawat yang paling tepat?

A.Klien diposisikan lateral selama pemeriksaan

B.Penjelasan adanya komplikasi yang terjadi

C.Penandatanganan surat persetujuan sebelum prosedur

D.Istirahat yang cukup diperlukan setelah prosedur dijalani

E.Diperlukannya rawat inap 48 jam setelah prosedur dilakukan

JAWABAN: C. Penandatanganan surat persetujuan sebelum prosedur

TIPS MENJAWAB:

  • Perawat memberikan instruksi kepada klien yang akan dijadwalkan untuk dilakukan section cesarea.
  • Penandatanganan surat persetujuan sebelum prosedur atau informed consent adalah penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap pasien berhak mengetahui risiko dan manfaat dari tindakan medis yang akan dijalaninya.

REFERENSI:

Kemenkes RI, (2013). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. WHO.

Soal 41. Seorang perawat melakukan pengkajian pada cairan yang keluar dari vagina pasien yang melakukan kontrol ulang pasca persalinan hari ke-8. Hasil pengkajian diperoleh karakteristik cairan berwarna kuning kecoklatan.

Apakah jenis klasifikasi cairan tersebut?

A.Lochea rubra

B.Lochea serosa

C.Lochea sanguinolenta

D.Lochea alba

E.Lochea purulenta

JAWABAN: B. Lochea serosa

TIPS MENJAWAB:

  • Pasien pasca persalinan hari ke-8.
  • Hasil pengkajian diperoleh karakteristik cairan berwarna kuning kecoklatan.

REFERENSI:

Buku ajar asuhan kebidanan pada ibu nifas. Ari Sulistyawati. 2009.

Soal 42. Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 masuk ke UGD Kebidanan karena mengeluh mulas-mulas dan memasuki fase persalinan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan kepala janin sudah turun, bukaan 10 namun air ketuban masih utuh.

Menurut Anda apakah tindakan yang tepat dilakukan bedasarkan kasus di atas?

A.Pemeriksaan dalam ulang

B.Memimpin persalinan

C.Cek DJJ

D.Episiotomi

E.Amniotomi

JAWABAN: E. Amniotomi

TIPS MENJAWAB:

  • Kepala janin sudah turun
  • Bukaan 10
  • Air ketuban masih utuh
  • Amniotomi dilakukan apabila selaput ketuban utuh/belum pecah, telah terjadi pembukaan lengkap dan ibu meneran spontan. Perhatikan warna air yang keluar saat amniotomi. Jika terjadi pewarnaan mekonium pada air ketuban maka lakukan persiapan pertolongan bayi baru lahir karena kondisi tersebut menunjukkan adanya hipoksia intrauterin.

REFERENSI:

Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan Reproduksi Asosiasi Unit Pelatihan Klinik Organisasi Profesi. 2012.

Soal 43. Seorang perempuan umur 26 tahun P1A0 telah melahirkan 1 jam yang lalu secara spontan normal di VK RS. Dari hasil pemeriksaan didapatkan TTV dalam batas normal, pada saat proses persalinan ibu mengalami robekan derajat II. Luka robekan derajat II meliputi…….

A.mukosa vagina, komisura posterior

B.mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum

C.mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, Otot perineum

D.mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, otot perineum, Otot sfingter ani

E.mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, otot perineum, Otot sfingter ani, dinding depan rectum

JAWABAN: C. mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, Otot perineum

TIPS MENJAWAB:

  • Seorang perempuan umur 26 tahun P1A0 telah melahirkan 1 jam yang lalu secara spontan normal.
  • Ibu mengalami robekan derajat II.
  • Laserasi derajat II mengenai mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, Otot perineum.

REFERENSI:

Asuhan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Maryunani, dkk. 2014.

Soal 44. Seorang perempuan usia 25 tahun dengan P1001 datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi masalah kontrasepsi. Pasien mengatakan bahwa dia sudah mencoba kontrasepsi mulai dari pil, suntik dan IUD tapi semuanya dirasa tidak cocok. Pasien ingin tetap menggunakan kontrasepsi untuk menjarangkan memiliki anak tapi ingin kontrasepsi yang aman dan alami. Pasien memiliki siklus haid yang teratur dan selalu kurang dari 8 hari.

Apakah jenis kontrasepsi yang aman dan sesuai untuk pasien?

A.IUD

B.Kondom

C.Spermicida

D.Tubektomi

E.Pantang berkala

JAWABAN: E. Pantang berkala

TIPS MENJAWAB:

  • Seorang perempuan usia 25 tahun dengan P1001 datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi masalah kontrasepsi.
  • Dia sudah mencoba kontrasepsi mulai dari pil, suntik dan IUD tapi semuanya dirasa tidak cocok. Pasien ingin tetap menggunakan kontrasepsi untuk menjarangkan memiliki anak tapi ingin kontrasepsi yang aman dan alami.
  • KB Alami: coitus interuptus, pantang berkala dan ASI ekslusif.

REFERENSI:

BKKBN. 2020. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.

Soal 45. Perawat melakukan kunjungan rumah pada seorang wanita usia 43 tahun. Hasil pengkajian klien mengatakan akan bunuh diri apabila tidak diberi uang. Perawat telah mengkaji dan mengidentifikasi beratnya masalah risiko bunuh diri, isyarat, ancaman, dan percobaan bunuh diri. Pada keluarga, perawat telah mendiskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien.

Apakah tindakan keperawatan lanjutan yang dapat diberikan kepada keluarga?

A.Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya risiko bunuh diri

B.Jelaskan cara merawat anggota keluarga dengan risiko bunuh diri

C.Latih cara memberikan pujian hal positif pasien, memberikan dukungan pencapaian masa depan

D.Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan pujian

E.Evaluasi kegiatan keluarga dalam memberikan pujian dan penghargaan atas keberhasilan pasien

JAWABAN: A. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya risiko bunuh diri.

PEMBAHASAN RASIONAL:

Tindakan keperawatan yang dapat diberikan pada keluarga dengan anggota keluarga yang memiliki risiko bunuh diri antara lain: mengkaji masalah klien yang dirasakan keluarga dalam merawat klien; menjelaskan pengertian, tanda gejala, dan proses terjadinya bunuh diri; mendiskusikan cara merawat risiko bunuh diri dan memutuskan cara merawat sesuai dengan kondisi klien; melatih keluarga cara merawat risiko bunuh diri; melibatkan seluruh anggota keluarga menciptakan suasana positif.

TIPS MENJAWAB:

  • Pada kasus di atas perawat telah mendiskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasiendengan keluarga.
  • Maka tindakan lanjutan yang perawat dapat berikan pada keluarga adalah menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya risiko bunuh diri.
  • Pilihan jawaban A paling tepat.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Soal 46. Seorang laki-laki usia 39 tahun datang ke puskemas dengan kecemasan berat. Hasil pengkajian klien mengeluhkan sakit kepala, sulit tidur dan tidak mampu tidur dengan lelap selama kurang lebih 1 bulan, nafsu makan menurun, dan mengeluh cepat lelah.

Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

A.Mengkaji tanda dan gejala ansietas

B.Mengkaji kemampuan klien dalam mengurangi ansietas

C.Menjelaskan proses terjadinya ansietas

D.Melatih cara mengatasi ansietas dengan tarik napas dalam

E.Membantu klien melakukan Latihan sesuai dengan jadwal kegiatan harian

JAWABAN: B. Mengkaji kemampuan klien dalam mengurangi ansietas

PEMBAHASAN RASIONAL:

Tindakan keperawatan pada klien dengan ansietas:

  • Kaji tanda dan gejala ansietas.
  • Kaji kemampuan klien dalam mengurangi ansietas.
  • Jelaskan proses terjadinya ansietas.
  • Latih cara mengatasi ansietas dengan tarik napas dalam.
  • Latih cara mengatasi ansietas dengan distraksi: bercakap-cakap hal positif, dll.
  • Latih cara mengatasi ansietas dengan hipnotis lima jari yang fokus pada hal positif.
  • Latih cara mengatasi ansietas dengan kegiatan spiritual.
  • Bantu klien untuk melakukan Latihan sesuai dengan jadwal kegiatan.
  • Pada kasus ini perawat telah mengkaji tanda dan gejala ansietas yang dialami oleh klien, maka tindakan yang tepat selanjutnya adalah mengkaji kemampuan klien dalam mengurangi ansietas.

TIPS MENJAWAB:

  • Perhatikan pernyataan: klien mengeluhkan sakit kepala, sulit tidur dan tidak mampu tidur dengan lelap selama kurang lebih 1 bulan, nafsu makan menurun, dan mengeluh cepat lelah. Hal tersebut merupakan tanda dan gejala ansietas. Dalam kasus ini perawat telah melakukan pengkajian tanda dan gejala ansietas yang dialami oleh klien, maka tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengkaji kemampuan klien mengatasi ansietasnya.
  • Pilihan jawaban B paling tepat.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Soal 47. Seorang wanita usia 34 tahun diantar ke RSJ oleh keluarga karena sering berkata kasar. Hasil pengkajian pasien mengeluh dirinya buruk rupa, selalu gagal dalam semua hal, merasa malu dengan keadaannya. Pasien tampak kotor dan bau, kontak mata kurang, ekspresi muka datar, cenderung mengurung diri di kamar.

Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut?

A.Risiko perilaku kekerasan

B.Harga diri rendah

C.Defisit perawatan diri

D.Isolasi sosial

E.Risiko bunuh diri

JAWABAN: B. Harga diri rendah

PEMBAHASAN RASIONAL:

Harga diri rendah adalah evaluasi diri/perasaan negatif tentang diri sendiri atau kemampuan diri.

Tanda dan gejala mayor:

Subjektif: menilai diri negatif/mengkritik diri; merasa tidak berarti/berharga; merasa malu/minder; merasa tidak mampu melakukan apapn; meremehkan kemampuan; merasa tidak memiliki kelebihan. Objektif: berjalan dan postur tubuh menunduk; kontak mata kurang; lesu dan tidak bergairah; bicara pelan dan lirih; ekpresi muka datar; pasif.

TIPS MENJAWAB:

Perhatikan pernyataan: pasien mengeluh dirinya buruk rupa, selalu gagal dalam semua hal, merasa malu dengan keadaannya, kontak mata kurang,dan ekspresi muka datar. Hasil pengkajian saat ini/here and now, data yang diungkapkan berulang-ulang yaitu yang merendahkan diri sendiri menjadi masalah utama, sehingga diagnosa keperawatan utama pada pasien adalah harga diri rendah.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Soal 48. Seorang wanita berusia 56 tahun dirawat di RSJ sejak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian pasien menarik diri, menolak melakukan interaksi, afek sedih, tidak ada kontak mata, tampak lesu, menghindari interaksi dengan perawat, mengatakan dirinya hanya sendirian di dunia ini.

Apakah rencana keperawatan pada kasus tersebut?

A.Diskusikan keuntungan melakukan kegiatan bersama orang lain

B.Diskusikan keuntungan berinteraksi dengan orang lain

C.Latih cara berkenalan

D.Latih bercakap-cakap saat melakukan kegiatan sehari-hari

E.Latih kegiatan sosial berbelanja, ke rumah ibadah, dal lain-lain

JAWABAN: B. Diskusikan keuntungan berinteraksi dengan orang lain

PEMBAHASAN RASIONAL:

Rencana keperawatan yang dapat diberikan pada pasien dengan isolasi sosial antara lain:

  • Kaji tanda dan gejala , penyebab isolasi social.
  • Jelaskan proses terjadinya isolasi social.
  • Diskusikan keuntungan berinteraksi dengan orang lain.
  • Diskusikan keuntungan melakukan kegiatan bersama orang lain.
  • Latih pasien cara berkenalan.
  • Latih pasien cara bercakap-cakap.
  • Latih pasien kegiatan social.

TIPS MENJAWAB:

Pada kasus di atas perawat telah melakukan pengkajian pada pasien. Seluruh pilihan jawaban merupakan tindakan untuk mengatasi isolasi sosial. Pilihan A, C, D, dan E merupakan tindakan keperawatan pasien setelah mendiskusikan keuntungan berinteraksi dengan orang lain, sehingga pilihan yang tepat adalah B.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Soal 49. Seorang laki-laki berusia 39 tahun dirawat di RSJ sejak 5 hari yang lalu. Hasil pengkajian pasien menarik diri, afek sedih, kulit, rambut, gigi, dan kuku tampak kotor. Pasien menolak melakukan perawatan diri, termasuk mandi dan berpakaian.

Apakah tujuan tindakan keperawatan pada kasus tersebut?

A.Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya

B.Pasien mampu mengontrol perilaku marahnya

C.Pasien menunjukkan perilaku meingkatnya harga diri

D.Pasien mampu mengontrol halusinasinya

E.Pasien mampu melakukan kebersihan diri

JAWABAN: E. Pasien mampu melakukan kebersihan diri

PEMBAHASAN RASIONAL:

Tujuan asuhan keperawatan pada pasien dengan DPD antara lain secara kognitif pasien mampu menjelaskan perawatan diri, mengidentifikasi masalah, dan mengetahui cara perawatan diri; secara psikomotor pasien mampu melakukan kebersihan diri, memenuhi kebutuhan makan dan minum, melakukan eliminasi BAB dan BAK, menciptakan lingkungan yang bersih dan aman; secara afektif mampu merasa nyaman, merasakan manfaat, dan mempertahankan perawatan diri.

TIPS MENJAWAB:

  • Perhatikan pernyataan: kulit, rambut, gigi, dan kuku tampak kotor. Pasien menolak melakukan perawatan diri, termasuk mandi dan berpakaian. Hal ini merupakan data utama yang menunjukkan pasien mengalami defisit perawatan diri, sehingga tujuan keperawatan adalah membuat pasien mampu melakukan kebersihan diri.
  • Pilihan A, B, C, dan D bukan tujuan keperawatan pada masalah keperawatan defisit perawatan diri.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Soal 50. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan post luka bakar pada area wajah. Hasil pengkajian klien merasa malu dengan kondisi wajahnya saat ini, merasa rendah diri karena dirinya tidak cantik lagi. Klien berbicara dengan pelan dan lirih, kontak mata kurang, lebih sering menunduk.

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

A.Ansietas

B.Gangguan citra tubuh

C.Harga diri rendah situasional

D.Ketidakberdayaan

E.Berduka disfungsional

JAWABAN: C. Harga diri rendah situasional

PEMBAHASAN RASIONAL:

Harga diri rendah situasional adalah munculnya persepsi negatif tentang makna diri sebagai respons terhadap situasi saat ini.

Tanda dan gejala mayor:

Subjektif: menilai diri negatif, merasa malu atau bersalah, menolak penilaian positif tentang diri sendiri. Objektif: berbicara pelan dan lirih, menolak berinteraksi denganorang lain, berjalan menunduk.

Tanda dan gejala minor:

Subjektif: kurang konsentrasi. Objektif: Kontak mata kurang, lesu dan tidak bergairah, pasif, tidak mampu membuat keputusan.

TIPS MENJAWAB:

  • Perhatikan pernyataan: klien merasa malu dengan kondisi wajahnya saat ini, merasa rendah diri karena dirinya tidak cantik lagi, klien berbicara dengan pelan dan lirih, kontak mata kurang, lebih sering menunduk. Data ini menunjukkan pasien mengalami harga diri rendah situasional.
  • Pilihan A, B, E dan E tidak didukung oleh data yang ditampilkan pada kasus, sehingga pilihan jawaban yang paling tepat adalah C.

REFERENSI:

Keliat, B.A. dkk. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

B. Latihan Tryout Ukom Ners

Simulasi try out ukom profesi ners, Uji kemampuanmu sekarang! Ada 20 soal berbeda tiap paket!

  • Soal Ukom Ners Paket 1 (KLIK MULAI)
  • Soal Ukom Ners Paket 2 (KLIK MULAI)
  • Soal Ukom Ners Paket 3 (KLIK MULAI)
  • Soal Ukom Ners Paket 4 (KLIK MULAI)
  • Soal Ukom Ners Paket 5 (KLIK MULAI)

Mungkin kamu juga butuh referensi! Download Kumpulan Ebook Kuliah Keperawatan GRATIS!

Jangan lupa, untuk bagikan kumpulan soal ukom ners dan simulasi try out ukom ners ini yah! Kamu pasti lulus ukom, GANBATTE!

4.7/5 – (36 votes)

KAMI ADA DI APLIKASI Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 Komentar

  1. Itu bagaimana cara mendapatkan latihan soal tryout ukom kak di Dinas.id ini yang 5paket buat profesi ners ini

  2. Terimah Kasih ini sangat membantu untuk persiapan ukom nnti
    Ini kapan iyaa baru bisa dapat soal try out yang 5 paket itu kak