Soal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

soal asal usul nenek moyang bangsa Indonesia

Soal Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal Sejarah Indonesia Kelas 10, X KD 3.3 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia.

Rangkuman Materi Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Bertolak dari pendapat para ahli tersebut, terdapat hal menarik tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pertama, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan dan Campa. Argumen merujuk pada pendapat Moh. Ali dan Kern bahwa sekitar tahun 3000 SM-1500 SM terjadi gelombang perpindahan bangsa-bangsa di Yunan dan Campa sebagai akibat desakan bangsa lain dari Asia Tengah yang lebih kuat. Argumen ini diperkuat dengan adanya persamaan bahasa, nama binatang, dan nama peralatan yang dipakai di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.

Kedua, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Argumen ini merujuk pada pendapat Moh. Yamin yang didukung dengan penemuan fosil-fosil dan artefak-artefak manusia tertua di wilayah Indonesia dalam jumlah yang banyak. Sementara, fosil dan artefak manusia tertua jarang ditemukan di daratan Asia. Sinanthropus Pekinensis yang ditemukan di Cina dan diperkirakan sezaman dengan Pithecantropus Erektus dari Indonesia, merupakan satu-satunya penemuan fosil tertua di daratan Asia.

Ketiga, masyarakat awal yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Oleh karena itu, bangsa Melayu ditempatkan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia. Argumen ini merujuk pada pendapat Hogen yang berpendapat bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatra.

Bangsa Melayu yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua

Orang Proto Melayu telah pandai membuat alat bercocok tanam, membuat barang pecah belah, dan alat perhiasan. Kehidupan mereka berpindah-pindah. Bangsa ini memasuki Indonesia melalui dua jalur, yaitu:

  • Jalan barat dari Semenanjung Malaka ke Sumatera dan selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.
  • Jalan timur dari Semenanjung Malaka ke Filiphina dan Minahasa, serta selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Bangsa Proto Melayu memiliki kebudayaan yang setingkat lebih tinggi dari kebudayaan Homo Sapiens di Indonesia.

Kebudayaan mereka adalah kebudayaan batu muda (neolitikum). Hasil-hasil kebudayaan mereka masih terbuat dari batu, tetapi telah dikerjakan dengan baik sekali (halus).

Kapak persegi merupakan hasil kebudayaan bangsa Proto Melayu yang masuk ke Indonesia melalui jalan barat dan kapak lonjong melalui jalan timur. Keturunan bangsa Proto Melayu yang masih hidup hingga sekarang diantaranya adalah suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, dan Papua.

BACA JUGA:  Soal Standar Pengelolaan Bahan Kimia di Tempat Kerja

  1. Bangsa Deutro Melayu atau Melayu Muda

Sejak tahun 5000 SM, bangsa Deutro Melayu memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang melalui jalan barat. Deutro Melayu hidup secara berkelompok dan tinggal menetap di suatu tempat.

Kebudayaan bangsa Deutro Melayu lebih tinggi dari kebudayaan bangsa Proto Melayu. Hasil kebudayaan mereka terbuat dari logam (perunggu dan besi).

Kebudayaan mereka disebut dengan kebudayaan Dongsong, yaitu suatu nama kebudayaan dari daerah Tonkin yang memiliki kesamaan dengan kebudayaan bangsa Deutro Melayu.

Daerah Tonkin diperkiraan merupakan tempat asal bangsa Deutro Melayu, sebelum menyebar ke wilayah Indonesia.

Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang penting di Indonesia adalah kapak corong atau kapak sepatu, nekara, dan bejana perunggu. Keturunan bangsa Deutro Melayu yang masih hidup hingga sekarang diantaranya adalah suku bangsa Melayu, Batak, Minang, Jawa, dan Bugis.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Suku bangsa yang merupakan keturunan dari bangsa Proto Melayu adalah…

a. Dayak, Melayu, dan Batak

b. Dayak, Batak, dan Toraja

c. Melayu, Jawa, dan Minangkabau

d. Batak, Jawa, dan Toraja

e. Jawa, Toraja, dan Minangkabau

2. Kebudayaan yang dihasilkan oleh bangsa Proto Melayu adalah….

a. kapak corong dan flakes

b. kapak pendek dan kapak bahu

c. kapak perimbas dan kapak corong

d. kapak persegi dan kapak lonjong

e. pebble dan hache courte

3. Secara arkeologis, bangsa Deutero Melayu memasuki wilayah Indonesia sejak tahun….

a. 50 SM

b. 100 SM

c. 500 SM

d. 1000 SM

e. 1500 SM

4. Suku bangsa di wilayah Indonesia yang merupakan keturunan dari bangsa Deutero Melayu adalah suku bangsa…

a. Papua

b. Dayak

c. Bugis

d. Batak

e. Toraja

5. Bangsa Deutero Melayu sudah menghasilkan peralatan yang terbuat dari…

a. tulang

b. logam

c. kayu

d. tanah liat

e. Batu

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. b → Pembahasan: Suku bangsa yang merupakan keturunan dari bangsa Proto Melayu adalah Dayak, Batak, dan Toraja.
  2. d → Pembahasan: Kebudayaan yang dihasilkan oleh bangsa Proto Melayu adalah kapak persegi dan kapak lonjong.
  3. C → Pembahasan: Secara arkeologis, bangsa Deutero Melayu memasuki wilayah Indonesia sejak tahun 500 SM.
  4. C → Pembahasan: Suku bangsa di wilayah Indonesia yang merupakan keturunan dari bangsa Deutero Melayu adalah suku bangsa Bugis.
  5. B → Pembahasan: Bangsa Deutero Melayu sudah menghasilkan peralatan yang terbuat dari logam.

Kami sertakan file download untuk file di atas, silahkan klik link di bawah dan ikuti proses pengunduhannya, terima kasih!

DOWNLOAD SOAL

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS Modul Sejarah Indonesia Kelas 10, X SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.