Soal Kebutuhan Fisiologis Ibu Bersalin

soal kebutuhan fisiologis ibu bersalin

Soal Kebutuhan Fisiologis Ibu Bersalin – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh soal UAS, UTS mahasiswa D3, D4, S1 dan profesi jurusan kebidanan. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi kebutuhan fisiologis ibu bersalin.

Soal dan Kunci Jawaban Kebutuhan Fisiologis Ibu Bersalin

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Kebutuhan fisiologis ibu bersalin merupakan suatu kebutuhan dasar pada ibu bersalin yang harus dipenuhi agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar dan fisiologis.

Bacaan Lainnya

Kebutuhan dasar ibu bersalin yang harus diperhatikan bidan untuk dipenuhi yaitu: kebutuhan oksigen, cairan dan nutrisi, eliminasi, hygiene (kebersihan personal), istirahat, posisi dan ambulasi, pengurangan rasa nyeri, penjahitan perineum (jika diperlukan), serta kebutuhan akan pertolongan persalinan yang terstandar. Pemenuhan kebutuhan dasar ini berbeda-beda, tergantung pada tahapan persalinan, kala I, II, III atau IV.

Pada kala I, kebutuhan dasar fisiologis yang harus diperhatikan bidan adalah kebutuhan oksigen, cairan dan nutrisi, eliminasi, personal hygiene terutama vulva hygiene, istirahat, posisi dan ambulasi, dan pengurangan rasa nyeri. Pemenuhan kebutuhan ini bertujuan untuk mendukung proses persalinan kala I yang aman dan lancar, serta mendukung proses persalinan kala II.

Selama kala II persalinan, bidan harus tetap membantu dan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan fisiologis pada ibu bersalin meliputi kebutuhan oksigen, cairan, eliminasi (apabila tidak memungkinkan dapat dilakukan kateterisasi), istirahat, posisi, dan pertolongan persalinan yang terstandar.

Kebutuhan fisiologis pada kala III yang harus dipenuhi diantaranya: kebutuhan oksigen, cairan dan nutrisi, eliminasi, dan kebutuhan akan pertolongan persalinan yang terstandar. Sedangkan pada kala IV, berupa kebutuhan oksigen, cairan dan nutrisi, eliminasi, hygiene (kebersihan personal), istirahat, dan penjahitan perineum (jika diperlukan).

BACA JUGA:  Soal Materi Ukuran Posisi

Soal Essay

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban paling benar!

1) Apa sajakah bahaya yang dapat ditimbulkan pada ibu dan bayi apabila ibu bersalin mengalami dehidrasi dan hipoglikemi?

2) Sebutkan hal-hal yang dapat terjadi apabila kebutuhan eliminasi pada ibu bersalin tidak dipenuhi !

3) Sebutkan bentuk tindakan personal hygiene pada ibu bersalin kala I yang dapat dilakukan ibu maupun bidan!

4) Pada saat meneran (kala II awal), ibu tidak dianjurkan untuk berbaring telentang. Jelaskan alasannya !

5) Jelaskan cara meneran yang benar!

Kunci Jawaban

1) Dehidrasi dan hipoglikemia pada ibu bersalin dapat mengakibatkan komplikasi persalinan baik ibu maupun janin. Pada ibu, akan mempengaruhi kontraksi/his, sehingga akan menghambat kemajuan persalinan dan meningkatkan insiden persalinan dengan tindakan, serta dapat meningkatkan risiko perdarahan postpartum. Pada janin, akan mempengaruhi kesejahteraan janin, sehingga dapat mengakibatkan komplikasi persalinan seperti asfiksia.

2) Kebutuhan eliminasi yang tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan kandung kemih penuh. Kandung kemih yang dibiarkan penuh pada ibu bersalin akan mengakibatkan:

  • Menghambat proses penurunan bagian terendah janin ke dalam rongga panggul, terutama apabila berada di atas spina isciadika
  • Menurunkan efisiensi kontraksi uterus/his
  • Mengingkatkan rasa tidak nyaman yang tidak dikenali ibu karena Bersama dengan munculnya kontraksi uterus
  • Meneteskan urin selama kontraksi yang kuat pada kala II
  • Memperlambat kelahiran plasenta
  • Mencetuskan perdarahan pasca persalinan, karena kandung kemih yang penuh menghambat kontraksi uterus.
BACA JUGA:  Soal Pencegahan Kecelakaan Pada Anak

3) Tindakan personal hygiene pada kala I:

  • Melakukan vulva hygiene menggunakan kapas DTT oleh bidan
  • Mandi (jika masih memungkinkan)

4) Alasan ibu tidak dianjurkan berbaring telentang pada saat meneran adalah:

  1. Hipotensi (beresiko terjadinya syok dan berkurangnya suplai oksigen dalam sirkulasi uteroplacenter, sehingga mengakibatkan hipoksia bagi janin),
  2. Rasa nyeri yang bertambah
  3. Kemajuan persalinan bertambah lama
  4. Ibu mangalami gangguan untuk bernafas
  5. Buang air kecil terganggu
  6. Mobilisasi ibu kurang bebas, ibu kurang semangat
  7. Dapat mengakibatkan kerusakan pada syaraf kaki dan punggung.

5) Cara meneran yang benar yaitu:

  1. Menganjurkan ibu untuk meneran sesuai dorongan alamiah selama kontraksi berlangsung.
  2. Hindari menahan nafas pada saat meneran. Menahan nafas saat meneran mengakibatkan suplai oksigen berkurang.
  3. Menganjurkan ibu untuk berhenti meneran dan istirahat saat tidak ada kontraksi/his
  4. Apabila ibu memilih meneran dengan posisi berbaring miring atau setengah duduk, maka menarik lutut ke arah dada dan menempelkan dagu ke dada akan memudahkan proses meneran
  5. Menganjurkan ibu untuk tidak menggerakkan anggota badannya (terutama pantat) saat meneran. Hal ini bertujuan agar ibu fokus pada proses ekspulsi janin.
  6. f) Bidan sangat tidak dianjurkan untuk melakukan dorongan pada fundus untuk membantu kelahiran janin, karena dorongan pada fundus dapat meningkatkan distosia bahu dan ruptur uteri.

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS mahasiswa D3, D4, S1 dan profesi jurusan kebidanan yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Bidan Hebat!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.