Soal Ancaman Pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965

soal ancaman pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965

Soal Ancaman Pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965 – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal Sejarah Indonesia Kelas 12, XII KD 3.1 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang ancaman pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965.

Advertisements

Rangkuman Materi Ancaman Pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Peristiwa Madiun adalah sebuah konflik kekerasan yang terjadi di Jawa Timur bulan September-Desember 1948. Peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya negara Soviet Republik Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di Madiun oleh Muso, seorang tokoh Partai Komunis Indonesia yang didukung oleh Front demokrasi rakyat yang dibentuk oleh mantan Perdana mentri Amir Syarifudin.

Bacaan Lainnya

Pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh disebabkan oleh kegagalannya dalam perundingan Renville yang sangat merugikan Indonesia.

Bersamaan dengan itu terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Madiun, baik itu tokoh sipil maupun militer di pemerintahan ataupun tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Pada tanggal 19 September 1948 Ketika terdengar berita bahwa di Madiun telah terjadi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh PKI Muso, maka dengan presiden Soekarno memberi perintah langsung kepada Jendral Soedirman untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

G 30S PKI merupakan gerakan yang tujuan utamanya untuk menurunkan (mengkudeta) presiden RI pertama, Soekarno agar dapat menguasai Indonesia dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Sebelum mulainya gerakan G30S PKI, awal mula kecurigaan masyarakatnya terjadi pada bulan Juli 1959 ketika parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden dengan PKI berdiri di belakang, memberikan dukungan penuh kepada presiden Soekarno.

Penolakan rencana embenrukan angakatan ke 5 yang dikemuakkan oleh PKI memnjadi pemeicu semakin ekruhnya suasana terutama dalam hubungan internal antara AD dan PKI.

PKI meniupkan isu tentang dewan jenderal di tubuh AD yang tengah mempersiapkan suatu kudeta.

Kekacauan ini memicu adanya gerakan G30S PKI. Peristiwa G30S/PKI dimulai pada tanggal 1 Oktober dini hari, dimana kelompok pasukan bergerak dari Lapangan Udara Halim Perdana kusuma menuju daerah selatan Jakarta untuk menculik 7 jendral yang semuanya merupakan anggota dari staf tentara.

Ketujuh target merupakan jenderal TNI. Ketujuhnya yakni Ahmad Yani, M.T. Haryono, D.I. Panjaitan, Soeprapto, S. Parman, Sutoyo, dan target utamanya adalah Jendral Abdul Harris Nasution.

G 30S PKI merupakan gerakan yang tujuan utamanya untuk menurunkan (mengkudeta) presiden RI pertama, Soekarno agar dapat menguasai Indonesia dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Sebelum mulainya gerakan G30S PKI, awal mula kecurigaan masyarakatnya terjadi pada bulan Juli 1959 ketika parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden dengan PKI berdiri di belakang, memberikan dukungan penuh kepada presiden Soekarno.

Penolakan rencana embenrukan angakatan ke 5 yang dikemuakkan oleh PKI memnjadi pemeicu semakin ekruhnya suasana terutama dalam hubungan internal antara AD dan PKI.

PKI meniupkan isu tentang dewan jenderal di tubuh AD yang tengah mempersiapkan suatu kudeta.

Kekacauan ini memicu adanya gerakan G30S PKI. Peristiwa G30S/PKI dimulai pada tanggal 1 Oktober dini hari, dimana kelompok pasukan bergerak dari Lapangan Udara Halim Perdana kusuma menuju daerah selatan Jakarta untuk menculik 7 jendral yang semuanya merupakan anggota dari staf tentara.

Ketujuh target merupakan jenderal TNI. Ketujuhnya yakni Ahmad Yani, M.T. Haryono, D.I. Panjaitan, Soeprapto, S. Parman, Sutoyo, dan target utamanya adalah Jendral Abdul Harris Nasution.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Sejak Juni 1948 para tokoh PKI mengerahakan massa untuk melancarkan aksi sepihak ke daerah Surakarta, Solo, Kediri, dan Puwadadi, adapun saran yang disampaikan para Tokoh PKI seperrti tercantum di bawah ini yaitu…

A. Menduduki kentor pemerintahan.

B. Menculik para tokoh PKI.

C. Melucuti persenjataan anggota militer.

D. Mengambil alih tempat-tempat strategis.

E. Merebut tanah milik bangsawan.

2. Pemberontakan PKI di Madiun 1948 berkaitan erat dengan kebijakan Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA). Indikator yang mendukung pernyataan tersebut adalah…

A. TNI tidak berhasil menyatukan unsur KNIL Ke dalam tubuh APRIS sebagai unsur keamanan RIS.

B. Kabinet Hatta melakukan pengurangan terhadap TNI yang dianggap menjadi beban anggran negara.

C. Amir Syarifudin menghimpun anggota tentara yang tersingkir untuk melakukan pemberontakan.

D. Rera akan bermetamorfosis menjadi FDR yang kelak akan melakukan di pemberontakan di Madiun.

E. Rera dipimpin oleh Muso dan Alimin.

3. Latihan kemiliteran kader-kader PKI di daerah Lubang Buaya adalah sebagai persiapan untuk…

A. Merebut kekuasaan pemerintahan.

B. Mengepung bandara Halim Perdanakusuma.

C. Merebut RRI dan PN telekomunikasi.

D. Mengamankan daerah Lubang Buaya.

E. Mengkoordinasikan kegiatan di Lubang Buaya.

4. Gerakan yang terjadi tanggal 30 September 1965 menimbulkan perubahan yang besar pada keberlangsungan Negara Indonesia. Salah satu dampak yang timbul dari gerakan tersebut adalah…

A. Pergantian sistem demokrasi terpimpin menjadi demokrasi parlementer.

B. Dijalankannya program reorganisasi dan rasionalisasi.

C. Munculnya Supersemar.

D. Munculnya Trikora dari masyarakat.

E. Pembubaran negara federal RIS.

5. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia belum berakhir. Selain ancaman dari pihak asing yang ingin kembali menjajah, bangsa Indonesia menghadapi ancaman dari bangsa Indonesia sendiri. Salah satunya adalah gerakan komunis yang ingin mnedirikan negara komunis Indonesia. Partai Komunis Indonesia sudah melakukan pemberontakan berulang kali sejak tahun 1926. Puncaknya, terjadi peristiwa G30 S/PKI tahun 1965. Bahaya komunis juga dianggap sebagai bahaya laten yang harus diwaspadai. Hal mendasar yang menyebabkan paham komunis tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang pancasilais adalah ….

A. Komunisme sering melakukan aksi demonstrasi dan perusakan.

B. Komunisme bersifat ateis tidak mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

C. Komunisme menginginkan bentuk negara komunis.

D. Komunisme berasal dari negara blok timur yang berlawanan dengan blok barat.

E. Pancasila merupakan ide presiden Sukarno yang beraliran liberal, bukan komunis.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. D → Pembahasan: Sejak Juni 1948 para tokoh PKI mengerahakan massa untuk melancarkan aksi sepihak ke daerah Surakarta, Solo, kediri, dan Puwadadi, adapu saran yang disampaikan para Toko PKI seperrti tercantum di bawah ini Mengambil alih tempat-tempat strategis.
  2. C → Pembahasan: Pemberontakan PKI di Madiun 1948 berkaitan erat dengan kebijakan Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA). Rera merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh kabinet Hatta melalaui Penetapan Presiden No.14 tanggal 4 Mei 1948 Kabinet Hatta mentayakan dalam sidang BPKNIP menyatakan bahwa RERA dilaksanakan karena telah terjadi penggunaan tenaga manusia yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga jikalau tidak dilakukan rasionalisasi maka negara akan mengalami inflasi yang sedemikian parah.Untuk setiap orang yang terkena rasionalisasi harus mendapatkan lapangan kerja yang baru untuk mendapatkan penghidupan yang layak.
  3. E → Pembahasan: Latihan kemiliteran kader-kader PKI di daerah Lubang Buaya adalah sebagai persiapan untuk Mengkoordinasikan kegiatan di Lubang Buaya.
  4. D → Pembahasan: Gerakan yang terjadi tanggal 30 September 1965 menimbulkan perubahan yang besar pada keberlangsungan Negara Indonesia. Salah satu dampak yang timbul dari gerakan Kondisi politik bangsa menjadi tidak stabil karena adanya pertentangan di para penyelenggara dan lembaga negara. Timbulnya demonstrasi besar yang dilakukan oleh rakyat, mahasiswa, KAMI dan KAPPI. Yang mengatasnamakan gerakan tersebut dengan TRITURA.
  5. B → Pembahasan: Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia belum berakhir. Selain ancaman dari pihak asing yang ingin kembali menjajah, bangsa Indonesia menghadapi nacaman dari bangsa Indonesia sendiri. Salah satunya adalah gerakan komunis yang ingin mnedirikan negara komunis Indonesi. Partai Komunis Indonesia sudah melakukan pemberontakan berulang kali sejak tahun 1926. Puncaknya, terjadi peristiwa G30 S/PKI tahun 1965.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS Modul Sejarah Indonesia Kelas 12, XII SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Yuk, Kami juga Ada di Google News, KLIK DISINI!

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar