Soal Identifikasi, Pengukuran, dan Analisis Variabel

soal identifikasi, pengukuran, dan analisis variabel

Soal Identifikasi, Pengukuran, dan Analisis Variabel – Dalam edisi UAS, UTS mahasiswa jurusan keperawatan dan profesi ners, yuk simak kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi dasar-dasar soal identifikasi, pengukuran, dan analisis variabel.

Soal dan Kunci Jawaban Soal Identifikasi, Pengukuran, dan Analisis Variabel

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

  • Variabel mempunyai tiga ciri yaitu (1) merupakan karakteristik subyek riset, (2) dapat diukur dan diobservasi, dan (3) ada variasi.
  • Identifikasi variabel harus sinkron dengan rumusan masalah riset dan dikelompokan varibel menjadi variabel bebas, variabel antara, atau variabel tergantung.
  • Definisi variabel ada dua macam yaitu definisi teoritis dan definisi operasional. Definisi teoritis adalah definisi sesuai teori atau ilmu yang telah dibakukan. Definisi operasional adalah definisi yang diberikan oleh periset agar variabel dapat diukur dan diobservasi.
  • Definisi operasional variabel harus dapat menggambarkan apa yang hendak diukur, alat ukur yang digunakan, cara mengukur, dan hasil ukur yang diperoleh.
  • Alat pengukuran variabel yang disebut alat ukur. Syarat alat ukur variabel (1) valid (sahih), (2) reliabel (ajeg), (3) spesifitas, dan (4) sensistifitas.
  • Alat ukur dikelompokkan menjadi tiga yaitu (1) pabrikasi, (2) standar pakar, dan (3) buatan periset.
  • Syarat alat ukur pabrikasi dan standar pakar agar tetap valid, reliabel, dan sensitifitas secara bertahap perlu dilakukan kalibrasi. Syarat alat ukur buatan periset harus dilakukan uji coba sebelum digunakan dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
  • Cara mengukur variabel dikelompokan menjadi dua yaitu cara langsung atau tidak langsung dan harus memenuhi syarat akurasi dan presisi.
  • Skala data dalam riset dapat disingkat NOOR INTRA yaitu NOminal, ORdinal, INTerval, dan RAsio, yang merupakan urutan skala data dari tingkat bawah ke atas.
  • Skala data nominal artinya hasil pengumpulan data periset hanya sekedar membedakan atau mengelompokan.
  • Skala data ordinal artinya hasil pengumpulan data periset dapat dibedakan dan diurutkan.
  • Skala data interval artinya hasil pengumpulan data periset dapat diukur perbedaan satu dengan yang lain dan dapat dilakukan operasi matematika (tambah, kurang, perkalian, pembagian). Skala data rasio artinya hasil pengumpulan data periset sama dengan interval dan memiliki nilai nol mutlak.
  • Data agar dapat dibaca dan dipahami dengan mudah oleh periset dan orang lain harus disederhanakan, menggunakan metode analisis.
  • Data hasil riset kuantitatif dapat dianalisis dengan uji statistika, sedangkan data yang diuji disebut statistik. Data yang berasal dari populasi tidak perlu uji statistika. Hasil pengukuran statistik disimbolkan dengan huruf kecil dan parameter disimbolkan dengan huruf Yunani.
  • Syarat uji statistika harus mempunyai (1) hipotesis statistik atau hipotesis yang dirumuskan setelah data dikumpulkan dan (2) alpha ( ) atau tingkat kemaknaan, pada riset kesehatan biasa menggunakan 0,05.
  • Uji statistika yang digunakan harus disesuaikan dengan skala data yang dimiliki oleh variabel. Riset kuantitatif sebelum dilakukan uji statistika perlu dilakukan analisis deskriptif khususnya ukuran pemusatan.
  • Tujuan analisis statistik deskriptif riset kuantitatif adalah (1) membandingkan hasil analisis dengan target, (2) membandingkan hasil analisis dengan hasil riset orang lain atau riset sebelumnya, (3) membandingkan hasil analisis dengan ukuran-ukuran lain yang memiliki skala yang lebih luas, (4) membandingkan dengan indikator yang ada, dan (5) melihat trend (kecenderungan) dari waktu ke waktu.
  • Tujuan uji statistik pada hipotesis dilakukan dengan membandingkan (mengembalikan) keputusan yang diambil melalui uji statistik (H0 diterima atau ditolak) ke hipotesis riset.Metode dan interpretasi uji statistika yaitu (1) penetapan hipotesis statistik (H0 dan H1), (2) penentuan tingkat kemaknaan ( ) paling sering 0,05, (3) pemilihan uji statistik, (4) penghitungan / uji statistik, (5) keputusan uji dan penarikan kesimpulan didasarkan pada penerimaan dan penolakan hipotesis nol (H0).
BACA JUGA:  Soal Ide dan Peluang Usaha

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Bacaan Lainnya

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar di bawah ini!

1) Perawat setelah menetapkan rumusan masalah riset, berpikir harus mendapat data dengan ciri dapat menggambarkan karakteristik subyek riset, diukur dan diobservasi, dan diperoleh variasi. Apakah yang dimaksud perawat?

A. Variabel.

B. Data riset.

C. Alat ukur riset.

D. Skala data riset.

2) Perawat menetapkan rumusan masalah riset: Adakah hubungan antara ekonomi keluarga dengan pemenuhan nutrisi balita? Apakah kelompok yang sesuai untuk variabel pemenuhan nutrisi?

A. Bebas.

B. Antara.

C. Tergantung.

D. Penghubung.

3) Perawat mendefinisikan variabel yang hendak diteliti disamakan dengan teori yang mendasari. Apakah kegiatan yang dilakukan perawat?

A. Menyusun definisi teoritis.

B. Mengoperasionalkan variabel.

C. Membangun definisi operasional.

D. Menyesuaikan variabel dengan keadaan.

4) Perawat menggunakan spigmomanometer digital untuk mendapat data tekanan darah lansia yang menjadi subyek riset dengan tujuan agar dapat mengukur perbedaan yang kecil. Syarat apakah yang dilakukan oleh perawat?

A. Valid.

B. Reliabel.

C. Spesifisitas.

D. Sensitivitas.

5) Sebelum digunakan, perawat melakukan kalibrasi pada alat penimbang berat badan bayi dengan tujuan siapapun yang menggunakan hasil pengkuran dapat dipercaya. Syarat apakah yang dilakukan oleh perawat?

A. Valid.

B. Reliabel.

C. Spesifisitas.

D. Sensitivitas.

6) Perawat sebelum menggunakan alat ukur riset melakukan uji coba, mengukur nilai validitas, dan mengukur nilai reliabilitas. Apakah jenis alat ukur yang digunakan oleh perawat?

A. Pabrikasi.

B. Standar pakar.

C. Buatan sendiri.

D. Sesuai subyek riset.

7) Perawat mengumpulkan data riset tentang penghasilan kepala keluarga setiap bulan dalam jutaan rupiah. Apakah skala data yang tepat?

A. Rasio.

B. Interval.

C. Ordinal.

D. Nominal.

8) Perawat mengumpulkan data riset tentang tempat kelahiran ibu hamil. Apakah skala data yang tepat?

A. Rasio.

B. Ordinal.

C. Interval.

D. Nominal.

9) Perawat melakukan uji statistik dan hasil perhitungan yang diperoleh tingkat kemaknaan. Apakah yang harus dipersiapkan perawat?

A. Menetapkan alpha.

B. Merumuskan hipotesis statistik.

C. Merumuskan hipotesis alternatif.

D. Merumuskan hipotesis riset.

10) Perawat melakukan riset kualitatif dan bertujuan mengetahui kecenderungan insiden suatu kasus selama 7 tahun. Uji statistik apakah yang harus dilakukan?

A. Hipotesis.

B. Deskriptif.

C. Hitung rata-rata.

D. Membandingkan.

Kunci Jawaban

1) A

2) C

3) A

4) D

5) B

6) C

7) B

8) D

9) A

10) B

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS jurusan keperawatan yang bisa kami sajikan, selalu evaluasi cara belajar sobat agar mendapatkan IPK yang terbaik dan lulus uji kompetensi. Ganbatte!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.