Soal Masa Demokrasi Parlementer

soal masa demokrasi parlementer

Soal Masa Demokrasi Parlementer – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh soal-soal IPS kelas 9, IX SMP sebagai bahan Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang masa demokrasi parlementer.

Perlu diketahui bahwa soal-soal berasal dari Modul PJJ Mata Pelajaran IPS Kelas IX Semester Genap Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jadi, sangat cocok dijadikan bahan melatih pemahaman peserta didik sekalian.

* (Disertai kunci jawaban).

Bacaan Lainnya

Rangkuman Materi Masa Demokrasi Parlementer

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS), yang terdiri dari negara-negara bagian membawa Indonesia menjadi terpecah-pecah. Hal inilah yang sengaja di buat oleh pemerintah kolonial untuk memecah belah Indonesia.

Munculnya RIS akhirnya menimbulkan gerakan di negara-negara bagian yang ingin bergabung dengan RI untuk mewujudkan negara kesatuan RI (Kelompok Unitaris). Hal ini disebabkan bentuk pemerintahan RIS (bentuk federasi) tidak sesuai dengan jiwa dan cita-cita Proklamasi.

Kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memberlakukan UUDS 1950 berlakulah demokrasi liberal dengan sistem pemerintahan parlementer, dimana pemerintahan/kabinet dipimpin oleh seorang perdana menteri dan kabinet bertanggungjawab kepada DPR/Parlemen.

Kabinet dipimpin perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen. Susunan anggota dan kabinet didasarkan pada suara terbanyak dalam parlemen. Masa jabatan kabinet tidak ditentukan masa lamanya dan dapat dijatuhkan setiap waktu oleh parlemen sebaliknya pemerintah pun dapat membubarkan parlemen. Dengan berlakunya kabinet parlementer justru menimbulkan situasi ketidakstabilan politik / pemerintahan.

Pemilu tahun 1955 ternyata belum dapat memenuhi harapan rakyat yang menghendaki pemerintah yang stabil. Para wakil rakyat terpilih hanya memperjuangkan partainya masing- masing sehingga pergantian kabinet terus saja terjadi. Para anggota partai lebih mengedapankan kepentingan partai daripada kepentingan bangsa sehingga tugas mereka yang sebenarnya menjadi terbengkelai. Suasana politik Indonesia setelah pemilu tidak kunjung stabil.

Penyelenggaraan KAA di bandung pada tahun 1955 membawa dampak positif

bagi Indonesia yakni perjuangan untuk mengembalikan irian barat mendapat dukungan dari Negara-negara Asia Afrika. Selain itu, pelaksanaan KAA merupakan perwujudan dari politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia dan mulai diikuti negara-negara lain di dunia.

BACA JUGA:  Soal Konseling KB

Soal Latihan

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Berikan jawaban terbaik dari pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Jelaskan alasan mengapa RIS kembali ke Negara Kesatuan?

2. Jelaskan Latar belakang sering jatuh nya kabinet pada masa demokrasi parlementer!

3. Bagaimana sikap pemerintah saat menghadapi gangguan keamanan dalam negeri masa demokrasi parlementer?

4. Sebutkan 4 partai Besar sebagai pemenang Pemilu 1955?

5. Jelaskan dampak KAA Bandung bagi perjuangan bangsa Indonesia dan bagi dunia!

Jawaban dan Pembahasan

1. → Pembahasan: Alasan RIS kembali ke Negara Kesatuan antara lain (a). Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak puas dengan hasil KMB yang melahirkan negara RIS. (b). Pemerintahan RIS (bentuk federasi) tidak sesuai dengan jiwa dan cita-cita Proklamasi. (c). Anggota Parlemen RIS pendukung Republik Indonesia. (d). Mayoritas rakyat Indonesia menyadari bahwa negara federal merupakan bentukan Belanda.

2. → Pembahasan:

Latar belakang sering jatuh nya kabinet pada masa demokrasi parlementer:

  • Sistem multi partai tersebut menimbulkan persaingan antargolongan. Persaingan itu menjurus ke arah pertentangan golongan. Akibatnya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi terganggu. Setiap partai mementingkan partai dan golongannya daripada kepentingan bangsa.
  • Situasi politik juga menjadi tidak stabil, diwarnai sering bergantinya kabinet karena antara masing-masing partai tidak ada sikap saling.

3. → Pembahasan: Pemerintah bertindak tegas kepada semua bentuk ancaman gangguan keamanan dalam negeri. Selama masih bisa menggunalkan jalur negoisasi tetap di kedepan kan. Bila tidak bisa negoisasi, maka dengan tegas menggunakan operasi militer untuk menumpas gangguan keamanan.

4. → Pembahasan: Partai 4 besar pemenang Pemilu 1955; Masyumi (22,3%), PNI (20,9%), NU (18,4%) dan PKI (16,4%).

5. → Pembahasan: Dampak KAA Bandung bagi perjuangan bangsa Indonesia; (a). perjuangan untuk mengembalikan irian barat mendapat dukungan dari Negara-negara Asia Afrika. (b). politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia mulai diikuti Negara-negara yang tidak masuk bok barat atau blok timur.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 9, IX SMP yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.