Soal Kehidupan Politik dan Ekonomi Pada Masa Awal Reformasi

soal kehidupan politik dan ekonomi pada masa awal reformasi

Soal Kehidupan Politik dan Ekonomi Pada Masa Awal Reformasi – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal sejarah Indonesia kelas 12, XII KD 3.6 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang kehidupan politik dan ekonomi pada masa awal reformasi.

Rangkuman Materi Kehidupan Politik dan Ekonomi Pada Masa Awal Reformasi

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Perkembangan politik di masa Reformasi berlangsung setelah mundurnya Soeharto hingga sekarang, dimana pada rentang waktu tersebut telah terjadi beberapa kali pergantian pemerintahan, pada kesempatan kali ini kita hanya akan merangkum Perkembangan politik di masa Reformasi pada saat pemerintahan B.J Habibie dan Abdurahman Wahid.

Bacaan Lainnya

Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menelan 18 korban jiwa.

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap kebebasan berekspresi dan media massa. Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan secara bergelombang, seperti Muchtar Pakpahan dan Sri Bintang Pamungkas.

Namun setelah Habibie membebaskan banyak tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, kebebasan berpendapat, pemberian kebebasan pers, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya yang memperbolehkan Timor Timur untuk menggelar referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari pangkuan Indonesia pada Oktober 1999.

Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia. Namun di akhir pemerintahan habibie, pemilu tahun 1999 dapat terlaksana dengan baik meskipun pengesahan hasil Pemilu sempat tertunda, secara umum proses pemilu multi partai pertama di era reformasi jauh lebih Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (Luber) serta adil dan jujur dibanding masa Orde Baru. Hampir tidak ada indikator siginifikan yang menunjukkan bahwa rakyat menolak hasil pemilu yang berlangsung dengan aman.

Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI Perjuangan pimpinan Megawati Sukarnoputri keluar sebagai pemenang pada pemilu parlemen dengan memperoleh 34% dari seluruh suara, Golkar (partai Soeharto-yang selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) mendapat 22% suara, Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%, Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Kemudian pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman Wahid / Gus Dur sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun.

Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari2001, ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi.

Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

  1. Sebutkan pengertian Reformasi
  2. Sebutkan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan B.J. Habibie untuk memperbaiki perekonomian Indonesia!
  3. Deskripsikan reformasi dalam tubuh ABRI pada masa reformasi!
  4. Sebutkan beberapa ketetapan baru pada Sidang Istimewa MPR tahun 1998!
  5. Sebutkan sepuluh besar partai pemenang pemilu tahun 2004!

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. → Pembahasan: Secara umum, pengertian reformasi ialah suatu proses perubahan atau juga pembentukan kembali suatu tatanan (bentuk/susunan) kehidupan yang lama, diganti dengan tatanan (bentuk/susunan) kehidupan yang baru.Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa arti reformasi ini merupakan proses pembentukan atau juga perubahan sistem yang telah/sudah ada pada sebuah masa diganti dengan yang baru. Perubahan serta juga perbaikan tersebut utamanya itu dilakukan pada beberapa bidang diantaranya bidang politik, ekonomi, sosial, hukum, serta juga pendidikan.

Sedangkan didalam KBBI, pengertian reformasi merupakan suatu perubahan yang terjadi dengan secara drastis yang mana tujuannya itu ialah untuk perbaikan pada bidang sosial, politik, agama, serta ekonomi, didalam suatu masyarakat atau juga negara.

2. → Pembahasan: Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan B.J. Habibie untuk memperbaiki perekonomian Indonesia di antaranya:

  1. melaksanakan reformasi ekonomi seperti yang diisyaratkan oleh IMF;
  2. merekonstruksi perekonomian Indonesia;
  3. merekapitulasi perbankan dan melikuidasi beberapa bank yang bermasalah;
  4. menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di bawah Rp10.000,00.

3. → Pembahasan: Pada masa reformasi, ABRI mulai menarik diri dari berbagai posisi sipil. Peran dan jumlah perwakilan ABRI di DPR mulai dikurangi secara bertahap hingga akhirnya keluar dari keanggotaan DPR. Mulai tanggal 5 Mei 1999, Polri memisahkan diri dari ABRI dan kemudian berganti nama menjadi Kepolisian Negara. Dengan demikian, ABRI menjadi terdiri atas Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut. Istilah ABRI pun diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

4. → Pembahasan: Ketetapan baru pada Sidang Istimewa MPR tahun 1998 adalah sebagai berikut:

  • Tap MPR No. X/MPR/1998 tentang Pokok-Pokok Reformasi Pembangunan dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara.
  • Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
  • Tap MPR No. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
  • Tap MPR No. XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka NKRI.
  • Tap MPR No. XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi.
  • Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia (HAM).

5. → Pembahasan: Sepuluh besar pemenang pemilu 2004, yaitu Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS Modul Sejarah Indonesia Kelas 12, XII SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

REKOMENDASI UNTUK ANDA