Soal Mengurangi Risiko Infeksi akibat Perawatan Kesehatan

soal mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan

Soal Mengurangi Risiko Infeksi akibat Perawatan Kesehatan – Dalam edisi UAS, UTS mahasiswa jurusan keperawatan dan profesi ners, yuk simak kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan.

Advertisements

Soal dan Kunci Jawaban Mengurangi Risiko Infeksi akibat Perawatan Kesehatan

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Infeksi Nosokomial atau infeksi akibat perawatan kesehatan (Healthcare-Associated Infections- HAIs), adalah infeksi silang yang terjadi pada perawat atau pasien saat dilakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Penderita yang sedang dalam proses asuhan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, baik dengan penyakit dasar tunggal maupun penderita dengan penyakit dasar lebih dari satu, secara umum keadaan umumnya tidak/ kurang baik, sehingga daya tahan tubuh menurun. Hal ini akan mempermudah terjadinya infeksi silang karena kuman-kuman, virus dan sebagainya akan masuk ke dalam tubuh penderita yang sedang dalam proses asuhan keperawatan dengan mudah.

Penyebab terjadinya infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi:

  1. Suntikan yang tidak aman dan seringkali tidak perlu
  2. Penggunaan alat medis tanpa ditunjang pelatihan maupun dukungan laboratorium
  3. Standar dan praktek yang tidak memadai untuk pengoperasian bank darah dan pelayanan transfuse
  4. Penggunaan cairan infus yang terkontaminasi, khususnya di rumah sakit yang membuat cairan sendiri
  5. Meningkatnya resistensi terhadap antibiotik karena penggunaan antibiotik spektrum luas yang berlebih atau salah
  6. Berat penyakit yang diderita
  7. Penderita lain, yang juga sedang dalam proses perawatan
  8. Petugas pelaksana (dokter, perawat dan seterusnya)
  9. Peralatan medis yang digunakan
  10. Tempat (ruangan/bangsal/kamar) dimana penderita dirawat
  11. Tempat/kamar dimana penderita menjalani tindakan medis akut seperti kamar operasi dan kamar bersalin
  12. Makanan dan minuman yang disajikan
  13. Lingkungan rumah sakit secara umum

Kunci pencegahan infeksi pada fasilitas pelayanan kesehatan adalah mengikuti prinsip pemeliharaan hygene yang baik, kebersihan dan kesterilan dengan lima standar penerapan yaitu:

  1. Mencuci tangan
  2. Menggunakan alat pelindung diri
  3. Manajemen alat tajam secara benar dan tempat sampah khusus untuk alat tajam
  4. Melakukan dekontaminasi, pencucian dan sterilisasi instrumen dengan prinsip yang benar
  5. Menjaga sanitasi lingkungan secara benar

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien: Pokok dari eliminasi infeksi ini maupun infeksi lain adalah cuci tangan (hand hygiene) yang tepat.

Pedoman hand hygiene yang berlaku secara internasional bisa diperoleh dari WHO, fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai proses kolaboratif untuk mengembangkan kebijakan dan/atau prosedur yang menyesuaikan atau mengadopsi pedoman hand hygiene yang diterima secara umum untuk implementasi pedoman itu di Fasilitas pelayanan Kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan, meliputi:

  1. Fasilitas pelayanan Kesehatan mengadopsi atau mengadaptasi pedoman hand hygiene terbaru yang diterbitkan dan sudah diterima secara umum
  2. Fasilitas pelayanan Kesehatan menerapkan program hand hygiene yang efektif
  3. Kebijakan dan/atau prosedur dikembangkan untuk mengarahkan pengurangan secara berkelanjutan risiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.

Peran Perawat dalam Pencegahan Infeksi akibat perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan, meliputi:

  1. menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya dan orang lain serta bertanggung jawab sebagai pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan
  2. bertanggung jawab dalam mengunakan dan memelihara sarana yang telah disediakan dengan baik dan benar

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban paling benar!

1. Nosokomial berasal dari bahasa Yunani, dari kata nosos yang artinya …

A. penyakit

B. sakit

C. infeksi

D. radang

2. Pencegahan dan pengendalian infeksi adalah melalui …

A. blood stream infections

B. hand hygiene yang tepat

C. staphylococcus dan tuberculosis

D. Surgical Site Infection

3. Suntikan yang tidak aman, penggunaan alat medis tanpa ditunjang pelatihan maupun dukungan laboratorium serta standar dan praktek yang tidak memadai untuk pengoperasian bank darah dan pelayanan transfuse merupakan beberapa hal penyebab terjadinya …

A. Infeksi

B. Patient Safety

C. Common Vehicle

D. Manajemen Patient

4. Penularan Infeksi Nosokomial melalui melalui benda mati yang telah terkontaminasi oleh kuman dan dapat menyebabkan penyakit pada lebih dari satu penjamu disebut dengan …

A. Penularan secara kontak

B. Penulara nmelalui Common Vehicle

C. Penularan dengan perantara vector

D. Penularan melalui udara dan inhalasi

5. Berikut ini tidak termasuk dalam faktor risiko HAIs adalah …

A. Umur: neonatus dan lansia lebih rentan.

B. Status imun yang rendah/ tergantung (imuno-kompromais): penderita dengan penyakit kronik, penderita keganasan, obat-obat imunosupresan.

C. Interupsi barier anatomis

D. Alat pelindung diri untuk menghindari kontak dengan darah

Kunci Jawaban

  1. A
  2. B
  3. A
  4. B
  5. D

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS jurusan keperawatan yang bisa kami sajikan, selalu evaluasi cara belajar sobat agar mendapatkan IPK yang terbaik dan lulus uji kompetensi. Ganbatte!

5/5 – (1 vote)

Yuk, Kami juga Ada di Google News, KLIK DISINI!

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *