Soal Penentuan Harga Pokok Produksi (Hpp), Harga Jual, Dan Perhitungan Laba Rugi Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Nabati

soal penentuan harga pokok produksi (hpp), harga jual, dan perhitungan laba rugi

Soal Penentuan Harga Pokok Produksi (Hpp), Harga Jual, Dan Perhitungan Laba Rugi Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Nabati- Salam sobat Dinas.id, inilah rekomendasi kumpulan contoh soal-soal prakarya dan kewirausahaan kelas 10, X KD 3.4 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Tentunya sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), harga jual, dan perhitungan laba rugi pengolahan makanan Awetan dari bahan pangan nabati.

Rangkuman Materi Penentuan Harga Pokok Produksi (Hpp), Harga Jual, Dan Perhitungan Laba Rugi Pengolahan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Nabati

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

  • Harga Pokok Produksi (HPP) adalah harga pokok dari suatu produk. Jika dijual dengan harga tersebut, produsen tidak untung dan juga tidak rugi. HPP ditentukan untuk bisa menentukan harga jual. Dalam menentukan harga pokok produksi pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode ful costing akan tetapi biasanya dengan dipertimbangkan teknis seperti untuk tujuan pengambilan keputusan, maka digunakan metode variabel costing.
  • Harga jual adalah harga yang harus dibayarkan pembeli untuk mendapatkan produk tersebut. Harga jual bisa ditentukan dengan mempertimbangkan HPP dan juga produk pesaing. Harga jual ini meliputi harga dari pabrik dan harga konsumen. Harga dari pabrik tentu lebih murah karena saluran distribusi (agen, toko, counter, dll) tentu juga harus mendapatkan keuntungan.
  • Penerimaan kotor adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan oleh perusahaan, sebelum dipotong total biaya.
  • Pendapatan bersih adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan oleh perusahaan, setelah dipotong total biaya.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Soal Notasi Musik Barat

Berikan jawaban yang paling benar!

1. Biaya tetap pengolahan asinan sayur RP. 200.000, jumlah produk 25 bungkus, dengan biaya variabel Rp. 100.000 maka harga jual asinan adalah ….

a. 11.000

b. 12.000

c. 13.000

d. 14.000

e. 15.000

2. Untuk memproduksi suatu barang, pengusaha mengeluarkan biaya tetap Rp 2.000.000,00 dan biaya variabel rata-rata Rp 400.000,00. Apabila harga jual Rp 600.000,00 maka produksi minimal untuk dapat mencapai titik impas adalah….

a. 5

b. 10

c. 25

d. 50

e. 1007

3. Diketahui:

Jumlah barang yang diproduksi = 100

Biaya tetap = Rp 100.000,00

Biaya variabel = Rp 10.000,00

Harga barang = Rp 25.000

Maka laba perusahaan adalah… 

a. Rp 100.000

b. Rp 210.000

c. Rp 260.000

d. Rp 390.000

e. Rp 450.000

4. Untuk mengetahui biaya variabel per unit dari pengolahan makanan awetan nabati, maka menggunakan rumus….

a.  TC:jumlah produk x laba

b.  FC : Margin kontribusi per unit

c.  VC/jumlah produk

d.  FC : (Hjp  per unit – VC per unit )

e.  VC + BOP

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. B → Pembahasan:

Biaya tetap – biaya variabel/jumlah produk

300.000/25 +12.000

2. B → Pembahasan:

Diketahui:

TFC = Rp 2.000.000,00

AVC = Rp. 600.000,00

p = Rp 400.000,00

Ditanya: QBEP = …

Jawab:

QBEP = TFC / (p – AVC)

QBEP = Rp 2.000.000 / (Rp 600.000 – Rp 400.000) = 10

3. D →Pembahasan:

Diketahui

Q = 100

FC = Rp 100.000,00

VC = Rp. 10.000,00

p = Rp 5.000,00

Ditanya: L

Jawab:

L = (p . Q) – (FC + VC)

L = (5.000 x 100) – (100.000 + 10.000) = 500.000 –

110.000 = 390.000

4. C →Pembahasan: Biaya variabel total dibagi jumlah produk yang diproduksi.

Demikian prediksi contoh soal dan jawaban UTS, UAS modul prakarya dan kewirausahaan Kelas 10, X SMA, dipelajari yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.