Soal Penilaian Status Gizi Kondisi Khusus

soal penilaian status gizi kondisi khusus

Soal Penilaian Status Gizi Kondisi Khusus – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh soal UAS, UTS mahasiswa jurusan gizi, nutritionist dan profesi dietisien. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi Penilaian Status Gizi Kondisi Khusus.

Soal dan Kunci Jawaban Penilaian Status Gizi Kondisi Khusus

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Tinggi badan dan berat badan merupakan komponen penting dalam menilai gizi seseorang. Tinggi badan merupakan ukuran antropometri kedua yang penting setelah berat badan.

Bacaan Lainnya

Tinggi badan juga diperlukan dalam prediksi dan standardisasi dari variable fisiologis seperti volume paru-paru, kekuatan otot, filtrasi glomerulus, kecepatan metabolic dan untuk menyesuaikan dosis obat pada pasien.

Peningkatan tinggi badan orang suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan (perbaikan gizi, perawatan kesehatan dan keadaan sosial ekonomi), jika potensi genetik belum tercapai secara maksimal dan perkawinan sebagai akibat meluasnya migrasi ke bagian-bagian lain suatu negara maupun di dunia, kemungkinan besar mempunyai andil pada perubahan secular tinggi badan.

BACA JUGA:  Soal Manusia dan Lingkungan

Berat badan merupakan variabel penting untuk menilai status gizi secara antropometri. Untuk menjaga berat badan ideal maka harus kita harus memperhatikan asupan zat gizi.

Untuk menentukan berat absan ideal dapat digunakan formula Broca adalah P (kg)  = T (cm) – 100. Namun menurut Brugsch dalam Oliver (1967), bahwa formula tersebut hanya dapat diaplikasikan ke subjek dengan tinggi badan kurang dari 165,0 cm. Jika tinggi badan antara 164-174 cm, maka formula Broca menjadi P (kg)  = T (cm) – 105, dan bila tinggi badan lebih 175 cm, maka formula Broca menjadi P (kg)  = T (cm) – 110. Lorenz memodifikasi formula Broca untuk diaplikasikan ke anak-anak yang dikenal dengan indeks konstitusional Lorenz.

Tinggi lutut erat kaitannya dengan tinggi badan sehingga data tinggi badan didapatkan dari tinggi lutut bagi orang tidak dapat berdiri atau manula. Pada manula digunakan tinggi lutut karena manula telah terjadi penurunan masa tulang yang menyebabkan bungkuk sehingga sukar untuk mendapatkan data tinggi badan yang akurat.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban paling benar!

1) Parameter yang dapat digunakan sebagai indikator peningkatan kesejahteraan (perbaikan gizi, perawatan kesehatan dan keadaan sosial ekonomi), jika potensi genetik belum tercapai secara maksimal adalah ….

BACA JUGA:  Soal Sistem Penyimpanan Bahan Makanan

A. berat badan

B. tinggi badan

C. tinggi lutut

D. panjang depa

2) Berbagai studi di antaranya pada Ras Kaukasid dan Malaysia juga membuktikan hubungan yang kuat antara … dengan tinggi badan.

A. berat badan

B. tinggi badan

C. tinggi lutut

D. demispan atau panjang depa

3) Studi di India dan Inggris menemukan bahwa …. berbuhungan erat dengan tinggi badan.

A. berat badan

B. tinggi badan

C. panjang ulna

D. demispan atau panjang depa

4) Pada manula telah terjadi penurunan masa tulang menyebabkan bungkuk, maka untuk memperoleh data tinggi badan dapat diprediksi melalui ….

A. berat badan

B. tinggi badan

C. tinggi lutut

D. demispan atau panjang depan

5) Laki-lakai maupun perempuan penurunan tinggi badan dimulai pada usia …. tahun.

A. 35

B. 40

C. 45

D. 50

Kunci Jawaban

1) B

2) D

3) C

4) C

5) B

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS mahasiswa jurusan gizi, nutritionist dan profesi dietisien yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Gizi Hebat!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.