Pemerikaan C-Reactive Protein (CRP) Metode ELISA

pemeriksaan CRP

Pemerikaan C-Reactive Protein (CRP) dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) perlu mimin ulas untuk memperdalam cakrawala kesehatan anda, khususnya adik-adik yang menempuh pendidikan kesehatan di tingkat mahasiswa.

Oleh karena itu, silahkan anda simak penjelasan tentang pemeriksaan laboratorium CRP metode ELISA dengan seksama:

Pengertian CRP

C-Reactive Protein (CRP) adalah salah satu protein fase akut yang terdapat dalam serum normal walaupun dalam jumlah amat kecil. Dalam beberapa keadaan tertentu dengan reaksi radang atau kerusakan jaringan (nekrosis), baik yang disebabkan oleh penyakit infeksi maupun yang bukan oleh karena infeksi.

Bacaan Lainnya

CRP merupakan salah satu petanda inflamasi sistemik akut yang dihasilkan oleh hati dan sering ditemukan banyak penyakit dan berhubungan dengan kejadian DM dan cardiovascular event, bagaimana mekanisme sebenarnya belum diketahui secara pasti.

Pada penelitian epidemiologi prospektif, nilai CRP dapat memprediksi insiden infark miokard, stroke, penyakit arteri perifer dan kematian jantung mendadak, juga dapat memperkirakan risiko iskemia berulang dan kematian pada penderita angina yang stabil dan tidak stabil yang menjalani angioplasti perkutan.

Baca Juga: Metastasis: Pengertian, Keluhan, dan Penyebarannya

Selain untuk prediksi kelainan kardiovaskular, sekarang nilai CRP juga digunakan untuk memprediksi DM tipe 2 pada beberapa penelitian prospektif yang telah dilakukan oleh Barzilay, Pradhan, Freeman.

CRP merupakan salah satu biomarker yang berperan sebagai protein fase akut pada proses inflamasi. Jika pada pasien penyakit jantung koroner biomarker ini dapat terdeteksi lebih awal maka pemberian terapi dapat segera diberikan sehingga dapat mencegah kerusakan otot jantung lebih lanjut.

Dalam waktu yang relatif singkat (6-8 jam) setelah terjadinya reaksi radang akut/kerusakan jaringan, sintesis, dan sekresi dari CRP meningkat dengan tajam, dan hanya dalam waktu 24-48 jam telah mencapai nilai puncaknya.

Kadar dari CRP akan menurun dengan tajam pula bila proses inflamasi/kerusakan jaringan telah mereda. Dalam waktu sekitar 24-48 jam telah dicapai nilai normalnya kembali. Fungsi dan peranan CRP di dalam tubuh (in vivo) belum diketahui seluruhnya, banyak hal yang masih merupakan hipotesis.

Meskipun CRP bukan sesuatu antibodi, tetapi CRP mempunyai berbagai fungsi biologis yang menunjukkan peranannya pada proses keradangan, dan mekanisme daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Pengertian ELISA

Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) adalah suatu teknik biokimia yang terutama digunakan dalam bidang imunologi untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu sampel.

ELISA telah digunakan sebagai alat diagnostik dalam bidang medis, patologi tumbuhan, dan juga berbagai bidang industri.

Dalam pengertian sederhana, sejumlah antigen yang tidak dikenal ditempelkan pada suatu permukaan, kemudian antibodi spesifik dicucikan pada permukaan tersebut, sehingga akan berikatan dengan antigennya. Antibodi ini terikat dengan suatu enzim, dan pada tahap terakhir, ditambahkan substansi yang dapat diubah oleh enzim menjadi sinyal yang dapat dideteksi.

Penggunaan ELISA melibatkan setidaknya satu antibodi dengan spesifitas untuk antigen tertentu. Sampel dengan jumlah antigen yang tidak diketahui diimobilisasi pada suatu permukaan solid (biasanya berupa lempeng mikrotiter polistirene), baik yang non-spesifik (melalui penyerapan pada permukaan) atau spesifik (melalui penangkapan oleh antibodi lain yang  spesifik untuk antigen yang sama, disebut ‘sandwich’ ELISA).

Setelah antigen diimobilisasi, antibodi pendeteksi ditambahkan, membentuk kompleks dengan antigen. Antibodi pendeteksi dapat berikatan juga dengan enzim, atau dapat dideteksi  secara langsung oleh antibodi sekunder yang berikatan dengan enzim melalui biokonjugasi.

Di antara tiap tahap, plate harus dicuci dengan larutan deterjen lembut untuk membuang kelebihan protein atau antibodi yang tidak terikat. Setelah tahap pencucian terakhir, dalam plate ditambahkan substrat enzimatik untuk memproduksi sinyal yang visibel, yang menunjukkan  kuantitas antigen dalam sampel. Teknik ELISA yang lama menggunakan substrat kromogenik, meskipun metode-metode terbaru mengembangkan substrat fluorogenik yang jauh lebih sensitif .

Metode dan Prinsip Pemeriksaan CRP

Metode yang digunakan yaitu ELISA serta prinsip utama teknik ELISA adalah penggunaan indikator enzim untuk reaksi imunologi. ELISA digunakan untuk mendeteksi IgG yang diproduksi setelah infeksi.

Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan CRP metode ELISA, antara lain:

Alat

  1. Sentrifuge
  2. Tabung vacutainer
  3. ELISA
  4. Tournequit
  5. Kapas alcohol
  6. Spoit

Bahan

  1. Microwell dilapisi dengan Streptavidin
  2. Standar CRP: 6 vial (siap pakai)
  3. CRP Conjugate Reagent: 1 botol (siap pakai)
  4. Media TMB: 1 botol (siap pakai)
  5. Stop Solution: 1 botol (siap pakai)
  6. Sampel Pengencer
  7. 20x Cuci konsentrat: 1 botol
  8. Sampel darah

Prosedur Kerja Pemeriksaan CRP

Sebelum melakukan pemeriksaan pada sampel, harus dilakukan beberapa perlakuan terhadap reagen dan sampel yang akan digunakan. Berikut 3 hal yang mesti diperhatikan:

1. Penyimpanan dan stabilitas

  • Simpan kit di 2-8 derajat celcius
  • Simpan microwell dalam kantong kering dengan desikan
  • Reagen stabil hingga berakhirnya kit
  • Jangan memaparkan reagen uji terhadap panas, matahari, atau cahaya yang kuat

2. Penanganan koleksi spesimen

  • Kumpulkan spesimen darah dan segera pisahkan serum
  • Spesimen dapat disimpan dalam lemari pendingin pada suhu (2-8 oc) selama 5 hari. Jika waktu penyimpanan melebihi 5 hari, simpan beku di (-20 oc) hingga satu bulan.
  • Hindari beberapa siklus beku-cair
  • Sebelum pengujian, serum beku harus sepenuhnya dicairkan dan dicampur dengan baik
  • Jangan gunakan spesimen lipemia yang terlalu parah

3. Persiapan reagen

1X Wash Buffer: Siapkan 1x Wash buffer dengan menambahkan isi botol (25 ml, 20x) ke 475 ml air suling atau deionisasi, Simpan pada suhu kamar (20-25oC).

4. Cara Kerja

  1. Sebelum pengujian, biarkan reagen berdiri pada suhu kamar (20-25). Campur semua reagen dengan lembut sebelum digunakan.
  2. Tempatkan jumlah strip yang diinginkan ke dalam tempatnya
  3. Encerkan sampel pasien dan kontrol 1: 100 dengan menambahkan 5 ul sampel ke 495 ul sampel siluen (STANDAR SIAP MENGGUNAKAN)
  4. Keluarkan 10 ul sampel standar, encer, dan kontrol ke dalam sumur yang sesuai
  5. Tambahkan 100 ul reagen konjugat ke semua sumur. ketuk dudukan untuk menghilangkan gelembung udara dari cairan dan aduk rata.
  6. inkubasi selama 60 menit pada suhu (20-25 oC)
  7. Buang cairan dari semua sumur. cuci sumur tiga kali dengan 300 ul buffer cuci 1x. mengotori handuk kertas penyerap
  8. Tambahkan 100 ul media TMB ke semua sumur.
  9. inkubasi selama 15 menit pada suhu kamar.
  10. Tambahkan 50 ul solusi berhenti untuk semua sumur. kocok piring dengan lembut untuk mencampur larutan.
  11. Baca absorbansi pada pembaca ELISA pada 450 nm dalam waktu 15 menit setelah menambahkan solusi penghentian.

Interpretasi Hasil

Tingkat CRP dalam serum manusia normal berkisar antara 0,2 hingga 10 mg/L, di mana 90% individu yang tampak sehat memiliki kadar CRP <3 mg / L.

Demikian artikel tentang Pemerikaan C-Reactive Protein (CRP) dengan metode ELISA. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar banyak orang yang merasakan manfaatnya.

4.2/5 – (19 votes)

Yuk, Kami juga Ada di Google News, KLIK DISINI!

Artikel Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *