Sifilis : Pengertian, Epidemologi, Penularan, Manifestasi Klinis

sifilis

Sifilis menjadi pokok bahasan kita kali ini. Adapun pokok bahasannya meliputi pengertian, epidemiologi, struktur bakteri, cara penularan, siklus hidup, dan manifestasi klinis.

Yuk, dibaca dengan seksama yah #Sobatdinas!

Pengertian Sifilis

Sifilis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Treponema pallidum, menular melalui hubungan seksual, yang bersifat menahun, dapat menimbulkan komplikasi yang luas yaitu merusak hampir semua jaringan tubuh, termasuk otak dan kardiovaskuler.

Bacaan Lainnya

Konsep pengertian penyakit ini juga sama dengan konsep yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI. (2013), bahwa penyakit ini merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh spirochaete, yaitu Treponema pallidum.

Penularannya selain melalui hubungan seksual, infeksi ini juga dapat ditularkan secara vertikal dari ibu kepada janin dalam kandungan atau saat kelahiran, melalui produk darah atau transfer jaringan yang telah terinfeksi, serta dapat ditularkan melalui alat kesehatan.

Berdasarkan uraian penularan tersebut, maka sifilis secara umum dibedakan menjadi dua yaitu sifilis kongenital (ditularkan dari ibu ke janin selama dalam kandungan) dan sifilis yang didapat/ acquired (ditularkan melalui hubungan seks atau jarum suntik dan produk darah yang terinfeksi).

Epidemologi

Pembahasan selanjutnya adalah tentang epidemiologi. Angka kejadian penyakit ini mencapai 90% di negara-negara berkembang.

World Health Organization (WHO) memperkirakan sebesar 12 juta kasus baru terjadi di Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Caribbean.

Survey Terpadu dan Biologis Terpadu (STBP) Kementerian Kesehatan RI tahun 2011 melaporkan bahwa prevalensi penyakit ini di Indonesia masih cukup tinggi.

Pada populasi waria, prevalensi sifilis sebesar 25%, wanita penjaja seks langsung (WPSL) sebesar 10%, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) sebesar 9%, warga binaan lembaga pemasyarakatan sebanyak 5%, pria berisiko tinggi sebesar 4%, wanita penjaja seks tidak langsung (WPSTL) sebesar 3%, dan pengguna narkoba suntik (penasun) sebanyak 3%.

Jika dibandingkan dengan laporan STBP tahun 2007, prevalensi sifilis pada populasi waria tetap tinggi, bahkan pada populasi LSL dan penasun meningkat 3 kali lipat.

Prevalensi sifilis pada waria, LSL, dan penasun di Indonesia tahun 2007 dan 2010 ditampilkan gambar berikut ini.

Prevalensi Sifilis pada waria, LSL dan Penasun di Indonesia tahun 2007 dan tahun 2011
Prevalensi Sifilis pada waria, LSL dan Penasun di Indonesia tahun 2007 dan tahun 2011

Struktur Bakteri

Pembahasan selanjutnya adalah tentang struktur bakteri Treponema pallidum.

Treponema pallidum ditemukan oleh Schaudin dan Hoffman (1905) dengan ciri morfologi berbentuk spiral, berukuran panjang 6-15 µm, terdiri dari 8-24 kumparan, dapat bergerak mau mundur, berotasi, undulasi dari sisi yang satu ke sisi yang lain.

Treponema pallidum berkembang biak dengan cara membelah secara transversal (melintang).

Stadium aktif berlangsung setiap 30 jam, tidak dapat bertahan hidup di udara kering, suhu panas, tidak tahan desinfektan (sabun), tidak dapat dibiakkan di media buatan, namun dapat diinokulasi pada hewan percobaan.

Treponema pallidum memiliki genom terkecil pada 1,14 juta base pairs (Mb) dan memiliki kemampuan metabolisme yang terbatas, serta mampu untuk beradaptasi dengan berbagai macam jaringan tubuh mamalia.

Selanjutnya, mari kita kaji kembali klasifikasi Treponema pallidum berikut ini.

  • Kingdom: Eubacteria
  • Phylum: Spirochaetes
  • Class: Spirochaetes
  • Ordo: Spirochaetales
  • Family: Treponemataceae
  • Genus: Treponema
  • Spesies: Treponema pallidum

Treponema pallidum merupakan bakteri Gram negatif. Bakteri ini memiliki bentuk tubuh spiral yang mampu bergerak ke segala arah dengan sangat motil.

Bakteri ini aktif bergerak, berotasi hingga 900 dengan cepat di sekitar endoflagelnya, bahkan setelah menempel pada sel melalui ujungnya yang lancip.

Spiralnya sangat tipis sehingga tidak bisa dilihat secara langsung, namun diperlukan pewarnaan imunofluoresensi atau iluminasi lapangan gelap dan mikroskop elektron.

Morfologi Treponema pallidum yang diamati menggunakan mikroskop elektron ditampilkan pada Gambar berikut ini.

Treponema Pallidum Yang Diamati Menggunakan Mikroskop Elektron
Treponema Pallidum Yang Diamati Menggunakan Mikroskop Elektron

Cara Penularan

Sifilis secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sifilis kongenital (ditularkan dari ibu ke janin selama dalam kandungan) dan sifilis yang didapat/ acquired (ditularkan melalui hubungan seks atau jarum suntik dan produk darah yang terinfeksi).

Seseorang yang pernah terinfeksi penyakit ini tidak akan menjadi kebal dan dapat terinfeksi kembali. Penularan bakteri Treponema pallidum melalui beberapa cara berikut ini.

1. Hubungan seksual (membran mukosa vagina dan uretra)

Kebanyakan kasus infeksi penyakit ini didapatkan dari kontak seksual langsung dengan orang yang menderita sifilis aktif, baik primer maupun sekunder.

Penelitian mengenai penyakit ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% penularan sifilis melalui kontak seksual.

Di dalam tubuh manusia, setelah berhasil menginfeksi, dalam beberapa jam bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Sehingga mikrobia ini dapat mengakses sampai ke sistem peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran mukosa.

2. Kontak langsung dengan lesi/ luka yang terinfeksi

Cara penularan lainnya adalah kontak non-genital (contohnya bibir) dan pemakaian jarum suntik intravena, namun hanya sedikit kejadian.

Treponema pallidum masuk dengan cepat melalui membran mukosa yang utuh dan kulit yang lecet, kemudian ke dalam kelenjar getah bening, masuk aliran darah, kemudian menyebar ke seluruh organ tubuh.

Treponema pallidum bergerak masuk ke ruang intersisial jaringan dengan cara gerakan cork-screw (seperti membuka tutup botol).

Beberapa jam setelah terpapar terjadi infeksi sistemik meskipun gejala klinis dan serologi belum kelihatan. Waktu berkembang biak Treponema pallidum selama masa aktif penyakit secara in vivo 30-33 jam.

3. Ibu yang menderita sifilis yang menularkan infeksi ke janinnya melalui plasenta pada stadium akhir kehamilan.

Treponema pallidum juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan melalui transplasenta dari ibu yang mengidap sifilis tiga tahun pertama ke janinnya dan menyebabkan cacat bawaan.

Seorang wanita yang hamil dengan sifilis aktif yang tidak diobati maka akan menularkan infeksi ke janin antara 40 sampai 70%.

Sekitar 25% dari kehamilan ini mengakibatkan bayi lahir mati atau kematian.

Beberapa bayi dengan sifilis kongenital gejala pada saat lahir tidak kelihatan, tetapi kebanyakan gejala akan nampak antara dua minggu dan tiga bulan kemudian.

Gejala tersebut meliputi luka kulit, ruam, demam, lemah atau menangis suara serak, bengkak hati dan limpa, anemia infeksi hidung, dan berbagai cacat.

BACA JUGA:  KB Pil Kombinasi

Siklus Hidup

Treponema pallidum berkembang biak dengan cara membelah secara transversal (melintang).

Suhu yang cocok untuk pertumbuhan Treponema pallidum adalah 30 – 370C dan rentang pH adalah 7,2 -7,4. Bakteri ini menjadi sangat invasif, patogen persisten dengan aktivitas toksigenik yang kecil dan tidak mampu bertahan hidup di luar tubuh host mamalia.

Mekanisme biosintesis lipopolisakarida dan lipid Treponema pallidum sedikit.

Kemampuan metabolisme dan adaptasinya minimal dan cenderung kurang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jalur seperti siklus asam trikarboksilat, komponen fosforilasi oksidatif dan banyak jalur biosintesis lainnya.

Keseimbangan penggunaan dan toksisitas oksigen adalah kunci pertumbuhan dan ketahanan Treponema pallidum.

Bakteri ini juga tergantung pada sel host untuk melindunginya dari radikal oksigen, karena Treponema pallidum membutuhkan oksigen untuk metabolisme tetapi sangat sensitif terhadap efek toksik oksigen.

Treponema pallidum akan mati dalam 4 jam apabila terpapar oksigen dengan tekanan atmosfer 21% (CDC, 2010).

Keadaan sensitivitas tersebut dikarenakan bakteri ini kekurangan superoksida dismutase, katalase, dan oxygen radical scavengers.

Superoksida dismutase yang mengkatalisis perubahan anion superoksida menjadi hidrogen peroksida dan air tidak ditemukan pada bakteri ini (Austin, Barbieri, Corin, Grigas, & Cox, 1981).

Manifestasi Klinis Sifilis

Sifilis secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu sifilis kongenital (ditularkan dari ibu ke janin selama dalam kandungan) dan sifilis yang didapat/ acquired (ditularkan melalui hubungan seks, jarum suntik dan produk darah yang terinfeksi).

Manifestasi klinis sifilis dibedakan berdasarkan dua pembagian tersebut.

1. Sifilis Kongenital

Sifilis kongenital ditularkan dari ibu ke janin di dalam rahim. Seorang wanita yang hamil dengan sifilis aktif yang tidak diobati maka akan menularkan infeksi ke janin antara 40 sampai 70 %.

Sekitar 25% dari kehamilan ini mengakibatkan bayi lahir mati atau kematian.

Beberapa bayi dengan sifilis kongenital tidak menunjukkan gejala pada saat lahir, tetapi kebanyakan gejala akan nampak antara dua minggu dan tiga bulan kemudian.

Gejala tersebut meliputi luka kulit, ruam, demam, lemah atau menangis suara serak, bengkak hati dan limpa, anemia infeksi hidung dan berbagai cacat.

Sifilis kongenital terdapat dua stadium yaitu sifilis kongenital dini (dalam dua tahun pertama kehidupan bayi) dan sifilis kongenital lanjut (berlanjut sampai setelah usia 2 tahun).

Gejala dan tanda sifilis kongenital ditampilkan pada tabel berikut ini.

StadiumManifestasi KlinisDurasi
Dinia) 70% asimtomatis.
b) Pada bayi usia c) Infeksi fulminan dan tersebar, lesi mukokutaneous, osteokondritis, anemia, hepatosplenomegali, neurosifilis.
Dari lahir sampai
LanjutKeratitis interstisial, limfadenopati, hepatosplenomegali, kerusakan tulang, anemia, gigi Hutchinson, neurosifilis. Persisten >2 tahun setelah kelahiran.

2. Sifilis yang didapat (acquired)

Sifilis yang didapat (acquired) menginfeksi manusia melalui 4 stadium yaitu stadium primer, stadium sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.

# Stadium primer

Infeksi diawali dari munculnya daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu ulkus (luka terbuka), tanpa disertai nyeri (disebut chancre atau cangker).

Luka tersebut tidak mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular.

Luka atau ulkus terjadi yang tersering adalah pada penis, vulva atau vagina, anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan, atau bagian tubuh lainnya.

Luka inilah yang merupakan tempat infeksi Treponema pallidum pertama kali.

Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali diabaikan. Luka biasanya membaik dalam waktu 3 sampai 12 minggu dan penderita tampak sehat secara keseluruhan.

Manifestasi Klinis Sifilis pada Stadium Primer
Manifestasi Klinis pada Stadium Primer

# Stadium sekunder

Apabila sifilis stadium primer tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan.

Penderita penyakit ini juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur.

Gejala-gejala yang mirip flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Manifestasi Klinis pada Stadium Sekunder
Manifestasi Klinis pada Stadium Sekunder

# Stadium tiga atau sifilis laten

Apabila sifilis stadium dua juga belum diobati, penderita akan mengalami sifilis laten.

Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya masih beredar di seluruh tubuh.

Sifilis laten dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

# Stadium empat atau sifilis tersier

Pada stadium empat, bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak, dan tulang.

Pada fase ini penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Gejala bervariasi mulai ringan sampai sangat parah. Gejala ini terbagi lagi menjadi tiga kelompok yaitu sifilis tersier jinak, sifilis kardiovaskuler, dan neurosifilis.

3. Sifilis tersier jinak

Sifilis ini jarang ditemukan, benjolan yang disebut gumma muncul di berbagai organ, tumbuhnya perlahan, menyembuh secara bertahap dan meninggalkan jaringan parut.

Benjolan ini bisa ditemukan di hampir semua bagian tubuh, tetapi yang paling sering adalah pada kaki di bawah lutut, batang tubuh bagian atas, wajah, dan kulit kepala.

Tulang juga dapat terkena yang menyebabkan nyeri menusuk yang sangat dalam yang biasanya semakin memburuk di malam hari.

Manifestasi Klinis Sifilis Tersier Jinak
Manifestasi Klinis Sifilis Tersier Jinak

4. Sifilis kardiovaskuler

Jenis ini muncul 10 – 25 tahun setelah infeksi awal. Pada tahap ini dapat terjadi aneurisma aorta atau kebocoran katup aorta. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada, gagal jantung, atau kematian.

5. Neurosifilis

Sifilis pada sistem saraf dan terjadi pada sekitar 5% penderita yang tidak diobati. Neurosifilis terdapat tiga jenis utama yaitu neurosifilis meningovaskuler, neurosifilis paretik dan neurosifilis tabetik.

Adapun ringkasan gejala dan tanda penyakit ini pada orang dewasa, dapat dilihat pada tabel bawah ini.

StadiumManifestasi KlinisDurasi
PrimerUlkus/luka/tukak, biasanya soliter, tidak nyeri, batasnya tegas, ada indurasi dengan pembesaran kelenjar getah bening regional (limfadenopati).3 minggu
SekunderBercak merah polimorfik biasanya di telapak tangan dan telapak kaki, lesi kulit papuloskuamosa dan mukosa, demam, malaise, limfadenopati generalisata, kondiloma lata, patchy alopecia, meningitis, uveitis, retinitis.2-12 minggu
LatenAsimtomatikDini 1 tahun
Tersier GummaDestruksi jaringan di organ dan lokasi yang terinfeksi.1-46 tahun
Sifilis KardiovaskulerAneurisma aorta, regurgitasi aorta, stenosis osteum.10-30 tahun
NeurosifilisBervariasi dari asimtomatis sampai nyeri kepala, vertigo, perubahan kepribadian, demensia, ataksia, pupil Argyll Robertson.>2 tahun-20 tahun

BACA JUGA: Cytomegalovirus, apa sih?

Penutup

Nah, demikian pembahasan lengkap seputar sifilis. Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuanmu, silahkan baca artikel lainnya yang ada di website ini.

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.