Pengertian Persepsi, Prinsip, dan Proses Terjadinya

persepsi

Pengertian persepsi seringkali menjadi fokus pencarian pada materi psikologi. Tentu saja, perlu pemahaman mendalam agar tidak salah dalam menyampaikannya. Artikel ini menjadi lanjutan dari pembahasan sensasi. Olehnya itu, kamu harus menyimak dengan baik.

Pengertian Perspesi

Persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya.

Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.

Bacaan Lainnya

Dengan kata lain pengertian persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan terintegrasi dari individu terhadap stimulus yang diterimanya.

Apa yang ada dalam diri individu, termasuk pikiran, perasaan, dan pengalaman-pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses pembentukan persepsi.

Sedangkan dalam kamus besar psikologi, persepsi diartikan sebagai suatu proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indera-indera yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada dilingkungannya.

Definisi Persepsi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi persepsi menurut beberapa ahli:

  1. Menurut Sardiman (2005)

Umumnya istilah persepsi digunakan dalam bidang psikologi. Secara terminology sebagaimana dinyatakan Sardiman, pengertian persepsi adalah tanggapan langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui penginderaan.

  1. Menurut Asrori (2009)

Pengertian persepsi adalah “proses individu dalam menginterprestasikan, mengorganisasikan dan memberi makna terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan di mana individu itu berada yang merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman.”

Dalam pengertian persepsi tersebut terdapat dua unsur penting yakni interprestasi dan pengorganisasian. Interprestasi merupakan upaya pemahaman dari individu terhadap informasi yang diperolehnya. Sedangkan perorganisasian adalah proses mengelola informasi tertentu agar memiliki makna.

  1. Rahmat (1990)

Rahmat mendefinisikan pengertian persepsi sebagai: “pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan”. Kesamaan pendapat ini terlihat dari makna menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang memiliki keterkaitan dengan proses untuk memberi arti.

  1. Menurut Slameto (2010)

Slameto mendefinisikan persepsi merupakan proses yang berkaitan dengan masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa, dan pencium.

  1. Sarlito Wirawan Sarwono (1976)

Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1976), pengertian persepsi adalah kemampuan seseorang untuk mengorganisir suatu pengamatan, kemampuan tersebut seperti kemampuan untuk membedakan, kemampuan untuk mengelompokkan, dan kemampuan untuk memfokuskan.

Oleh karena itu seseorang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda, walaupun objeknya sama. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya perbedaan dalam hal sistem nilai dan ciri kepribadian individu yang bersangkutan.

  1. Gibson, dkk (1989)

Gibson, dkk dalam buku Organisasi Dan Manajemen Perilaku, Struktur; memberikan definisi persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek).

Gibson juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu.

Oleh karena itu, setiap individu memberikan arti kepada stimulus secara berbeda meskipun objeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebih penting daripada situasi itu sendiri.

Jenis-jenis Persepsi

Berikut adalah jenis-jenis dari persepsi, ada dua pendapat yang bisa kamu baca, antara lain:

Menurut Irwanto

Menurut Irwanto, setelah individu melakukan interaksi dengan obyek-obyek yang di persepsikan maka hasil persepsi dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Persepsi positif

Persepsi yang menggambarkan segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya) dan tanggapan yang di teruskan dengan upaya pemanfaatannya. Hal itu akan di teruskan dengan keaktifan atau menerima dan mendukung terhadap obyek yang di persepsikan.

  1. Persepsi negatif

Persepsi yang menggambarkan segala pengetahuan (tahu tidaknya atau kenal tidaknya) dan tanggapan yang tidak selaras dengan obyek yang di persepsi. Hal itu akan di teruskan dengan kepasifan atau menolak dan menentang terhadap obyek yang di persepsikan.

Dengan demikian dapat di katakan bahwa persepsi itu baik yang positif maupun yang negatif akan selalu mempengaruhi diri seseorang dalam melakukan suatu tindakan.

Dan munculnya suatu persepsi positif ataupun persepsi negatif semua itu tergantung pada bagaimana cara individu menggambarkan segala pengetahuannya tentang suatu obyek yang dipersepsi.

Menurut Sumber Lain

Dalam sumber lain juga menjelaskan berbagai jenis-jenis persepsi diantaranya:

  1. Persepsi visual

Persepsi visual dari indera penglihatan yaitu mata. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual adalah hasil dari apa yang kita lihat, baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan serta sesudah melakukan pada objek yang dituju.

  1. Persepsi auditoria atau pendengaran

Persepsi auditori merupakan persepsi yang didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang didengarnya.

  1. Persepsi perabaan

Persepsi perabaan merupakan persepsi yang didapatkan dari indera perabaan yaitu kulit. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang disentuhnya atau akibat persentuhan sesuatu dengan kulitnya.

  1. Persepsi penciuman

Persepsi penciuman merupakan persepsi yang didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang dicium.

  1. Persepsi pengecapan

Persepsi pengecapan atau rasa merupakan jenis persepsi yang didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang ecap atau rasakan.

Prinsip Persepsi

Organisasi dalam persepsi, mengikuti beberapa prinsip. Hal ini dikemukakan oleh Chaplin (2002), sebagai berikut:

BACA JUGA:  Soal Pengukuran dan Uji Psikologis

  • Wujud dan latar
  • Objek-objek yang kita amati di sekitar kita selalu muncul sebagai wujud sedangkan hal-hal lainnya sebagai latar.
  • Pola pengelompokan
  • Hal-hal tertentu cenderung kita kelompok-kelompokkan dalam persepsi kita, bagaimana cara kita mengelompokkan dapat menentukan bagaimana kita mengamati hal tersebut.

Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa manusia menggunakan inderanya untuk mengenal dunia luar. Dengan menggunakan inderanya manusia dapat mengenal dirinya dan keadaan sekitarnya yang merupakan konsep dari persepsi.

Macam-macam persepsi Ada dua macam persepsi yaitu, persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan yang datang dari luar individu (external perception) dan persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan dari dalam diri individu (external perception).

Proses Terjadinya Persepsi

Proses persepsi diawali perhatian oleh panca indera dan diakhiri oleh pengamatan. Proses terjadinya persepsi diawali oleh proses penginderaan (diterimanya stimulus oleh alat indera), kemudian individu ada perhatian, stimulus diteruskan ke otak yang kemudian dilakukan “interpretasi” terhadap rangsangan, sehingga rangsangan tersebut disadari dan dimengerti, maka terjadilah persepsi.

Terdapat tiga komponen utama, yaitu :

  • Seleksi, yaitu proses penyaringan oleh alat indera terhadap rangsangan dari luar, dengan intensitas dan jenisnya dalam jumlah yang banyak atau sedikit.
  • Interpretasi, yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti. Interpretasi dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, sistem nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Selain itu, dipengaruhi oleh kemampuan seseorang dalam mereduksi informasi yang kompleks menjadi sederhana.
  • Interpretasi dan persepsi diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku (pembulatan informasi).

Faktor-faktor Terjadinya Persepsi

Persepsi merupakan salah satu faktor kejiwaan yang perlu mendapat perhatian dan mendalami persepsi seseorang merupakan tugas yang amat berat karena persepsi seseorang berbeda-beda.

Proses persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor fungsional, struktural, situasional, dan faktor personal. Faktor fungsional dihasilkan dari kebutuhan, kegembiraan (suasana hati), pelayanan, dan pengalaman individu.

Faktor struktural dihasilkan dari bentuk stimuli dan efek-efek netral yang ditimbulkan dari sistem saraf individu. Faktor situasional, berkaitan dengan bahasa nonverbal seperti, penunjuk proksemik, kinesik, petunjuk wajah, dan petunjuk paralinguistik, sedangkan faktor personal terdiri atas pengalaman, motivasi, dan kepribadian.

  1. Menurut Sarlito Wirawan Sarwono

Sedangkan Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1976), persepsi terjadi oleh beberapa sebab antara lain:

  • Perhatian, biasanya kita tidak menangkap seluruh rangsangan yang ada disekitar kita sekaligus, tetapi kita memfokuskan perhatian kita pada satu atau dua objek saja. Perbedaan fokus antara satu dengan orang lainnya, menyebabkan perbedaan persepsi antara mereka.
  • Set adalah harapan seseorang akan rangsangan yang timbul.
  • Kebutuhan, Kebutuhan-kebutuhan sesaat atau yang menetap pada diri seseorang akan mempengaruhi persepsi orang tersebut.
  • Sistem nilai yang berlaku di suatu masyarakat berpengaruh juga terhadap persepsi.
  • Ciri kepribadian juga akan mempengaruhi persepsi seseorang.
  • Gangguan kejiwaan dapat menimbulkan kesalahan persepsi yang disebut halusinasi.
  1. Menurut Irwanto

Menurut Irwanto (2002) juga sejalan yang diungkapkan oleh Rismalinda (2017), dikemukakan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya persepsi, yaitu:

# Objek yang dipersepsi

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Namun sebagian besar stimulus datang dari luar individu.

# Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf

Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. Di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor kepusat susunan syaraf, yaitu sebagai pusat kesadaran, sebagai alat untuk mengadakan respons diperlukan syaraf motoris.

# Perhatian

Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekelompok objek.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Udai Percek (1983), persepsi seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Faktor Eksternal

  • Intensitas, pada umunya rangsangan yang intensif mendapat lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intensif.
  • Ukuran, pada umumnya benda-benda yang lebih besar yang menarik perhatian, barang yang kontras cepat dilihat.
  • Kontras, biasanya kita lihat akan cepatnya menarik hati.
  • Ulangan, biasanya hal-hal yang berulang-ulang, menarik perhatian.
  • Keakraban, yang dikenal lebih menarik perhatian.
  • Sesuatu yang baru, hal-hal yang baru menarik perhatian.

2. Faktor Internal

  • Latar belakang yang mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam persepsi.
  • Pengalaman mempersiapkan seseorang untuk mencari orang, hal-hal dan gejala yang serupa pengalamannya.
  • Kepribadian mempengaruhi juga kepada persepsi seseorang.
  • Penerimaan diri merupakan sifat penting yang mempengaruhi persepsi.

Gangguan Persepsi

Melalui panca indera manusia memperoleh informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya. Informasi sensorik yang diterima akan masuk ke otak, tidak hanya melalui mata, telinga, dan hidung, akan tetapi masuk melalui seluruh anggota tubuh lainnya seperti:

1. Mata (Visual)

Disebut juga indera penglihatan. Terletak pada retina. Fungsinya menyampaikan semua informasi visual tentang benda dan manusia.

2. Telinga (Auditory)

Disebut juga indera pendengaran. Fungsinya meneruskan informasi suara. Dan terdapat hubungan antara sistem auditor dengan sistem perkembangan bahasa. Apabila sistem auditori mengalami gangguan, maka perkembangan bahasanya juga akan terganggu.

3. Hidung (Olfactory)

Disebut juga inedra penciuman. Fungsinya meneruskan informasi mengenai bau-bauan.

4. Lidah (Gustatory)

Disebut juga indera perasa. Fungsinya meneruskan informasi tentang rasa (manis, asam, pahit, dan lain-lain) dan tekstur di mulut (kasar, halus, dan lain-lain).

5. Kulit (Tactile)

Taktil adalah indera peraba. Fungsinya untuk proses perabaan.

6. Otot dan persendian (Proprioceptive)

Proprioseptif merupakan sensasi yang berasal dari dalam tubuh manusia. Fungsinya menyampaikan informasi ke otak tentang kapan dan bagaimana otot berkontraksi dan meregang, serta bagaimana sendi dibengkokkan, diperpanjang, ditarik, atau ditekan.

7. Keseimbangan/Balance (Vestibular)

Semua sistem sensorik berkaitan dengan sistem ini. Fungsinya meneruskan informasi mengenai gerakan dan gravitasi. Sistem ini sangat mempengaruhi gerakan cepat atau lambat, gerakan bola mata, tingkat kewaspadaan atau emosi.

LANJUT BACA! Apa sih itu, SENSASI?

Demikian penjelasan lengkap seputar pengertian persepsi. Untuk menambah khasan pengetahuan kamu tentang dunia psikologi, silahkan lanjutkan dengan membaca INGATAN.

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.