Soal Menganalisis Unsur kebahasaan Teks Editorial

soal menganalisis unsur kebahasaan teks editorial

Soal Menganalisis Unsur kebahasaan Teks Editorial – Halo adik-adik, kali ini mimin dinas.id akan memberikan rekomendasi kumpulan contoh soal-soal Bahasa Indonesia kelas 12, XII KD 3.6 SMA untuk UAS, UTS semester genap, ganjil, gasal. Tentunya, sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang menganalisis unsur kebahasaan teks editorial.

Rangkuman Materi Menganalisis Unsur kebahasaan Teks Editorial

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Kita dapat menganalisis bahasa teks editorial dengan cara memahami ciri kebahasaan teks editorial/opini. Ciri kebahasaan tersebut adalah adverbia frekuentatif, verba material, verba mental, verba relasional, konjungsi, dan modalitas.

Bacaan Lainnya

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Berikan jawaban yang paling benar!

1. Bacalah teks berikut!

Gaya hidup bersepeda di Inggris ternyata mampu memberikan keuntungan perekonomian di sana sebesar 3 miliar poundsterling dalam hal pariwisata. Dalam hal dana pengeluaran kesehatan masyarakat, negara itu mampu menghemat 52 juta poundsterling. Dalam hal pengeluaran yang lain seperti transportasi, negara dapat menghemat 200 juta poundsterling. Dengan keuntungan yang banyak semacam itu, pemerintah Indonesia seharusnya mengeluarkan kebijakan yang dapat meningkatkan pengguna gaya hidup ini. Sebagai contoh, pemerintah bisa memperbanyak jalur transportasi khusus sepeda.

Verba material yang terdapat pada teks di atas adalah .…

A. memberikan, menghemat, mengeluarkan, memperbanyak

B. memberikan, pengeluaran, kesehatan, keuntungan

C. bersepeda, memberikan, mengeluarkan, menghemat

D. memberikan, meningkatkan, memperbanyak, menghemat

E. memberikan, meningkatkan, pengeluaran, keuntungan

2. Berikut ini kalimat yang mengandung verba relasional adalah ….

A. Kita patut menyadari bahwa Komisi dibentuk lebih dari satu dasawarsa lalu untuk mengatasi mandulnya pemberantasan korupsi oleh oknum kepolisian dan kejaksaan.

B. Kedua lembaga itu disinyalir merupakan tempat oknum aparat sehingga tidak mau bersungguh-sungguh memberantas korupsi.

BACA JUGA:  Soal Permasalahan dan Argumentasi dalam Teks Eksposisi

C. Itulah sebabnya Panitia Seleksi semestinya tak risau jika hubungan antara KPK, polisi, dan jaksa tidak harmonis.

D. Ketiganya memang selayaknya dibiarkan berkompetisi.

E. Konflik yang dialami KPK dengan kepolisian semestinya memperkuat tekad Panitia Seleksi untuk mencari kandidat pemimpin yang tak mudah goyah.

3. Bacalah teks berikut!

Menambah jumlah negara sahabat yang diberi fasilitas bebas visa memang sangat menarik dan menguntungkan karena dengan kebijakan ini, diharapkan jumlah wisatawan mancanegara yang berplesiran ke Indonesia semakin meningkat. Akan tetapi, tanpa diikuti oleh peningkatan industri wisata, jangan harap peningkatan jumlah wisatawan akan terwujud. Salah satu cara meningkatkan industri pariwisata adalah dengan perbaikan infrastruktur.

Jumlah konjungsi yang digunakan pada teks tersebut adalah ….

A. 5

B. 4

C. 3

D. 2

E. 1

4. Rendra melihat demontrasi mahasiswa itu dari dalam mobil. Kata yang mengandung verba mental yang digunakan pada kalimat di atas adalah.…

A. Rendra

B. mobil

C. melihat

D. demonstrasi

E. mahasiswa

5. Menambah jumlah negara sahabat yang diberi fasilitas bebas visa memang sangat menarik dan menguntungkan karena dengan kebijakan ini, diharapkan jumlah wisatawan mancanegara yang berplesiran ke Indonesia semakin meningkat.

Ciri kebahasaan berupa modalitas terlihat pada kata….

A. menambah

B. diharapkan

C. meningkat

D. menarik

E. sangat

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. A → Pembahasan:

Verba material adalah verba yang menekankan tindakan fisik/proses dalam melakukan sesuatu. Ciri verba material adalah adanya dua partisipan, yaitu (1) agen dan (2) tujuan atau yang dikenai proses. Untuk melihat jenis verba berdasarkan proses yang dikemukakan Halliday, kita harus menganalisisnya berdasarkan tataran klausa. Berdasarkan hal tersebut, verba material yang dimaksud adalah memberikan, menghemat, mengeluarkan, memperbanyak. Sementara itu, kata kesehatan, keuntungan, adalah kata benda (nomina), dan kata bersepeda dalam teks berkedudukan sebagai atribut kelompok nomina (frasa).

2. B → Pembahasan: 

Dalam bahasa Indonesia, verba relasional dapat dicirikan dengan penggunaan kopula: adalah dan merupakan, proses sebagai sesuatu: menjadi, dan kepemilikan: memiliki. Berdasarkan hal tersebut, kita dapat memahami bahwa verba relasional terdapat kalimat Kedua lembaga itu disinyalir merupakan tempat oknum aparat sehingga tidak mau bersungguh-sungguh memberantas korupsi.

BACA JUGA:  Soal Informasi, Baik Fakta maupun Opini dalam Sebuah Artikel

Mari perhatikan kalimat lainnya.

– Kita patut menyadari bahwa Komisi dibentuk lebih dari satu dasawarsa lalu untuk mengatasi mandulnya pemberantasan korupsi oleh oknum kepolisian dan kejaksaan. (memiliki verbal mental menyadari)

– Itulah sebabnya Panitia Seleksi semestinya tak risau jika hubungan antara KPK, polisi, dan jaksa tidak harmonis.(bukan kalimat verba)

– Ketiganya memang selayaknya dibiarkan berkompetisi. (memiliki verba material dibiarkan)

– Konflik yang dialami KPK dengan kepolisian semestinya memperkuat tekad Panitia Seleksi untuk mencari kandidat pemimpin yang tak mudah goyah. (memiliki verba mental memperkuat)

3. B → Pembahasan: Jika kita cermati teks di atas, terdapat beberapa penggunaan konjungsi internal, yaitu <i>dan</i> (kalimat 1), <i>karena</i> (kalimat 1), <i>yang</i>(kalimat 1) dan konjungsi eksternal, yaitu <i>akan tetapi</i>. Dengan demikian, konjungsi yang digunakan pada teks di atas ada empat buah.

4. C → Pembahasan: Verba mental adalah verba yang menjelaskan proses dalam merasakan. Ada tiga hal yang dijelaskan dalam proses ini, yaitu Persepsi: (melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba); Afeksi: (suka, takut, benci); Kognisi: (berpikir, memahami, mengetahui).

5. E → Pembahasan: Modalitas adalah cara penulis menyatakan sikap dalam sebuah komunikasi. Beberapa bentuk modalitas di antaranya adalah memang, niscaya, pasti, sungguh, sangat, tentu, tidak, bukan (untuk menyatakan kepastian), agaknya, barangkali, mungkin, rasanya, rupanya (untuk menyatakan kesangsian), semoga, mudah-mudahan (menyatakan keinginan), jangan (larangan), mustahil (keheranan).

Demikian prediksi contoh soal dan jawaban UTS, UAS modul Bahasa Indonesia Kelas 10, X SMA, dipelajari yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.