Soal Peran Indonesia Pada Konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1955

soal peran Indonesia pada konferensi asia afrika di bandung tahun 1955

Soal Peran Indonesia Pada Konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1955 – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal sejarah kelas 12, XII KD 3.1 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang peran Indonesia pada konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1955.

Rangkuman Materi Peran Indonesia Pada Konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1955

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

  • Perang Dingin adalah periode yang berlangsung dari setelah Perang Dunia II hingga runtuhnya Uni Sovyet yang ditandai dengan perseteruan antara kelompok Blok Barat (negara-negara kapitalis dipimpin oleh Amerika Serikat) dan Blok Timur (negara komunis Dipimpin oleh Uni Sovyet).
  • Dua negara besar, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet yang memiliki perbedaan paham atau ideologi berkeinginan untuk berkuasa.
  • Konferensi Asia Afrika merupakan sebuah konferensi tingkat tinggi yang diadakan oleh negara-negara dari Asia dan Afrika. Konferensi ini diadakan pada tanggal 18-24 April 1955 dan sering disebut Konferensi Bandung karena diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung.
  • Konferensi Asia Afrika merupakan gagasan yang diajukan dalam Konferensi Kolombo, yang dihadiri oleh Indonesia, India, Birma, Pakistan dan Srilangka pada bulan April 1954. Selanjutnya usul tersebut di tindak lanjuti dalam Konferensi Bogor yang diadakan akhir bulan Desember 1954 dan bertujuan untuk mempererat solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika serta melawan kolonialisme barat.
  • Pada bulan April 1955 Konferensi Asia Afrika diselenggarakan yang dihadiri oleh 29 negara yang menghasilkan suatu keputusan yang dikenal dengan “Dasasila Bandung”. Konferensi Asia Afrika sebagai momentum histroris yang sangat penting dalam sejarah dunia karena mempunyai dampak yang tak ternilai terhadap gerak perjuangan dalam usaha membebaskan diri dari kaum imperialis.
  • Semangat Bandung menaikkan citra di dunia Internasional khususnya bagi bangsa Afrika.
  • Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada tahun 1961.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Bacaan Lainnya

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Perang Dingin yang muncul setelah berakhrnya perang dunia II telah memengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia. Pengaruh Perang Dingin dalam bidang politik yaitu ….

BACA JUGA:  Soal Sejarah Kontemporer Yugoslavia

A. munculnya negara adikuasa

B. munculnya negara-negara baru

C. lahirnya negara-negara industry

D. berkembangnya komunisme dan liberalism

E. berkembangnya nasionalisme dan patriotism

2. Kutipan pidato berjudul Mendayung Antara Dua Karang tersebut dibacakan oleh Moh. Hatta dalam siding KNIP. Dalam pidatonya pada siding KNIP tanggal 2 September 1948, Moh. Hatta menegaskan Indonesia tidak memihak ke salah satu negara adidaya. Hal ini menggambarkan bahwa …

A. Indonesia menjadi penengah ditengah konflikAmerika serikat dan Uni soviet

B. Pengaruh Amerika serikat dan Uni soviet tidak berdampak buruk bagi bangsa Indonesia

C. Sistem politik Amerika serikat dan uni soviet tidak cocok dengan iklim politik di Indonesia

D. Indonesia diakui sebagai pelopor Gerakan Non-Blok demi terwujudnya perdamain dunia

E. Indonesia tidak terlibat dalam pertarungan politik Internasional antara blok barat dan blok timur

3. Pada masa perang dingin, negara negara diseluruh dunia dihadapkan pada dampak persaingan Blok Barat dan Blok Timur. Indonesia tidak menjadi bagian dari salah satu blok pada masa perang dingin karena ….

A. Amerika Serikat tidak memberikan bantuan ekonomi pada Indonesia

B. Uni Soviet menganggap Indonesia tidak memiliki potensi sumber daya manusia

C. Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif

D. Indonesia menerapkan kebijakan politik dan ekonomi mandiri

E. Indonesia merasa belum sejajar dengan negara-negara yang terlibat perang dingin

4. Gagasan untuk menlaksanakan Konferensi Asia Afrika muncul pada konferensi Colombo.  Tokoh yang memprakarsai untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika adalah…

A. Jawaharlal Nehru dari India

B. Ali Sastroamidjoyo dari Indonesia

C. Muhammad Ali Jinnah dari Pakistan

D. Sir John Kotelawala dari Sri Lanka

E. U Nu dari Burma

5. Sebagai bukti peran aktif Indonesia pada masa perang dingin dilaksanakan Konferensi Asia Afrika di laksanakan di Bandung pada tahun 1955. Tujuan dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika antara lain adalah …

A. Mengembangkan kerjasama dibidang militer untuk menjaga keamanan negara anggota KAA dari bangsa Kolonial, ancaman terorisme, dan isu keamanan dunia

B. Meninjau masalah-masalah Ras, Suku, dan Agama sebagai isu-isu penting untuk tercapainya negara- negara anggota KAA yang merdeka

C. Menjadikan negara-negara yang tergabung di KAA sebagai negara penguasa ekonomi terutama sektor Migas

D. Mempertimbangkan masalah kepentingan khusus dari bangsa-bangsa Asia-Afrika terkait kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme

BACA JUGA:  Soal Pengaruh Perang Dunia I dan Lahirnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB)

E. Memupuk kesetiakawanan antara negara-negara yang tergabung dalam KAA untuk salin membantu dibidang ekonomi dan Hukum

6. Indonesia telah menunjukkan perannya untuk ikut menciptakan perdamaian dunia melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada masa perang dingin. Peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika secara umum adalah…

A. sebagai pengambil keputusan mayoritas disetiap konferensi

B. memprakarsai untuk mengadakan Konferensi dan sebagai tempat penyelenggaranya

C. Menjadi panitia ad hoc untuk setiap penyelenggaraan KAA

D. Menjadi penyumbang dana terbesar disetiap konferensi

E. sebagai penengah bagi negara-negara anggota KAA yang sedang konflik

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. A → Pembahasan: Perang Dingin yang muncul setelah berakhrnya perang dunia II telah memengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia. Pengaruh Perang Dingin dalam bidang politik yaitu munculnya negara adikuasa.
  2. E → Pembahasan: Kutipan pidato berjudul Mendayung Antara Dua Karang tersebut dibacakan oleh Moh. Hatta dalam siding KNIP. Dalam pidatonya pada siding KNIP tanggal 2 September 1948, Moh. Hatta menegaskan Indonesia tidak memihak ke salah satu negara adidaya. Hal ini menggambarkan bahwa: Indonesia tidak terlibat dalam pertarungan politik Internasional antara blok barat dan blok timur.
  3. C → Pembahasan: Pada masa perang dingin, negara negara diseluruh dunia dihadapkan pada dampak persaingan Blok Barat dan Blok Timur. Indonesia tidak menjadi bagian dari salah satu blok pada masa perang dingin karena Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.
  4. B → Pembahasan: Gagasan untuk menlaksanakan Konferensi Asia Afrika muncul pada konferensi Colombo. Tokoh yang memprakarsai untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika adalah Ali Sastroamidjoyo dari Indonesia.
  5. D → Pembahasan: Sebagai bukti peran aktif Indonesia pada masa perang dingin dilaksanakan Konferensi Asia Afrika di laksanakan di Bandung pada tahun 1955. Tujuan dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika antara lain adalah adalah mempertimbangkan masalah kepentingan khusus dari bangsa-bangsa Asia-Afrika terkait kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme.
  6. B → Pembahasan: Indonesia telah menunjukkan perannya untuk ikut menciptakan perdamaian dunia melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada masa perang dingin. Peran Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika secara umum adalah memprakarsai untuk mengadakan Konferensi dan sebagai tempat penyelenggaranya.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS modul sejarah Kelas 12, XII SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.