Soal Perkembangan Kehidupan Masyarakat Pra-Aksara Berdasarkan Corak Kehidupannya

soal perkembangan kehidupan masyarakat pra-aksara berdasarkan corak kehidupannya

Soal Perkembangan Kehidupan Masyarakat Pra-Aksara Berdasarkan Corak Kehidupannya – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal Sejarah Indonesia Kelas 10, X KD 3.4 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang perkembangan kehidupan masyarakat pra-aksara berdasarkan corak kehidupannya.

Rangkuman Materi Perkembangan Kehidupan Masyarakat Pra-Aksara Berdasarkan Corak Kehidupannya

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Nenek moyang bangsa Indonesia yang menurunkan generasi paling banyak sekarang ini diduga berasal dari daerah Yunan, China Selatan. Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia terbagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang Proto Melayu dan Deutro Melayu (Melayu Muda).

Bacaan Lainnya

Dalam buku Sejarah (2007) karya Anwar Kurnia, bangsa Proto Melayu membawa kebudayaan neolitikum (batu baru) dengan arah persebarannya ras Papua-Melanosoid dan ras Austronesia. Sedangkan bangsa Deutro Melayu tiba di Kepulauan Indonesia setelah bangsa Proto Melayu. Gelombang ini masih tergolong ras Austronesia. Pada perkembangannya, ras Papua-Melanosoid, Austronesia, dan sisa ras Austro-Melanosoid melahirkan berbagai macam suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seiring perkembangan zaman, corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia juga berubah. Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia menjelang zaman sejarah dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Masyarakat agraris

Pada zaman neolitikum akhir, masyarakat Indonesia sudah pandai bercocok tanam dan beternak. Cara bercocok tanam yang pertama dilakukan adalah sistem berkebun, meningkat menjadi berladang , lambat laun sistem tersebut berubah menjadi bersawah.

Cara bercocok tanam dengan bersawah kemudian menjadi bagian hidup mereka. Oleh karena itu, masyarakat mencari tempat tinggal dan tempat bercocok tanam yang terletak di sepanjang aliran sungai. Akhirnya, mereka mampu menghatur irigasi sederhana. Mereka juga bisa menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam pada suatu musim. Hal ini karena masyrakat zaman itu sudah mempelajari astronomi (ilmu perbintangan).

Peralatan pertanian yang dipakai adalah cangkul dari perunggu, kapak persegi, dan kapak lonjong. Mereka menggunakan ani-ani untuk memotong padi. Hal ini memperlihatkan adanya corak kebudayaan sungai.

  1. Masyarakat bahari

Kemampuan nenek moyang dalm mengarungi lautan sudah ada sejak dahulu. Ketika memasuki Kepulauan Indonesia, mereka menggunakan perahu bercadik. Perahu bercadik adalah jenis perahu yang di kanan kirinya menggunakan bambu dan kayu supaya tetap seimbang. Masyarakat bahari bertenmpat tinggal di sepanjang pantai. Mereka menangkap ikan dan kerang. Pengetahuan arah angin dan astronomi didapat dari pengalaman berlayar selama bertahun-tahun. Kemampuan dan pengetahuan bahari kemudian dianut oleh masyarakat di Kerajaan Sriwijaya dan suku Bugis di Sulawesi Selatan. Kepandaian ini menyebar ke seluruh Indonesia sehingga meninggalkan kebudayaan laut Indonesia.

  1. Masyarakat seni

Nenek moyang Indonesia sudah pandai membuat boneka-boneka untuk kesenian wayang. Alat-alat gamelan sudah sejak lama dibuat untuk menambah kemeriahan seni pertunjukkan. Tak hanya itu, mereka juga sudah membuat batik, kerajinan logam dengan beragam bentuk, dan benda-benda dari batu besar.

  1. Masyarakat religius

Pada saat agama belum masuk ke Indonesia, nenek moyang mempercayai adanya kekuatan yang mahatinggi di luar dirinya. Kekuatan ini terdapat di alam semesta. Hal ini muncul kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme adalah kepercayaan kepada roh nenek moyang, sedangkan dinamisme adalah kepercayaan kepada benda yang memiliki keuatan gaib, kesakitan, atau tuah.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Dalam masa praaksara (prasejarah) indonesia, corak kehidupan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dibagi menjadi dua masa, yaitu…

A. masa berburu dan mengumpulkan makanan primer dan masa berburu dan mengumpulkan makanan sekunder

B. masa berburu dan mengumpulkan makanan tradisional dan masa berburu dan mengumpulkan makanan modern

C. masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

D. masa berburu dan mengumpulkan makanan pokok dan masa berburu mengumpulkan makanan tambahan

E. masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat dasar dan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat tinggi

2. Masyarakat pada masa berburu dan meramu tingkat awal memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara….

A. berhuma

B. berkebun

C. berladang

D. menangkap ikan

E. bersawah

3. Masyarakat praaksara hidup secara nomaden. Nomaden artinya ….

A. bergantung pada alam

B. berpindah dari satu tempat ketempat lain

C. mengumpulkan bahan makanan

D. berburu binatang

E. memproduksi makanan

4. Pembagian kerja dikalangan manusia purba pada masa food gathering/berburu dan meramu didasarkan pada ….

A. umur

B. jenis kelamin

C. besar kecilnya tubuh

D. kekuasaan

E. kedudukan

5. Kehidupan menetap pada manusia purba mulai dilakukan pada masa….

A. berburu dan mengumpulkan makanan

B. bercocok tanam

C. perundagian

D. bersawah

E. megalitikum

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. C → Pembahasan: Perkembangan kehidupan masyarakat praaksara pada masa berburu dan meramu dibagi menjadi 2, yaitu masa berburu dan meramu tingkat awal yaitu masa dimana mereka masih mengandalkan kebutuhan hidupnya dari mengumpulkan makan saja, dan masa berburu dan meramu tingkat lanjut yaitu pada masa ini mereka sudah memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya dari bercocok tanam dengan cara berkebun, mnamun sebagian kebutuhan lagi mereka penuhi dari mengambil dari alam. masa ini disebut semi food producing.

2. D → Pembahasan: Masa berburu dan meramu disebut juga dengan masa mengumpulkan makanan (food gathering). Masa berburu dan meramu adalah masa ketika manusia purba untuk mendapatkan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan yang tersedia dari alam. Manusia purba pada masa ini mempunyai ketergantungan yang besar terhadap apa yang disediakan oleh alam. Pada umumnya manusia purba pada masa berburu manusia purba yang tinggal di hutan biasanya berburu binatang antara lain kerbau liar, rusa, gajah, banteng, badak. Sedangkan manusia purba yang hidup di sekitar pantai mereka menangkap ikan dan kerrang.

3. B → Pembahasan: Kapak perimbas adalah sejenis kapak yang terbuat dari batu dan tidak mempunyai tangkai, perkakas ini belum dapat digunakan untuk bercocoktanam. sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka mengumpulkan bahan makanan dari alam dan mengolahnya (Food gathering), maka dapat dikatakan kehidupan mereka sangat bergantung pada alam, jika bahan makan di daerah sekitar mereka habis maka mereka akan pindah ke daerah lain yang masih banyak tersedia bahan makanan baik tumbuhan yang bisa mereka petik maupun hewan yang bisa mereka buru. Kondisi tersebut mendorong mereka untuk melakukan pola kehidupan berpindah (Nomaden).

4. B → Pembahasan: Pada masa berburu dan meramu sekitar 90 persen waktu dihabiskan untuk mencari makan. Manusia tinggal dalam kelompok kecil, sekitar 10-15 orang. Hidup berkelompok dan berbagi makanan menguatkan hubungan antarmanusia dan membuat bertahan hidup lebih mudah. Laki-laki bertugas berburu. Sementara perempuan bertugas mengolah makanan, mengurus anak, dan mengajari anak cara meramu makanan.

5. B → Pembahasan: Pola kehidupan berladang dan berternak yang dikembangkan oleh masyarakat pada masa ini mempengaruhi pola hunian mereka. Cara bercocok tanam dengan berladang tentu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa dipanen, sehingga hal ini mendorong mereka untuk memulai pola kehidupan menetap. Apalagi selain sudah bercocok tanam mereka juga sudah berternak sehingga bisa kalian bayangkan tentu tidak mungkin mereka berpindah pindah membawa hewan ternaknya.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS Modul Sejarah Indonesia Kelas 10, X SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Yuk, Kami juga Ada di Google News, KLIK DISINI!

Artikel Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *