Soal Analisis Kuantitatif Obat

soal analisis kuantitatif obat

Soal Analisis Kuantitatif Obat – Dalam edisi UAS, UTS mahasiswa jurusan farmasi dan profesi apoteker, yuk simak kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi analisis kuantitatif obat.

Soal dan Kunci Jawaban Analisis Kuantitatif Obat

Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Metode volumetri merupakan metode analisis kuantitatif obat secara sederhana/konvensional yang banyak digunakan dalam penetapan kadar obat dalam sampel (misalnya dalam sediaan tablet) atau untuk mengetahui tingkat kemurnian suatu bahan obat.

Bacaan Lainnya

Untuk dapat dilakukan analisis secara volumetri harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • reaksinya harus sederhana dan dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi,
  • reaksinya harus berlangsung cepat,
  • pada titik ekivalen, reaksi harus dapat diketahui titik akhirnya dengan tajam (jelas perubahannya),
  • harus ada indikator.

Analisis kuantitatif dengan metode volumetri didasarkan pada reaksi kimia antara zat uji dengan larutan titer, baik reaksinya langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan jenis reaksinya, maka titrasi dikelompokkan menjadi empat macam titrasi yaitu :

  • Titrasi asam basa/netralisasi (asidimetri dan alkalimetri);
  • Titrasi pengendapan (argentometri);
  • Titrasi pembentukan senyawa kompleks (kompleksometri);
  • Titrasi oksidasi reduksi (permanganometri, iodimetri, iodometri).

Konsentrasi larutan dalam volumetri biasanya ditentukan dengan satuan konsentrasi normalitas (N) atau molaritas (M). Dimana Normalitas adalah satuan konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah gram ekuivalen (grek) zat terlarut dalam 1 liter (1.000 ml) larutan. Molaritas adalah satuan konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter (1.000 ml) larutan.

BACA JUGA:  Soal Mengurangi Risiko Infeksi akibat Perawatan Kesehatan

Soal Pilihan Ganda

Penting! Bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar di bawah ini!

1) Jika dalam prosedur analisis disebutkan ukur seksama, maka alat ukur yang dapat digunakan adalah…

A. Gelas ukur dan gelas kimia

B. Gelas ukur dan buret

C. Gelas kimia dan pipet volum

D. Buret dan pipet volum

E. Gelas ukur dan pipet volum

2) Baku primer yang dapat digunakan untuk membakukan/menstandarisasi larutan kalium permanganat adalah …

A. Natrium klorida

B. Natrium karbonat

C. Kalsium karbonat

D. Kalium biftalat

E. Asam oksalat

3) Untuk membuat 250 ml larutan iodium 0,1N dari larutan iodium 2N, maka larutan iodium 2N yang dibutuhkan adalah …

A. 3,125 ml

B. 6,25 ml

C. 12,5 ml

D. 25,0 ml

E. 37,5 ml

4) Hitunglah normalitas larutan KMnO4, jika ditimbang kristal KMnO4 (BM = 158) sebanyak 1,58 g dan dilarutkan hingga volumenya tepat 250 ml.

A. 0,1 N

B. 0,2 N

C. 0,08 N

D. 1 N

E. 2 N

5) Untuk menentukan kadar vitamin c dilakukan dengan cara …

A. Titrasi dengan larutan HCl 0,1 N menggunakan indikator metil jingga

B. Titrasi dengan larutan baku iodium dengan indikator amilum

C. Titrasi dengan larutan baku EDTA dengan indikator biru hidroksinaftol

D. Titrasi dengan larutan perak nitrat dengan indikator kalium kromat

E. Titrasi dengan larutan baku kalium permanganat dengan indikator amilum.

BACA JUGA:  Soal Konsep Dasar Pencegahan Infeksi pada Neonatus

6) Jika larutan asam klorida dibakukan dengan natrium karbonat, maka indikator yang tepat digunakan adalah …

A. Amilum/kanji

B. Metil jingga

C. Fenolftalein

D. Kalium kromat

E. Biru hidroksinaftol

7) Senyawa obat yang mengandung klorida seperti tiamin hidroklorida, dapat ditentukan kadarnya dengan metode titrasi yang didasarkan pada prinsip reaksi …

A. Netralisasi

B. Diazotasi

C. Pengendapan

D. Pembentukan kompleks

E. Redoks

8) Penetapan kadar asam sitrat ditentukan dengan metode alkalimetri menggunakan larutan baku NaOH, dari reaksi diketahui bahwa 1 mol asam sitrat setara dengan 3 mol NaOH. Maka berat ekuivalen (BE) asam sitrat berdasarkan kesetarannya adalah …

A. BE = 1/3 BM

B. BE = BM

C. BE = 3 BM

D. BE > BM

E. BE ≤ BM

9) Berdasarkan reaksi : 2 Na2S2O3 + I2 à Na2S4O6 + 2 NaI. Maka pernyataan yang benar adalah …

A. Iodium teroksidasi menjadi iodida

B. Iodium mengoksidasi natrium tiosulfat

C. Iodium menetralkan sifat basa natrium tiosulfat

D. Natrium tiosulfat sebagai oksidator

E. Natrium tiosulfat tereduksi

10) Senyawa yang dapat ditentukan kadarnya dengan metode alkalimetri adalah…

A. Asetosal

B. Tiamin HCl

C. Parasetamol

D. Kloramfenikol

E. Natrium karbonat

Kunci Jawaban

  1. D
  2. E
  3. C
  4. B
  5. B
  6. B
  7. C
  8. A
  9. B
  10. A

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS jurusan farmasi dan profesi apoteker yang bisa kami sajikan, selalu evaluasi cara belajar agar mendapatkan nilai yang terbaik dan lulus uji kompetensi. Ganbatte!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.