Soal Identifikasi Informasi dalam Teks Editorial

soal identifikasi informasi dalam teks editorial

Soal Identifikasi Informasi dalam Teks Editorial – Halo adik-adik, kali ini mimin dinas.id akan memberikan rekomendasi kumpulan contoh soal-soal Bahasa Indonesia kelas 12, XII KD 3.5 SMA untuk UAS, UTS semester genap, ganjil, gasal. Tentunya, sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang identifikasi informasi dalam teks editorial.

Rangkuman Materi Identifikasi Informasi dalam Teks Editorial

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Identifikasi dalam KBBI daring diartikan dengan tanda kenal diri; bukti diri, penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dan sebagainya. Dalam hal ini mengidentifikasi teks editorial berarti mengenali tanda diri dari teks editorial tersebut.

Bacaan Lainnya
  1. Identifikasi Pernyataan Pendapat berisi pendapat umum yang diperoleh dari fakta/fenomena yang sedang hangat diperbincangkan.
  2. Identifikasi Alternatif solusi Alternatif solusi adalah sebuah solusi yang sangat alternatif untuk dikemukakan,yang paling mudah untuk di sampaikan kepada audien.
  3. Identifikasi Simpulan dalam teks Editorial Simpulan merupakan pernyataan berisi fakta, pendapat, alasan pendukung mengenai tanggapan terhadap suatu objek.

Latihan Soal

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Baca dan cermati penggalan editorial berikut, keemudian jawablah pertanyaan dengan singkat dan tepat!

Wajah Nasionalisme Pemuda Indonesia, Kini

Berbicara soal nasionalisme mungkin tidak akan ada habisnya. Banyak yang mengatakan bahwa nasinalisme bukan untuk diartikan, melainkan hanya untuk diamalkan atau bahasa sederhananya dipraktekkan. Mungkin betul, namun tidak ada salahnya jika kita juga bisa mendefinisikan kata yang cukup berarti bagi kita ini. Nasionalisme merupakan rasa cinta kepada tanah air. Kata cinta di sini memiliki makna yang cukup mendalam. Cinta berarti sayang dengan tulus tanpa pamrih.

Mungkin kata yang satu ini dulu menjadi tameng depan untuk menuju suatu perubahan. Sebagai contoh ketika masa transisi orde baru menuju orde reformasi. Pemuda dan mahasiswa bersatu berada di garis depan beraksi atas nama rakyat rela berjuang sampai titik darah penghabisan. Merelakan harta bahkan jiwa dan raga. Tidak sedikit yang harus merelakan masa mudanya untuk memikirkan nasib bangsanya. Tidak sedikit yang mau turun ke jalan. Berorasi dan memperjuangkan nasib rakyat yang sedang koleps waktu itu.

BACA JUGA:  Soal Gerakan Nasionalisme di Asia-Afrika

Namun, bagaimana dengan pemuda saat ini. Masihkah ada yang berjiwa seperti pemuda di era tumbangnya orde baru? Mungkin masih ada. Namun, sungguh berbeda dengan semangat dan atmosfer aktivis jaman dahulu. Ada seorang teman yang mengatakan bahwa menjadi seorang aktivis sudah bukan jamannya. Ada yang mengatakan bahwa menjadi aktivis saat ini kurang ada gregetnya.

Pemuda yang berada digaris depan adalah para pemuda yang siap secara mental dan intelektual. Bukan hanya mengandalkan kekerasan fisik apalagi provokasi. Pemuda-pemuda seperti ini banyak di Indonesia. Sebut saja mahasiswa. Mahasiswa seharusnya sangat memenuhi kriteria ini. Mahasiswa adalah golongan terpelajar pada tingkat tertinggi. Masalah intelektual, tentu mereka nomer satu. Tapi bagaimana kalau bicara masalah mental? Apalagi semangat.

Pertanyaan

1. Tuliskan pernyataan yang mengandung isu yang dibahas dalam penggalan editorial di atas!

2. Tulislah satu argumen yang kalian temukan pada penggalan teks editorial di atas?

3. Tulislah sebuah kalimat opini yang terdapat pada penggalan teks trersebut!

4. Dukungan dan sarann kepada siapakah yang dituju oleh editorial tersebut!

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. Perjuangan para pemuda untuk memperjuangkan nasib bangsa. → Pembahasan: Bagian ini adalah pembuka dari suatu persoalan aktual yang ditulis. Sehingga, pengenalan isu dalam paragraf sangat dibutuhkan untuk memberikan konteks awal kepada pembaca.

2. Sudah banyak pemuda yang telah mempersiapkan berbagai kompetensi untuk berjuang memajukan bangsa dan negara. → Pembahasan: Merupakan tanggapan para penyusun media yang bersangkutan (redaktur) mengenai kejadian, peristiwa atau persoalan aktual yang sedang disoroti dalam teks editorial.

3. Tidak sedikit pemuda yang merelakan masa mudanya untuk memperjuangkan kemakmuran rakyat. → Pembahasan: Kalimat opini merupakan kalimat yang  berisi pendapat seseorang, pendapat tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

4. Dukungan dan saran kepada para pemuda terutama kepada mahasiswa. → Pembahasan: Editorial itu menyatakan bahwa pemuda.

Demikian prediksi contoh soal dan jawaban UTS, UAS modul Bahasa Indonesia Kelas 12, XII SMA, dipelajari yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.