Soal Nilai-Nilai Moral Dalam Karya Fiksi

soal nilai-nilai moral dalam karya fiksi

Soal Nilai-Nilai Moral Dalam Karya Fiksi – Halo adik-adik, kali ini mimin dinas.id akan memberikan rekomendasi kumpulan contoh soal-soal Bahasa Indonesia kelas 12, XII KD 3.7 SMA untuk UAS, UTS semester genap, ganjil, gasal. Tentunya, sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang nilai-nilai moral dalam karya fiksi.

Rangkuman Materi Nilai-Nilai Moral Dalam Karya Fiksi

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Yang termasuk ke dalam karya fiksi adalah novel, cerpen, dan roman. Karya fiksi terbagi menjadi tiga macam, yakni fiksi yang bersumber pada  sejarah disebut fiksi historis, yang bersumber dari kisah atau biografi disebut fiksi biografis, dan yang bersumber dari fakta-fakta ilmu pengetahuan  disebut fiksi sains.

Bacaan Lainnya

Nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra fiksi maupun sastra fiksi nonfiksi meliputi nilai hedonik, yakni nilai yang memberi kesenangan secara langsung; nilai artistik yaitu nilai yang memanifestasikan keterampilan seseorang; nilai kultural adalah nilai yang mengandung hubungan dengan masyarakat; nilai etis-religius adalah nilai yang berhubungan dengan ajaran moral, etika, dan religious; serta  nilai praktis yaitu nilai yang dapat dilaksanakan  dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai moral dalam karya fiksi dan fiksi nonfiksi meliputi nilai moral dalam aspek kehidupan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan nuraninya, dan manusia dengan alam.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Berikan jawaban yang paling benar!

1. Cermatilah kutipan berikut!

Kutipan 1

“Ah betapa sempurnanya Tuhan. Ada Tuhan untuk kaum atasan yang berumah besar, berloteng ke atas, dan ada Tuhan untuk kaum bawah yang berloteng juga tetapi ke arah bawah kolong jembatan; yang penting mulut anak-anak itu harus bisa ditutup disuap dengan nasi atau apa pun yang bisa dimakan”

Kutipan 2

Bukan pasar itu yang membuat aku pulang, tak jua kerajinan tangannya yang bisa ditemukan di toko-toko souvenir di Jakarta, tetapi sesungguhnya aku kangen terhadap ibu. Lebih dari itu, ada hal lain yang lebih kuat memanggilku, yaitu suara yang selalu menyentak hatiku selama dua puluh tahun ini. Suara itu seperti suara lagu sayup sunyi, namun gemanya selalu meremas hati

Nilai moral dalam kutipan 1 dan kutipan 2  tersebut termasuk moral dalam aspek  kehidupan antara manusia dengan…

A. Tuhan; nurani

B. manusia; Tuhan

C. nurani; alam

D. alam; Tuhan

E. Tuhan; manusia

2. Cermatilah kutipan berikut!

“Terima kasih atas nasihat Pak Dalkijo. Untuk mereka yang suka gampangan dan ingin serba mudah nasihat Bapak tentu pas. Dan maaf Pak, saya bukan dari kalangan seperti itu. Jadi saya memilih mengundurkan diri terhitung sejak hari ini”.

“Dik Kabul”

“Maaf Pak. Keputusan saya tak bisa ditarik lagi. Saya keluar”

Dalkijo menarik kedua kakinya dari atas meja dan membantingnya ke lantai.

Berdiri dengan kaki terbuka seperti koboi siap berkelahi. Tapi Kabul malah kelihatan tenang. Untuk beberapa saat suasan teras agenting.

“Baik. Tapi jangan salahkan saya bila Dik Kabul harus menghadapi interogasi aparat keamanan. Dan ini Dik Kabul. Idealismemu tidak akan membuat Dik Kabul jadi pahlawan. Kecuali Don Kisot”. (OOP)

Kutipan di atas mengandung nilai moral yang menyangkut aspek kehidupan manusia dengan….

A. alam

B. Tuhan

C. manusia

D. lingkungan

E. nurani

3. Pesan moral yang terdapat pada kutipan di atas adalah….

A. Sebaiknya kita menjauhi tindak korupsi agar tidak merugikan negara

B. Hidup sederhana lebih utama daripada hidup mewah dari hasil korupsi

C. Mempertahankan idealisme untuk hidup yang lebih bermartabat

D. Sikap berbudi luhur akan melahirkan kedamaian di masyarakat

E. Menjauhi sifat iri, dengki, ambisius, rakus, dan tamak

4. Cermatilah terjemahan tembang Asmaradana karya Pakubuwono IV berikut ini!

Tidak mudah orang hidup

Jika tanpa tahu makna kehidupan

Hidupnya bagiakan kerbai

Lebih baik kerbau dagingnya

Halal jika dimakan

Sebaliknya daging manusia

Jika dimakan pastilah haram

Hati-hatilah kita

Jangan sampai anak cucu kita  terlena

Jangan terbuai dengan kehidupan

Dan jangan pula memiliki ambisi

Terhadap pernik keindahan dunia

Siang malam selalu ingat

Bahwa hidup pasti berakhir

Pesan moral yang dapat kita petik dari kutipan di atas adalah sebagai berikut, kecuali…

A. Setiap manusia harus memahami makna hidup dan kehidupan

B. Kita sebaiknya tidak terlena oleh gemerlap dan indah dunia

C. Janganlah kita memakan sesama, merugikan orang lain

D. Kehidupan ini tidaklah abadi dan ingat akan hari akhir

E. Lebih baik kita mengonsumsi daging kerbau yang tidak haram

5. Cermatilah kutipan cerpen berikut!

“Kang Ratib, jadi kamu hendak mengambil Jebris dari kantor polisi?”

“Ya. Dan kuharap kamu tidak keberatan.”

“lalu?”

“ Juga bila kamu tidak keberatan, Jebris kita coba ajak bekerja di rumah kita. Mungkin dia bisa masak dan cuci pakaian.”

“Andaikan dia mau, apakah kamu tidak merasa risi ada pelacur di antara kita?”

“Yah, ada risinya juga. Tetapi mungkin itu jalan yang bisa kita tempuh.”

“Bila Jebris tidak mau?”

“Kita akan terus bertetangga dengan dia. Dan kamu tak usah khawatir malaikat pembawa berkah tidak akan datang ke rumah ini bila kamu tetap punya kesabaran dan sedikit empati terhadap anak penjual gembus itu.”

Nilai moral  yang terkandung dalam penggalan cerita di atas bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari adalah….

A. Tidak mudah menerima seorang bekas pelacur atau napi memasuki kehidupan normal di mayarakat

B. Kehidupan rumah tangga akan terancam apabila bekas pelacur memasuki kehidupan seseorang

C. Pelacur juga manusia yang wajib mendapat kehidupan yang layak di masyarakat

D. Tidak baik menjadi pelacur karena merupakan pekerjaan yang diharamkan

E. Selalu sabar dan penuh empati kepada sesama yang mengalami nasib tidak beruntung

Kunci Jawaban dan Pembahasan

1. A → Pembahasan: Kutipan 1 menunjukkan betapa manusia meyakini dan menyadari akan keberadaan Tuhan yang tidak pandang bulu dalam melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya; kutipan 2 menunjukkan adanya suara-suara hati seorang manusia yang tidak bisa dibohongi dan dipengaruhi oleh apa pun.

2. C → Pembahasan: Kutipan tersebut menunjukkan betapa seseorang kadang sering berkonflik dengan orang lain karena perbedaan idealisme dan pandangan hidup. Di satu sisi ada tipe manusia yang memegang erat keyakinan akan kebenaran dan tanggung jawab yang hakiki, tetapi sering berbenturan dengan orang lain yang memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda.

3. C → Pembahasan: Pesan moral dalam kutipan cerita tersebut adalah seseorang hendaknya tetap mempertahankan idealismenya yang baik untuk kehidupan yang lebih bermartabat. Terlihat dari tokoh Kabul sebagai tokoh sentral dalam kutipan tersebut.

4. E → Pembahasan: Pesan-pesan moral yang dapat dipetik termaktub dari pernyataan A, B, C, D.

5. A → Pembahasan: Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, secara umum masyarakat masih kurang bisa menerima kehadiran bekas napi ataupun pelacur dalam kehidupan mereka. Sebagian masih beranggapan bahwa mereka pasti akan kambuh dan mengganggu keharmonisan hidup bermasyarakat.

Demikian prediksi contoh soal dan jawaban UTS, UAS modul Bahasa Indonesia kelas 12, XII SMA, dipelajari yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Yuk, Kami juga Ada di Google News, KLIK DISINI!

Artikel Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *