Soal Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok Pada Masa Perang Dingin

soal peran Indonesia dalam gerakan non blok pada masa perang dingin

Soal Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok Pada Masa Perang Dingin – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal sejarah kelas 12, XII KD 3.1 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi pertanyaan tentang peran Indonesia dalam gerakan non blok pada masa perang dingin.

Rangkuman Materi Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok Pada Masa Perang Dingin

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Gerakan Non Blok (GNB) didirikan dilatarbelakangi oleh munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia dan adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang, sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.

Bacaan Lainnya

Gerakan Non-Blok itu sendiri lahir dari pertemuan puncak Asia-Afrika pada konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negara-negara yang tidak memihak blok tertentu telah menyatakan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi Barat – Timur. dan Kwame Nkrumah dari Ghana.

Tujuan utama dari GNB ialah menciptakan perdamaian dunia diantara Blok Barat dan Blok Timur serta meredakan ketegangan dunia bagi negara baru merdeka dan berkembang.

Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para pemimpin negara dari Indonesia (Presiden Soekarno), Republik Persatuan Arab–Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), India (Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru), Yugoslavia (Presiden Joseph Broz Tito), dan Ghana (Presiden Kwame Nkrumah).

Peran Indonesia pada Gerakan Non Blok adalah sebagai pendiri dan pernah Tuan Rumah penyelenggaraan KTT Geraan Non Blok ke X.

GNB mencari perdamaian yang berkelanjutan melalui pemerintah global dan mewujudkan adanya rasa optimisme bahwa GNB dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas.

Kerjasama antara anggota-anggota GNB dapat memiliki dampak positif pada situasi ekonomi dunia. Dengan menciptakan tata hubungan ekonomi Internasional yang masih seimbang, dan memperluas partisipasi negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah ekonomi dunia.

BACA JUGA:  Soal Pengaruh Perang Dunia II dan Lahirnya PBB

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Indonesia menunjukkan sikap netral pada masa Perang Dingin dengan menjadi salah satu inisiator pembentukan Gerakan Non Blok (GNB). Indonesia terlibat dalam gerakan non blok disebabkan karena …

A. Blok Barat dan Blok Timur tidak memberikan keuntungan kepada Indonesia

B. Uni Soviet memandang Indonesia tidak memiliki kekuatan tempur yang kuat

C. Indonesia menerapkan prinsip berdiri di atas kaki sendiri

D. Amerika Serikat membantu Belanda dalam perebutan Irian Barat

E. Indonesia menganut paham politik luar negeri bebas dan aktif

2. Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sangat berpengaruh kepada negara di dunia dan juga Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi Perang Dingin dalam bidang politik adalah….

A. mengikuti jejak Amerika Serikat

B. mengikui jejak Unisoviet

C. menjadi salah satu pemrakarsa munculnya Gerakan Non Blok

D. keluar dari anggota Perserikatan bangsa bangsa

E.  ikut mengirimkan Pasukan Garuda

3. Persaingan antara blok barat dan Blok timur setelah perang dunia II telah melahirkan Perang Dingin. Dalam suasana perang dingin muncul gagasan   bagi negara-negara berkembang untuk …

A. membentuk Gerakan Non-Blok

B. membentuk kerja sama regional

C. melawan dominasi blok Barat dan blok Timur

D. memperkuat pertahanan militer

E. menandingi kekuatan Uni Soviet dan Amerika Serikat

4. Perhatikan pernyataan berikut!

1) Merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Konterensi Asia Atrika (KAA).

2) Dibentuk pada tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak.

3) Diprakarsai oleh negara-negara yang baru merdeka dan tidak ingin bergabung dalam blok Timur atau blok Barat.

4) Salah satu tujuannya adalah membendung pengaruh negatif blok Timur dan blok Barat. 

5) Salah satu latar belakang pembentukannya adalah aksi pembakaran masjid Al-Aqsha.

Pernyataan yang terkait dengan organisasi Gerakan Non-Blok (GNB) ditunjukkan oleh nomor ….

A. 1), 2), dan 3)

B. 1), 3), dan 4)

C. 2), 3), dan 4)

D. 2), 4), dan 5)

BACA JUGA:  Soal Sejarah Kontemporer USSR

E. 3), 4), dan 5)

5. Indonesia telah menunjukkan peran aktifnya pada masa perang dingin melalui kegiatan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok. Keterkaitan antara Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB) adalah…

A. seluruh program kerja dalam GNB di-implementasikan dalam KAA

B. GNB merupakan organisasi tandingan untuk menyaingi eksistensi kegiatan KAA

C. negara yang tidak mengikuti KAA kemudian membentuk GNB untuk mengakomodasi Tujuannya

D. landasan pemikiran Dasasila Bandung dalam KAA menjadi tonggak pembentukan GNB

E. salah satu hasil GNB adalah pembentukan KAA yang bertujuan meredakan konflik besar dunia

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. E → Pembahasan: Indonesia menunjukkan sikap netral pada masa Perang Dingin dengan menjadi salah satu inisiator pembentukan Gerakan Non Blok (GNB). Indonesia terlibat dalam gerakan non blok disebabkan karena Indonesia menganut paham politik luar negeri bebas dan aktif.
  2. C → Pembahasan: Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sangat berpengaruh kepada negara di dunia dan juga Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi Perang Dingin dalam bidang politik adalah menjadi salah satu pemrakarsa munculnya Gerakan Non Blok.
  3. A → Pembahasan: Persaingan antara blok barat dan Blok timur setelah perang dunia II telah melahirkan Perang Dingin. Dalam suasana perang dingin muncul gagasan bagi negara-negara berkembang untuk membentuk Gerakan Non-Blok.
  4. B → Pembahasan: Organisasi Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Konterensi Asia Atrika (KAA), Diprakarsai oleh negara-negara yang baru merdeka dan tidak ingin bergabung dalam blok Timur atau blok Barat, Salah satu tujuannya adalah membendung pengaruh negatif blok Timur dan blok Barat.
  5. D → Pembahasan: Indonesia telah menunjukkan peran aktifnya pada masa perang dingin melalui kegiatan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok. Keterkaitan antara Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB) adalah landasan pemikiran Dasasila Bandung dalam KAA menjadi tonggak pembentukan GNB.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS modul sejarah Kelas 12, XII SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.