Soal Klasifikasi Konflik Sosial

soal klasifikasi konflik sosial

Soal Klasifikasi Konflik Sosial – Halo sobat Dinas.id, inilah rekomendasi contoh Soal-soal sosiologi kelas 11, XI KD 3.4 SMA Ujian Akhir Semester (UAS), soal Ujian Tengah Semester (UTS) genap, ganjil, gasal. Yuk, pelajari kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang klasifikasi konflik sosial.

Rangkuman Materi Klasifikasi Konflik Sosial

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:Konflik yang terjadi di masyarakat sangat beragam bentuknya. Menurut Ranjabar (2013), konflik sosial yang ada di masyarakat terbagi menjadi dua bentuk, yaitu:

  • Konflik Individual, konflik dalam individu ini bisa diartikan sebagai konflik yang terjadi dalam mental atau diri seseorang karena suatu hal. Hal ini bisa berupa pilihan yang berbeda dengan kata hati.
  • Konflik kolektif merupakan suatu konflik yang melibatkan banyak orang, serta memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.

Menurut Ralp Dehrendorf, konflik dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu:

Bacaan Lainnya

a. Konflik Peran

Konflik peran merupakan suatu kondisi dimana seseorang mendapati kenyataan yang berlawanan dengan perannya dalam kehidupan nyata.

b. Konflik Kelompok Sosial

Konflik antara kelompok sosial terjadi karena adanya perbedaan kepentingan dalam upayanya mencukupi kebutuhan kelompok tersebut. Contoh konflik antar kelompok

c. Konflik antarkelompok yang terorganisir dan kelompok yang tidak terorganisir

Konflik ini biasanya terjadi saat unjuk rasa. Dimana polisi sebagai kelompok yang terorganisir.

d. Konflik antarsatuan nasional

Konflik ini disebut juga konflik antarkepentingan organisasi.

e. Konflik antaragama

Konflik ini sering terjadi pada zaman dahulu saat kondep toleransi belum diindahkan.

Menurut H. Kusnadi dan Bambang Wahyudi yang dikutip dari Ranjabar (2013), macam-macam konflik dapat diklasifikasikan dalam beberapa aspek. Konflik sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan organisasi. Tahukah kalian macam-macam konflik sosial menurut hubungan dengan tujuan organisasi?

a. Konflik Fungsional

Konflik fungsional merupakan konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan bersifat konstruktif.

b. Konflik Disfungsional

Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2010), disfungsional merupakan suatu kegiatan atau organisasi yang memiliki disfungsi Ketika beberapa dampak dapat menghambat organisasi sosial lainnya. Konflik disfungsional merupakan konflik yang menghambat tercapainya suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak).

Konflik sosial yang ada di masyarakat sangat beragam, salah satunya dapat diklasifikasikan menurut hubungan dengan posisi pelaku yang berkonflik. Adapun macam konflik sosial tersebut adalah:

a. Konflik Vertikal

BACA JUGA:  Soal Stratifikasi Sosial dan Dinamika Masyarakat Dalam Keberagaman

Konflik vertikal adalah konflik antar satu pihak dengan pihak dalam suatu struktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan yang tidak sama.

b. Konflik Horizontal

Konflik horizontal adalah konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat antara dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat.

Menurut Ranjabar (2013) konflik dibedakan menjadi tiga, yaitu konflik vertical, konflik horizontal, dan konflik diagonal. Dalam suatu organisasi terjadi ketidakadilan sumber daya sehingga menimbulkan pertentangan atau konflik yang ekstrim.

Pertentangan itulah yang dinamakan konflik diagonal. Sebagai contohnya kasus konflik antara pemerintah dan warga sekitar karena adanya perilaku yang tidak adil atas alokasi sumber daya ekonomi oleh pemerintah pusat.

Konflik berdasarkan sifat pelaku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik terbuka dan konflik tertutup (Ranjabar 2013).

a. Konflik Terbuka

Konflik terbuka merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak atau masyarakat dalam suatu negara.

b. Konflik Tertutup

Dalam konflik terbuka diketahui oleh semua pihak, sedangkan konflik tertutup hanya diketahui oleh pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

Konflik sosial berdasarkan waktu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:

a. Konflik Sesaat (Konflik Spontan)

Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu yang singkat atau sesaat saja karena adanya kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik.

b. Konflik Berkelanjutan

Konflik berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan.

Konflik sosial berdasarkan pengendaliannya antara lain:

a. Konflik Terkendali

Menurut Ranjabar (2013), konflik terkendali merupakan suatu konflik di mana para pihak yang terlibat dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga kjonflik tidak meluas dan cepat selesai.

b. Konflik Tidak Terkendali

Konflik tidak terkendali merupakan konflik di mana pihak yang terlibat tidak dapat mengendalikan konflik tersebut sehingga akibatnya dapat meluas. Konflik yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya kekerasan.

c. Konflik Nonsistematis

Konflik nonsistematis memiliki sifat yang acak, dimana terjadi secara spontanitas dan tidak ada tujuan yang dicapai. Dalam konflik ini pihak yang berkonflik tidak melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

d. Konflik Sistematis

Konflik sistematis merupakan kebalikan dari konflik nonsistematis, di mana konflik tersebut telah direncanakan secara sistematis dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Soal Essay

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Berikan jawaban yang paling benar!

  1. Jelaskan bentuk konflik individu dan kolektif menurut Ranjabar!
  2. Jelaskan konflik peran menurut Ralph Dehrendorf!
  3. Jelaskan mengapa konflik fungsional dibutuhkan dalam sebuah organisasi?
  4. Salah satu konflik berdasarkan tujuan organisasi adalah konflik disfungsional. Jelaskan pengertian konflik disfungsional!
  5. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik diagonal dan konflik terbuka!
  6. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik berkelanjutan!
  7. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik terkendali!
  8. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik tidak terkendali!
  9. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik nonsistematis!
  10. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik sistematis!
BACA JUGA:  Soal Definisi Kelompok Sosial

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. → Pembahasan: Menurut Ranjabar, konflik dalam individu ini bisa diartikan sebagai konflik yang terjadi dalam mental atau diri seseorang karena suatu hal. Konflik kolektif merupakan suatu konflik yang melibatkan banyak orang, serta memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.
  2. → Pembahasan: Konflik peran merupakan suatu kondisi dimana seseorang mendapati kenyataan yang berlawanan dengan perannya dalam kehidupan nyata.
  3. → Pembahasan: Konflik ini sangat dibutuhkan dalam organisasi karena dalam konflik ini dapat memperbaiki kinerja kelompok apabila dikelolah dan dikendalikan dengan baik.
  4. → Pembahasan: Konflik disfungsional merupakan konflik yang menghambat tercapainya suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak).
  5. → Pembahasan: Dalam suatu organisasi terjadi ketidakadilan sumber daya sehingga menimbulkan pertentangan atau konflik yang ekstrim. Pertentangan itulah yang dinamakan konflik diagonal. Konflik terbuka adalah Konflik terbuka merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak atau masyarakat dalam suatu negara.
  6. → Pembahasan: Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu yang singkat atau sesaat sajakarena adanya kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik. Konflik berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan.
  7. → Pembahasan: Menurut Ranjabar (2013), konflik terkendali merupakan suatu konflik di mana para pihak yang terlibat dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik tidak meluas dan cepat selesai.
  8. → Pembahasan: Konflik tidak terkendali merupakan konflik di mana pihak yang terlibat tidak dapat mengendalikan konflik tersebut sehingga akibatnya dapat meluas. Konflik yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya kekerasan.
  9. → Pembahasan: Konflik nonsistematis memiliki sifat yang acak, dimana terjadi secara spontanitas dan tidak ada tujuan yang dicapai. Dalam konflik ini pihak yang berkonflik tidak melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
  10. → Pembahasan: Konflik sistematis merupakan kebalikan dari konflik nonsistematis, di mana konflik tersebut telah direncanakan secara sistematis dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS modul sosiologi Kelas 11, XI SMA yang bisa kami sajikan, disimak secara saksama yah. Merdeka Belajar!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.