Soal Komunikasi Terapeutik Pasien Gangguan Fisik dan Jiwa

soal komunikasi terapeutik pasien gangguan fisik dan jiwa

Soal Komunikasi Terapeutik Pasien Gangguan Fisik dan Jiwa – Dalam edisi UAS, UTS mahasiswa jurusan keperawatan dan profesi ners, yuk simak kumpulan contoh soal-soal sesuai kisi-kisi yang sering muncul tentang materi komunikasi terapeutik pasien gangguan fisik dan jiwa.

Soal dan Kunci Jawaban Komunikasi Terapeutik Pasien Gangguan Fisik dan Jiwa

Untuk memudahkan mengerjakan latihan, silahkan pahami ringkasan materi di bawah ini:

Komunikasi adalah alat kerja utama perawat. Untuk melakukan asuhan keperawatan, setiap tahap dalam proses keperawatan mulai pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi menggunakan komunikasi.

Bacaan Lainnya

Komunikasi terapeutik dilakukan perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan dasar manusia dampak gangguan fisik (gangguan sistem tubuh) maupun gangguan jiwa.

Penting bagi perawat menguasai berbagai teknik komunikasi terapeutik untuk meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan yang dilakukan, baik dalam rangka membantu pasien mengatasi masalah fisik maupun jiwa.

Komunikasi terapeutik pada tahap pengkajian merupakan tahap yang penting karena tahap-tahap selanjutnya dalam proses keperawatan tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tahap pengkajian tidak dilakukan dengan baik. Perawat menggunakan kemampuan verbal ataupun nonverbal dalam mengumpulkan data dan menginterpretasikan hasil pengkajian untuk dikomunikasikan kepada klien.

Komunikasi pada tahap diagnosis keperawatan dilakukan untuk mengklarifikasi data dan menganalisisnya sebelum menentukan masalah keperawatan klien, selanjutnya dikomunikasikan/disampaikan kepada klien agar dia kooperatif untuk mengatasi masalahnya.

Komunikasi pada tahap perencanaan dilakukan saat menyampaikan rencana tindakan dan mendiskusikan kembali rencana yang sudah disusun perawat dan bersama klien. Rencana asuhan keperawatan dikomunikasikan dalam bentuk tulisan, yaitu ditulis atau didokumentasikan dalam status klien.

Komunikasi pada tahap implementasi sangat efektif digunakan perawat pada saat menjelaskan tindakan tertentu, memberikan pendidikan kesehatan, memberikan konseling, menguatkan sistem pendukung, membantu meningkatkan kemampuan koping, dan sebagainya.

Komunikasi pada tahap evaluasi penting dilakukan perawat pada saat menilai keberhasilan dari asuhan dan tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Semua hasil evaluasi dikomunikasikan secara lisan, yaitu saat mendiskusikan hasil dengan klien, dan dicatat dalam status keperawatan pasien.

Soal Pilihan Ganda

Oke, bacalah petunjuk di bawah ini sebelum menjawab soal!

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban paling benar!

1) Seorang pasien wanita usia 56 tahun tampak selalu murung, mudah menangis, dan mengeluh sulit tidur. Berikut petikan komunikasi yang dilakukan perawat kepada pasien pasien. “Jelaskan kepada saya apa yang menyebabkan ibu mengalami gangguan tidur dan mudah menangis.” Fase interaksi yang sedang dilakukan perawat pada kasus di atas adalah …

A. fase initiasi

B. fase orientasi

C. fase kerja

D. fase terminasi

2) Berikut petikan komunikasi perawat. “Jelaskan kepada saya apa yang menyebabkan ibu mengalami gangguan tidur dan mudah menangis.” Tahapan proses keperawatan yang sedang dilakukan perawat adalah …

A. pengkajian

B. diagnosis

C. perencanaan

D. implementasi

3) Berikut petikan komunikasi perawat dengan orang tua tentang masalah perilaku anaknya.

Perawat : “Jelaskan pada saya bagaimana perilaku yang terjadi pada anak ibu sehingga membuat ibu sangat resah”.

Ibu : “Lebih kurang 3 bulan terakhir ini, anak saya sering kurang perhatian terhadap sekolahnya, sering keluar malam hari dan bergaul dengan anak-anak punk. Saya khawatir dia terjerumus dalam pergaulan bebas”. 

Fase interaksi yang sedang terjadi antara perawat dan ibu tersebut adalah …

A. fase prainteraksi

B. fase orientasi

C. fase interaksi

D. fase kerja

4) Seorang perawat di ruang melati sedang mengajarkan satu terapi untuk menurunkan ketegangan dan stres. Yang selanjutnya dilakukan perawat setelah pelaksanaan terapi selesai adalah …

A. melakukan kontrak yang akan datang

B. melakukan evaluasi subjektif dan objektif

C. menganjurkan pasien mencobanya kembali

D. memotivasi menggunakan jika merasa tegang

5) Berikut petikan wawancara perawat dengan pasien yang cemas karena didiagnosis gagal ginjal akut.

Perawat : “Apakah Anda mempunyai cara yang biasa digunakan untuk mengatasi cemas?

Pasien : “Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan”.

Tahapan proses keperawatan yang sedang terjadi adalah …

A. pengkajian

B. diagnosis

C. perencanaan

D. implementasi

Kunci Jawaban

1) C

2) A

3) D

4) B

5) A

SIMAK JUGA!

Demikian prediksi soal dan jawaban UTS, UAS jurusan keperawatan yang bisa kami sajikan, selalu evaluasi cara belajar sobat agar mendapatkan IPK yang terbaik dan lulus uji kompetensi. Ganbatte!

5/5 – (1 vote)

Apakah Ini Membantu? Follow Dinas.id di aplikasi Google News, KLIK DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.